Meet (Teman Masa kecil)
Cast
: Jun. K aka Kim Min Jun
Jeon Boram
Hwang Chansung
Park Hyomin.
Ham Eunjung
Genre
: Friendship, sad
Author
: Sung Hyun Jae (Upi)
Cover
by ; Minsa (Cover
& Fanfiction World)
Disclaimer:
Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari Author. Author
sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta,atau produsen dari setiap
media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Jun. K
aka Kim Min Jun, Jeon Boram
dan
artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi
mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.
¤Di
toko buku¤
''Hyung kau mau kemana?'' Tanya Chansung
pada Jun. K yang akan keluar. ''Aku akan tunggu diluar saja.'' teriak Jun. K
seraya meninggalkan Chansung. Saat diluar Jun. K melihat seorang yeoja imut
melintas didepannya, ia terkejut lalu mengejar sang yeoja. Yeoja yang dikejar
berhenti ketika Jun. K memegang bahu nya, lalu menengok
''Ada apa?'' tanya nya lembut dengan tatapan
yang bertanya - tanya. ''Anyeong Naneun Jun. K imnida ah Ani Naneun
Kim Min Jun imnida..'' ucap Jun. K mengulurkan tangannya. ''Nado Anyeong, Naneun Jeon Boram imnida.''
''Ternyata ini benar kau Noona, kau tidak
pernah berubah, apalagi tubuhmu.'' Boram mengerutkan keningnya. ''Noona kau tak
ingat aku?'' Tanya Jun. K penasaran. Boram menggeleng ''Noona, aku temanmu
sewaktu di Daegu dulu. Apa kau tak mengingatku Heuh?'' tanya Jun. K lagi sambil
tersenyum & memasang aegyo nya. Boram pun berfikir dan sebuah lampu berpijar
terang di kepalanya, lalu Ia tersenyum sambil menyipitkan matanya yang bulat.
''Ah kau Min Jun-ah. Mianhae ku melupakan
wajahmu'' Ucap Boram sambil mengerucutkan Bibirnya. ''Gwaenchana Noona. Kau apa
kabar?'' ''Aku baik kau sendiri?'' ''Aku juga...''
Mereka
berbicara banyak di bangku pinggir taman, mereka juga bertukar nomor telpon,
sampai mereka pun melupakan teman-temannya. Dan
''Eonni '' rajuk Seseorang dibelakang Boram,
Boram tertegun ''Aku mencarimu dari tadi, kau kemana saja?'' Boram menengok ''Ah Hyominnie mianhae :(.'' Hyomin
mengangguk ''Sudah eonni, kha kita balik.''
''Ne, kha...'' Hyomin melihat di balik pundak Boram. '' Ouh Jun. K oppa?
Kau juga disini?'' Tanya Hyomin. Boram melihat kearah Jun. K, Jun. K tersenyum
''Kalian saling kenal?'' Tanya Boram. ''Ne dia Hoobae ku waktu di SMA dulu..''
jawab Jun. K. ''Ah sudahlah Min Jun,
kami balik dulu yak ^^.'' Jun. K mengangguk. Setelah Hyomin & Boram
berjalan agak jauh, tiba - tiba saja ada yang memegang Bahu Jun. K ''Hyung.''
''Ouh
Chansungie, mianhae tadi aku...'' ''
Nuguseyo?'' '' siapa apanya?'' Chansung
menunjuk kearah dua Yeoja yang baru saja berlalu.. ''Ah itu teman lama ku..
Yang imut itu..''
''Jinjah? Sepertinya hyung senang sekali
habis bertemu dengannya?'' Jun. K hanya tersenyum. ''Sudahlah, kau sudah
selesai kan?'' Chansung menganggukkan Kepalanya.
Setelah
kejadian itu Boram & Jun. K semakin dekat bahkan tak butuh waktu lama untuk
Jun. K mengetahui tempat kerja Boram. Buktinya sekarang Ia ada di depan kantor
Boram.
''Eonni kau sudah janjian?'' Tanya Hyomin.
Boram menggeleng ''Ouh hayolah eonni, lalu itu apa?'' Tunjuk Hyomin kearah Jun.
K, Jun. K melambaikan tangannya.. ''Hyomin aku...'' ''Tak apa Eonni, pergilah, aku juga sudah
ada janji dengan Eunjung eonni^^.'' Hyomin pergi meninggalkan Boram, Boram
kearah Jun. K.
''Kenapa kau kesini?'' Tanya Boram lirih.
''Noona aku ingin menjemputmu.''
''Hajiman aku yang jadi tidak enak sama Hyomin.''
''Gwaenchana noona, kha.'' Jun. K membukakan
pintu penumpang.
¤Diperjalanan
pulang¤
''Ouh Min Jun-ah ini kan bukan kearah
rumahku?'' Ucap Boram.
''Memang bukan.'' jawab Jun. K nyengir ''Aku
lapar Noona, lebih baik kita makan dulu.'' lanjutnya.
''Hajiman...''
''Hayolah Noona..''
''Ne Araseo.''
Akhirnya
Boram & Jun. K makan malam bersama. Jun. K mengantarkan Boram sampai
didepan rumahnya. ''Gomaweoyo, Mianhae aku tak bisa menawarkan mu untuk mampir
:(.''
''Gwaenchana noona :) . Masuklah nanti kau
masuk angin, aku balik dulu noona, anyeong.'' Boram mengangguk.
¤Sebulan
sudah mereka Bertemu¤
§
Dikantor §
''Eonni kau tak apa?'' Tanya Eunjung yang
melihat Boram sangat pucat setelah keluar dari toilet.
''Ada apa Eunjung eonni?'' Tanya Hyomin yang
akan masuk kedalam kamar mandi.
''Entahlah Hyominnie, Boram eonni sangat
pucat.'' Ucap Eunjung khawatir.
''Jinjah?'' Eunjung mengangguk, lalu Hyomin
melihat kearah Boram ''Eonni gwaenchana?'' Boram mengangguk sambil tersenyum
''Ne gwaenchana.''
''Kau yakin eonni? Sebaiknya kau pergi kedokter
agar.....''
''Hyominnie, Eunjungie, Kalian tak usah
mengkhawatirkan aku, Nae gwaenchana, sungguh!'' Ucap Boram meyakinkan.
''Hajiman eonni....''
''Sudahlah aku masih banyak pekerjaan.''
Boram meninggalkan dua gadis yang sedang mengkhawatirkannya.
¤Seminggu
setelah kejadian itu¤
=> Di sungai
Han
''Tuhan, ku mohon berikanlah aku kehidupan
yang lebih lama dibanding prediksi itu :'(.''
>Flashback<
''Apa dok? Aku Kanker otak stadium akhir?''
''Ne Jeon Agashi. Mianhae, tapi dengan melakukan
kemoterapipun belum tentu hidupmu akan lebih lama dari 3 bulan.''
''3 bulan dok?'' dokterpun mengangguk. ''Ne
araseo, Khamsamnida.. Aku permisi, Anyeong.''
Boram
meninggalkan rumah sakit dengan penuh air mata.
>Flashback End<
''Hai noona, kau sudah lama kah nunggunya?''
Boram menggeleng.
''Apa yang ingin kau katakan Min Jun-ah?''
Tanya Boram lembut.
''Lebih baik kita duduk di...'' Jun. K
melihat - lihat ''Disana.'' Tunjuk nya pada sebuah bangku yang tak berpenghuni.
Mereka berjalan menuju bangku itu.
''Noona.''
''Ne..''
''Hemm Maukah kau menjadi kekasihku?'' Tanya
Jun. K langsung. Boram tertawa.
''Apa ini?'' Tanyanya sambil tersenyum ''Apa
ini pengakuan cinta secara langsung?'' Jun. K mengangguk
''Benar noona, tidak romantis yak? :( Tapi
noona, aku tidak peduli, yang sekarang ku butuhkan adalah jawaban noona,
bagaimana noona mau tidak?'' Boram nampak berfikir ''Noona aku tidak me....''
Senyum tersirat dibibir Boram
''Ne, baiklah mari kita habiskan waktu
bersama.'' Ucap Boram, Jun. K masih mencerna kata-kata Boram.
''Noona apakah ini, sebuah penerimaan
cinta?'' Boram mengangguk. Dan Jun. K langsung memeluk Boram. Hari - hari
mereka lewati dengan bersama, mulai dari pergi dan pulang kerja, Makan malam
dan akhir pekan. Tak terasa hubungan mereka sudah lebih dari 4 bulan. Dan tak
terasa pula ternyata waktu itu lebih dari waktu yang di diagnosa oleh dokter.
Malam
ini mereka pergi ke Namsan tower.
''Lihat chagia, gembok kita ini akan
selamanya bersama takkan pernah terpisahkan.''
''Ne kau benar chagia.'' Ucap Boram
lemah.
*Ya Tuhan, biarkanlah aku mengenang hari ini,
biarkanlah aku mengingat wajah namja tampan didepanku ini. Dan biarkanlah aku
menikmati suasana malam ini :) .* Batin Boram
Saat
makan malam Jun. K terus saja memperhatikan Boram.
''Borammie, kenapa wajahmu pucat sekali,
apa kau sakit?'' Tanya Jun. K khawatir, ia juga memeriksa kening Boram, Boram
hanya menggeleng lemah. Namun tiba - tiba saja hidungnya berdarah. ''Ouh, Boram
ada apa? Kau sakit apa kenapa hidungmu mengeluarkan darah?'' Tanya Jun. K panik
dia mendekat ke arah Boram, Boram langsung mengambil tisue dan menutup
hidungnya, agar darah itu tak keluar. Boram berlari ke toilet. Setelah cukup
beberapa lama, akhirnya Boram keluar, didepan pintu toilet ia melihat Jun. K
yang berdiri dengan gusar.
''Tak apa Min Junnie, Gwaenchana.'' Ucap
Boram tersenyum meyakinkan.
''Benarkah itu?'' Boram mengangguk.
''Aku hanya kelelahan.'' Mau tak mau Jun. K
pun percaya, Jun. K mengantarkan Boram pulang.
Tak
lama setelah Boram masuk rumah, Eunjung & Hyomin sudah berdiri didepan
pintu.
''Apa yang sedang kalian lakukan didepan
pintu heoh?'' Tanya Boram sambil
tersenyum manis.
Mereka diam, Boram pun melangkah untuk duduk
namun.
''Wae
eonni? Wae kau tak bicara pada kami?'' Tanya Eunjung.
''Ne eonni, kenapa kau membuat kami menjadi
orang jahat.'' Ucap Hyomin histeris.
''Aigo, ada apa dengan kalian? Apa yang
kalian bicarakan heoh?''
lalu
Eunjung menyerahkan amplop coklat, Boram membukanya kemudian matanya membulat,
lalu ia melihat kearah Eunjung & Hyomin. ''Mianhae :'(.''
''Eonni....'' Rengek EunMin, EunMin (Eunjung
Hyomin) kemudian memeluk Boram. Mereka ber-3 menangis bersama-sama.
Semakin
hari, kesehatan Boram semakin melemah. Dia juga sering melupakan sesuatu, yang
sebenarnya berada didekatnya. Jun. K yang tak tau, mulai curiga, ada sesuatu
yang Boram sembunyikan.
Seminggu itu Boram & Jun. K tak bertemu
dikarnakan mereka sedang sibuk masing - masing. Tapi mereka menyempatkan untuk
mengabari satu sama lain.
Namun
sudah 3 hari ini Boram tak mengabari
Jun. K. Jun. K tak bisa kerumah Boram, karna dia sedang berada di luar kota.
Hari
ini kebetulan Jun. K pulang, ia langsung kerumah Boram namun tak ada tanda
kehidupan disana, tetangga nya pun memberitahukan Jun. K , jika Boram dirawat
dirumah sakit. Shock itulah yang sekarang dialami Jun. K sekarang ia sedang
berada di depan ruang rawat Jeon Boram.
''Sejak kapan Boram-ssi sakit?'' Tanya
Jun. K agak marah kepada EunMin.
''Kami juga tidak tau, kami baru tau setelah
kami menemukan amplop itu, tepatnya setelah kalian pulang dari Namsan tower.''
Jelas Eunjung, sedangkan Hyomin masih menangis...
''Jadi kalian juga baru tau yak!'' Gumam
Jun.K ''Chagia sadarlah! Aku disini menunggumu.'' Ucap Jun. K yang melihat
Boram dari kaca yang ada di depan pintu kamar.
Setelah seharian akhirnya Boram sadar.
''Eonni, kau harus sehat ne, :) '' Ucap
Hyomin berkaca - kaca. Boram tersenyum.
''Ne eonni, Hyomin benar kau harus sehat!
Nanti jika kau sudah sehat, aku akan membagi makananku denganmu, Boksu ^^. Oleh
karna itu eonni kau harus kuat ne.''
''Gomaweo saengie :). Ham Eunjung kau
harus menjaga Hyomin, kalian berdua harus membagi tugas merawat rumah!Park
Hyomin kau jangan mencari masalah dengan Eunjung lagi! Jika dia tidak mau
jangan dipaksa ne :D '' EunMin mengangguk. ''Min Jun-ah mianhae, aku tidak
memberi kabar padamu :).'' ucapnya tersenyum lembut.
''Ne aku marah padamu Boram-ah, oleh
karna itu kau harus sehat agar aku bisa menghukummu.'' Ucap Jun. K sedih. Boram
hanya tersenyum.
Sehari,
dua hari, tiga hari, Boram mulai baikkan
dan ia ingin ditemani jalan - jalan ke taman oleh Jun. K
''Hajiman chagia kau.....''
''Ouh hayolah Min Jun-ah aku bosan disini.'' rengek Boram, akhirnya
dengan berat hati Jun. K mengantar Boram jalan - jalan ketaman rumah sakit.
Mereka duduk disalah satu bangku disana.
''Min Jun Chagia....'' Ucap Boram lemah.
''Ne chagia, wae?''
''Disini dingin sekali.''
''Oleh
karna itu lebih baik kita masuk saja.'' Jun. K berdiri namun tangannya ditahan
oleh Boram.
''Duduklah....''
''Hajiman Chagia'' Ucap Jun. K lirih
''Duduklah ada yang ingin ku bicarakan
padamu.'' Jun. K pun menurut ''Aku tidak suka musim dingin, aku suka musim
gugur, dan Min Jun-ah jadilah musim gugur dan jangan menjadi musim dingin.
Walaupun kau lahir di musim dingin, tapi tetaplah menjadi musim gugur :).''
Jun. K memperhatikan raut wajah Boram. ''Jadilah musim gugur yang hangat :) .''
''Boram
ada apa?'' Tanya Jun. K cemas
''Disini dingin, Kha kita masuk ^^ ''
Ucap Boram tak menjawab pertanyaan Jun. K. Mereka kembali kekamar Boram. ''Aku
lelah Min Jun-ah jangan bangunkan aku ne :D .'' Jun. K hanya menatap Boram, ia
membenarkan posisi selimut Boram. Saat Boram mau memejamkan matanya.'' Min Jun
chagia :) Hiduplah bahagia walau tanpa aku :) '' Jun. K tak dapat menjawab
hatinya terlalu sakit.
''Sudahlah bukankah kau lelah?'' Boram
mengangguk ''Tidurlah, sampai bertemu besok pagi :)'' Jun. K mencium kening
Boram. Tanpa Jun. K ketahui itu lah akhir dari kehidupan Boram, Boram telah
tiada di dunia lagi, ia meninggalkan Jun. K.
~7 tahun kemudian~
Di
bawah pohon rindang di sebuah makam. Dengan Nisan bernama Jeon Boram
''Chagia, aku datang :) sesuai keinginanmu,
aku menjadi musim gugur yang hangat. Tapi.....'' Jun. K menaburkan bunga. ''
Mianhae, karna aku menjadi musim dingin untuk diriku. Musim dingin yang sangat
amat dingin...''
''Hyung, kha hari ini kita akan terlambat.''
teriak seseorang.
''Ne Chansungie, tunggu sebentar!.'' Jawab
Jun. K ''Borammie, aku pergi dulu ne, nanti aku akan datang kembali :) .''
>>>>End<<<<
Tidak ada komentar:
Posting Komentar