Tampilkan postingan dengan label Ham Eunjung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ham Eunjung. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Maret 2015

Winter Story

Winter Story

Cast   :  Ok Taecyeon, Ham Eunjung, Im Yoona.
Other Cast :  Jung Yong Hwa, Kang Min Hyuk. Choi Siwon.
CV by : Baby Child @Request Cover FF
Genre :  Romance, Friendship, School-life.
Author : Sung Hyun Jae (Upi)



   #Salju dan air yang turun, melengkapi sebuah kisah di musim dingin#


 ''Bugh.'' ''Bugh.'' terdengar suara pukulan. Yak siapa lagi kalau bukan Ok Taecyeon. Dialah mahasiswa kedokteran semester 4. Dia adalah orang yang tampak hangat namun nyatanya dingin, apalagi terhadap wanita. Ia tinggal bersama Abeoji nya karna Eommanya sudah meninggal.


   ''Hyung, ada apa dengan wajahmu?'' Tanya Min Hyuk,  ketika Taecyeon baru datang.  ''Kau pasti berkelahi lagi yak Hyung?'' Tanya Yong Hwa.. Yak mereka adalah sahabat Taecyeon... Terutama  Yong Hwa, mereka (TaecHwa) sudah berteman sedari TK. ''Hyung sampai kapan kau mau berhenti berkelahi?'' Tanya Yong Hwa.
    ''Mungkin hyung, kau harus punya kekasih..'' Timpal Min Hyuk.  ''Ne, Min Hyuk benar hyung... Kau harus segera mencari penggan....''
     ''Taecyeon oppa.'' belum selesai Yong Hwa bicara, sudah ada yang memanggil Taecyeon. Alhasil  jalan mereka ber-3 terhenti. Dilihat dari raut wajah mereka ber-3, tersirat wajah tak suka terutama Yong Hwa dan Min Hyuk. ''Oppa kenapa kau susah sekali di temui.'' Rajuk Yeoja itu, ia menggandeng tangan Taecyeon.
      ''Yak noona, lepas.'' Ucap Min Hyuk sambil menyibak tangan Yeoja itu dari tangan Taecyeon. Yeoja itu tidak suka dan marah. ''Hei Yoona-ssi seharusnya kau sadar! Taecyeon hyung sudah tak tertarik kepadamu!'' Jelas Yong Hwa membela Min Hyuk yang dimarahi Yoona. Yoona yang merasa tak suka, akan berkomentar sebelum ditahan oleh  Taecyeon.
     ''Jauhkan lah tanganmu dariku!'' Ucap Taecyeon dingin. Yoona merasa takut mendengar nada suara Taecyeon yang dingin dan menusuk itu. ''Ne , araseo Oppa.'' Yoona pergi namun dia menyempatkan untuk mencium pipi Taecyeon. Yong Hwa & Min Hyuk hanya geleng-geleng. ''Heoh dasar Yeoja aneh!'' Dengus Yong Hwa, Min Hyuk hanya mengangguk.  Yak  Yoona, Im Yoona dia adalah mantan kekasih Taecyeon. Taecyeon sangat mencintainya namun sayang, ia malah berselingkuh dan memutuskan Taecyeon demi Choi Siwon, namja kaya yang tampan. Dan sekarang setelah ia dicampakkan oleh Choi Siwon, ia malah ingin kembali ke pelukkan Taecyeon yang hatinya sudah beku oleh salju dan suasana musim dingin ini.


Saat jam makan siang, dikoridor Taecyeon, Min Hyuk, dan  Yong Hwa sedang bercanda dan menabrak seseorang.  Atau lebih tepatnya Taecyeon yang menabrak orang itu karna ia yang berada di pinggir. Orang itu terjatuh, lalu Taecyeon mengulurkan tangannya, namun ditepis oleh orang itu. ''Mianhae. Ahjussi?'' Ucap Taecyeon ragu - ragu karna ia tidak tau orang berjenis kelamin apa yang ada didepannya saat ini. Namun yang dipanggil ahjussi oleh Taecyeon hanya tertawa.
   ''Yak ahjussi, kenapa kau tertawa?'' Tanya Yong Hwa yang terbawa emosi. ''Ahjussi kau bilang?'' Tanya orang yang ada didepan mereka.
      ''Kau salah orang! Aku bukan ahjussi.'' Lanjutnya. Lalu ia membuka topi dan kacamatanya. Saat itulah tergerai rambut panjangnya dan mata indahnya. ''Mianhae, tuan - tuan. Aku harus pergi!'' Ucapnya berusaha sopan. Min Hyuk yang melihat kejadian itu hanya terkagum - kagum. Sedangkan ke-2 namja lainnya hanya terbengong-bengong.

_____________

   '' Hei ahgassi.'' Teriak Yoona kepada seseorang yang baru saja melewatinya.  Orang yang dimaksud Yoona berhenti. ''Mianhae, mwoya isseoyo?'' Tanya nya sopan.  ''Yak Ahgassi, lihat sepatu mu menginjak kakiku!'' Ucap Yoona songong. ''Kau sendiri yang menghalangi jalanku. Jadi jangan salahkan kaki dan sepatuku.'' ucapnya santai. ''Heoh siapa kau... Sombong sekali.!'' Teriak Yoona saat yeoja tadi sudah hampir melangkah menjauhi tempat kejadian. Yeoja tadi berbalik dan tertawa meremehkan.
    ''Jika kau ingin kenalan denganku bilang saja!''Ucapnya  dengan senyum sinisnya. ''Naneun Ham Eunjung imnida.'' lanjutnya sesopan mungkin, ia juga membungkukkan badannya, ia meninggalkan Yoona. Yoona tak percaya dengan apa yang barusan terjadi, dan ternyata bukan hanya Yoona yang tak percaya, karna tidak jauh dari tempat itu sudah ada Taecyeon, Min Hyuk dan Yong Hwa yang memperhatikan kejadian itu. Yak selama ini tak ada yang berani melawan Yoona. Dalam diam Taecyeon tersenyum kecil yang luput dari penglihatan Min Hyuk dan Yong Hwa....

Malam___Hari
  '' Salju turun juga rupanya.''Ucap Eunjung yang sekarang akan pulang dari toko tempat dia bekerja paruh waktu. Ditengah perjalanan pulang, Eunjung melihat segerombolan orang sedang menghajar seorang namja. Namja itu sudah goyah, dan hampir jatuh,hal itu berhasil mengundang rasa simpati Eunjung untuk menolongnya. Eunjung yang pemegang sabuk hitam tae kwon do tentu saja tidak takut, dan berhubung staminanya masih fit ia berhasil mengalahkan para preman tadi. Dia melihat kearah pemuda yang hampir tidak sadar,  ia terkejut, lalu tanpa pikir panjang langsung membawa namja itu kerumah kost'annya.  Disana Eunjung mengobati luka namja itu dengan hati - hati. Namja itu tertidur, Eunjung memperhatikan wajah tidurnya. ''Hemm Good boy.'' komentarnya, ia pun menyentuh wajah sang namja mulai dari kening, hidung dan bibir. Tepat telunjuknya berada dibibir pria itu, dia tersenyum geli. Eunjung menjauhkan jemarinya dari wajah sang namja dan akan berbalik namun tangannya ditahan lalu tubuhnya dijatuhkan ke kasur, sekarang posisi nya adalah mereka sama - sama terbaring dengan tubuh Eunjung dibawah. Eunjung tertegun, jantungnya berdegup kencang.. Ia bahkan sulit menelan ludahnya sendiri.
  ''Gomaweo.'' Ucapnya lemah lalu dia tersungkur disamping tubuh Eunjung. Eunjung langsung bangun untuk menjauhkan badannya. Lalu ia mengatur napasnya yang tak beraturan...  ''Aigoo ige mwoeyo?'' Ucapnya tak percaya.


Saat pagi Taecyeon terbangun, ia merasa asing dengan tempatnya. Ia belum ingat semuanya, semua yang terjadi padanya, sebab dia ada disini. Taecyeon mencoba mencari sesuatu, dia mencium bau masakkan ketika berada di dapur. Dan terlihatlah yeoja berambut pendek yang sedang membelakanginya. Taecyeon mengerutkan keningnya, lalu ia mengingat siapa yang menolongnya semalam. Dan benar saja saat Yeoja itu menengok.
     ''Ouh kau sudah bangun?'' Tanyanya. Taecyeon hanya tersenyum.''Ah yak, bagaimana lukamu?'' Tanyanya lagi sambil memegang wajah Taecyeon. Taecyeon terkejut, jantungnya berdetak tak karuan.
    ''nn  ne, gwaenchana.'' Ucap Taecyeon gugup, sambil mencoba menjauhkan tangan Eunjung dari wajahnya. ''Ah syukurlah! Lebih baik kau sarapan dulu, sebelum kau pergi meninggalkan rumah ini.'' Ucap Eunjung sambil menata makanan di meja. Mereka berdua makan bersama, tak ada suara terdengar kecuali suara gesekkan antara piring & sendok. Setelah selesai.
     ''Hemmm ahgassi.'' Ucap Taecyeon membuka pembicaraan. ''Ne...''  Ucap Eunjung tersenyum manis.'' Mianhae, waktu itu hanya kesalahpahaman.'' Ucap Taecyeon hati - hati.
     ''Ah ne, gwaenchana. :)''    ''Oyak setelah dipikir-pikir kita belum saling kenal bukan?'' tanya Taecyeon.
     ''Ne Naneun Ham Eunjung imnida :) . Dangsin?''    ''Anyeong Ok Taecyeon imnida.''
Mereka berkenalan, sepanjang hari itu Eunjung selalu memancarkan senyumnya. *Gadis ini sungguh berbeda, dia jauh lebih manis padahal penampilannya jauh lebih cool. Apa dia punya kepribadian ganda? Molla, dan aku pikir aku mulai menyukainya :/ * Batin Taecyeon.




______



     ''Hyung, akhir-akhir ini kau tampak berbeda.'' Ucap Yong Hwa. ''Ne hyung, kau sepertinya baru saja menemukan hal yang menarik..'' Komentar Min Hyuk.
    ''Jinjah?'' Tanya Taecyeon tersenyum, senyum yang jarang terlihat. Saat mereka sedang bercanda ria, tiba - tiba saja Yoona datang mengganggu. Dengan membawakan bekal makan siang untuk Taecyeon.
     ''Makanlah oppa, kau begitu kurus.'' Ucap Yoona manja. Yoona berusaha menyuapi Taecyeon yang tak jua memakan makanan darinya. Disana juga terlihat Eunjung sedang memakan makanannya. Taecyeon beranjak dari tempatnya menuju ke meja Eunjung dan saat Eunjung akan memasukkan makanan kedalam mulutnya, Taecyeon malah mendahulukan untuk menyantap makanan itu. Eunjung terkejut namun kemudian ia tersenyum. Bahkan ia membagi makanannya dengan Taecyeon. Yoona yang melihat kedekatan mereka merasa cemburu. Sedangkan Yong Hwa & Min Hyuk hanya cekikikan saja hyung nya dekat dengan Eunjung ''Pasangan yang serasi.'' Komentar Yong Hwa yang mendapat anggukan dari Min Hyuk, Yoona yang mendengar langsung berkata ''Tidak, Taecyeon oppa lebih cocok bersamaku!'' Ucapnya marah. Yoona langsung berpindah tempat ke tempat Eunjung & Taecyeon berada. Yong Hwa & Min Hyuk hanya tersenyum menyepelehkan.


@ TaecJung.

     ''Oppa, kenapa kau disini?'' Ucap Yoona  yang baru duduk. Eunjung mengerutkan keningnya, dan Taecyeon hanya menatap malas. Eunjung jenuh mendengar Yoona yang terus - terusan mendumel berkata ''Taecyeon-ah lebih baik kau urus saja masalah mu dengan kekasihmu ini.'' Ucap Eunjung tidak enak. Saat Eunjung akan berdiri, tangannya ditahan oleh Taecyeon yang mengakibatkan dirinya duduk kembali.
       ''Yoona hanyalah mantan kekasihku, jadi tak ada yang harus kami selesaikan.'' Ucap Taecyeon tegas, ia juga mengeraskan kata Mantan Kekasih. Yoona yang mendengar itu langsung patah hati. Lalu Taecyeon menarik tangan Eunjung untuk pergi dari sana. Saat akan melangkah
     ''Segitu bencinya kah kau padaku Taecyeon-ah?'' Lirih Yoona. Namun perkataannya tak dianggap oleh Taecyeon, ia malah terus menarik Eunjung dan berjalan meninggalkan kantin Universitas. Yak memang setelah kejadian malam itu, Taecyeon & Eunjung menjadi akrab. Sikap & Penampilan Taecyeon pun banyak berubah. Sekarang Taecyeon tak sedingin dulu lagi......



Sampai suatu malam, dimana Taecyeon kembali seperti yang dulu, Taecyeon yang sedang berkelahi dibawah sinar bulan dan Rintikkan Hujan, dia sudah terluka parah, darahnya mengalir bersama rintikkan hujan yang semakin lama semakin deras... Yak sebenarnya dia tidak mau berkelahi namun preman - preman ini masih memiliki dendam masa lalu kepada Taecyeon, sekarang mereka jauh lebih kuat. Dan lagi - lagi Eunjung yang sedang lewat melihat hal itu..... Ia pun melakukan hal yang pernah ia lakukan sebelumnya, yaitu melawan para preman dan mengobati Taecyeon... Penyebab Taecyeon kalah adalah,, dia tidak tau dan langsung diserbu, dengan di pukul dari belakang. Eunjung mencoba mengganti kemeja Taecyeon yang sudah tidak sadarkan diri, dia juga demam, bahkan ia mengigau. Eunjung selalu mengganti kompressan. Kemudian tiba - tiba saja ada yang bertamu.
     ''Nuguya? Ahjussi cari siapa?'' Tanya Eunjung ramah.  ''Apa Taecyeon ada didalam?'' Tanyanya. Eunjung mengangguk dan mempersilahkan Ahjussi itu masuk. Dilihatnya Taecyeon yang sedang dikompress. Sejam kemudian baru lah Eunjung tau bahwa sebenarnya Ahjussi yang berada di depannya saat ini adalah Ayahnya Taecyeon.
    ''Hemm anu,,,,,,'' Ucap Eunjung. ''Ne?''
    ''Ahjussi tau dari siapa jika Taecyeon-ssi ada dirumahku?'' Tuan Ok tersenyum ''Dari teman-temannya Taecyeon, mereka bilang sekarang Taecyeon sedang dekat dengan Yeoja bermarga Ham.'' Eunjung tersipu malu.
     ''Mereka juga memberikan alamatmu.'' sekarang Eunjung sudah benar - benar merona. ''Gomaweo Eunjung-ssi. Karna sudah mau melindunginya. Dia dulunya adalah anak yang dingin, bahkan dia hanya mau berteman dengan Yong Hwa &Min Hyuk saja. Ia juga tidak mau berteman dengan wanita. Sebelum wanita bermarga Im itu datang.'' Tuan Ok menceritakan masa lalu Taecyeon.



 FlashBack



     ''Omo, ada apa dengan anak appa yang satu ini?'' Tanya Tuan Ok yang baru pulang pada Taecyeon yang sedang senyum - senyum sendiri. ''Appa, aku sudah punya Yeojachingu    :D .''   ''Jinjah? Aigo anak appa sudah besar rupanya. Siapa namanya?''   ''Im Yoona.'' ''Nama yang manis, sudah berapa lama kalian pacaran?''   Taecyeon menaikkan jarinya dan mengacungkan 3 jari yang bertanda bahwa hubungan nya bersama Yoona sudah 3 bulan.
     ''Mwo? Kenapa kau baru bilang pada appamu ini?'' Taecyeon hanya nyengir ''Lalu kapan kau akan memperkenalkannya pada appa?''  ''Secepatnya.''

Keesokkan harinya saat Taecyeon akan mengajak Yoona bertemu dengan appanya, ia malah melihat Yoona sedang berciuman dengan sunbaenya ia pun mendengar
     ''Yoona-ah Saranghae.''
    ''Ne Siwon Oppa, Nae Nado saranghae.'' ucapnya.

Flashback end.


   ''Dia itu sebenarnya memiliki hati yang sangat hangat... Walaupun terlihat tegar namun kenyataannya dia sangatlah rapuh......'' Tuan Ok menghentikan perkataannya ''Oleh karna itu jangan sakiti dia. Kumohon padamu Eunjung-ssi.'' Eunjung mengangguk + tersenyum. ''Oyak dua hari lagi adalah ulang tahunnya. Ku ingin kau merayakannya bersama.''   
     ''Baiklah  Ahjussi. :) ''





Dua hari kemudian.


    ''Kita mau kemana Eunjung-ah?'' Tanya Taecyeon yang masih ditutup matanya. Dan saat Taecyeon membuka matanya, setelah penutupnya dilepas, terlihatlah hamparan rumput yang luas. Disana terdapat danau buatan yang dihiasi oleh sinar lampu. Eunjung kemudian mengeluarkan Kue yang sudah disiapkannya. ''Happy Birthday Taecyeon-ah. ^_^ '' Taecyeon yang senang langsung memeluk Eunjung. 
     ''Gomaweo Eunjung-ah. Ini adalah kejutan terindah dalam hidupku.''    ''Benarkah?'' Taecyeon mengangguk.
       ''Ouh hayolah, lebih baik kau cepat tiup lilinnya dan meminta permintaan.'' Taecyeon mengikuti apa yang disuruh Eunjung. Setelah kejutan selesai Eunjung mendekatkan wajahnya kewajah Taecyeon, lalu mencium pipi Taecyeon. Disaat itu pula Salju turun.....




End


Minggu, 01 Maret 2015

Meet


Meet (Teman Masa kecil)

Cast :  Jun. K aka Kim Min Jun
          Jeon Boram
          Hwang Chansung
          Park Hyomin.
          Ham Eunjung
Genre : Friendship, sad
Author : Sung Hyun Jae (Upi)
Cover by ; Minsa (Cover & Fanfiction World)
Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari Author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta,atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Jun. K aka Kim Min Jun, Jeon Boram
dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

¤Di toko buku¤


    ''Hyung kau mau kemana?'' Tanya Chansung pada Jun. K yang akan keluar. ''Aku akan tunggu diluar saja.'' teriak Jun. K seraya meninggalkan Chansung. Saat diluar Jun. K melihat seorang yeoja imut melintas didepannya, ia terkejut lalu mengejar sang yeoja. Yeoja yang dikejar berhenti ketika Jun. K memegang bahu nya, lalu menengok
   ''Ada apa?'' tanya nya lembut dengan tatapan yang bertanya - tanya.   ''Anyeong Naneun Jun. K imnida ah Ani Naneun Kim Min Jun imnida..'' ucap Jun. K mengulurkan tangannya.  ''Nado Anyeong, Naneun Jeon Boram imnida.''
   ''Ternyata ini benar kau Noona, kau tidak pernah berubah, apalagi tubuhmu.'' Boram mengerutkan keningnya. ''Noona kau tak ingat aku?'' Tanya Jun. K penasaran. Boram menggeleng ''Noona, aku temanmu sewaktu di Daegu dulu. Apa kau tak mengingatku Heuh?'' tanya Jun. K lagi sambil tersenyum & memasang aegyo nya. Boram pun berfikir dan sebuah lampu berpijar terang di kepalanya, lalu Ia tersenyum sambil menyipitkan matanya yang bulat.
 ''Ah kau Min Jun-ah. Mianhae ku melupakan wajahmu'' Ucap Boram sambil mengerucutkan Bibirnya. ''Gwaenchana Noona. Kau apa kabar?''    ''Aku baik kau sendiri?''           ''Aku juga...''
Mereka berbicara banyak di bangku pinggir taman, mereka juga bertukar nomor telpon, sampai mereka pun melupakan teman-temannya. Dan
   ''Eonni '' rajuk Seseorang dibelakang Boram, Boram tertegun ''Aku mencarimu dari tadi, kau kemana saja?'' Boram menengok    ''Ah Hyominnie mianhae :(.'' Hyomin mengangguk ''Sudah eonni, kha kita balik.''    ''Ne, kha...'' Hyomin melihat di balik pundak Boram. '' Ouh Jun. K oppa? Kau juga disini?'' Tanya Hyomin. Boram melihat kearah Jun. K, Jun. K tersenyum ''Kalian saling kenal?'' Tanya Boram. ''Ne dia Hoobae ku waktu di SMA dulu..'' jawab Jun. K.   ''Ah sudahlah Min Jun, kami balik dulu yak ^^.'' Jun. K mengangguk. Setelah Hyomin & Boram berjalan agak jauh, tiba - tiba saja ada yang memegang Bahu Jun. K ''Hyung.''
  ''Ouh Chansungie, mianhae tadi aku...''    '' Nuguseyo?''   '' siapa apanya?'' Chansung menunjuk kearah dua Yeoja yang baru saja berlalu.. ''Ah itu teman lama ku.. Yang imut itu..'' 
  ''Jinjah? Sepertinya hyung senang sekali habis bertemu dengannya?'' Jun. K hanya tersenyum. ''Sudahlah, kau sudah selesai kan?'' Chansung menganggukkan Kepalanya.
Setelah kejadian itu Boram & Jun. K semakin dekat bahkan tak butuh waktu lama untuk Jun. K mengetahui tempat kerja Boram. Buktinya sekarang Ia ada di depan kantor Boram.
  ''Eonni kau sudah janjian?'' Tanya Hyomin. Boram menggeleng ''Ouh hayolah eonni, lalu itu apa?'' Tunjuk Hyomin kearah Jun. K, Jun. K melambaikan tangannya.. ''Hyomin aku...''   ''Tak apa Eonni, pergilah, aku juga sudah ada janji dengan Eunjung eonni^^.'' Hyomin pergi meninggalkan Boram, Boram kearah Jun. K.
   ''Kenapa kau kesini?'' Tanya Boram lirih. ''Noona aku ingin menjemputmu.''   ''Hajiman aku yang jadi tidak enak sama Hyomin.''
  ''Gwaenchana noona, kha.'' Jun. K membukakan pintu penumpang.

¤Diperjalanan pulang¤

  ''Ouh Min Jun-ah ini kan bukan kearah rumahku?'' Ucap Boram.
  ''Memang bukan.'' jawab Jun. K nyengir ''Aku lapar Noona, lebih baik kita makan dulu.'' lanjutnya.
  ''Hajiman...''
   ''Hayolah Noona..''
   ''Ne Araseo.''
Akhirnya Boram & Jun. K makan malam bersama. Jun. K mengantarkan Boram sampai didepan rumahnya. ''Gomaweoyo, Mianhae aku tak bisa menawarkan mu untuk mampir :(.''
  ''Gwaenchana noona :) . Masuklah nanti kau masuk angin, aku balik dulu noona, anyeong.'' Boram mengangguk.

¤Sebulan sudah mereka  Bertemu¤

§ Dikantor §

   ''Eonni kau tak apa?'' Tanya Eunjung yang melihat Boram sangat pucat setelah keluar dari toilet.
   ''Ada apa Eunjung eonni?'' Tanya Hyomin yang akan masuk kedalam kamar mandi.
   ''Entahlah Hyominnie, Boram eonni sangat pucat.'' Ucap Eunjung khawatir.
   ''Jinjah?'' Eunjung mengangguk, lalu Hyomin melihat kearah Boram ''Eonni gwaenchana?'' Boram mengangguk sambil tersenyum
   ''Ne gwaenchana.''
    ''Kau yakin eonni? Sebaiknya kau pergi kedokter agar.....''
    ''Hyominnie, Eunjungie, Kalian tak usah mengkhawatirkan aku, Nae gwaenchana, sungguh!'' Ucap Boram meyakinkan.
   ''Hajiman eonni....''
   ''Sudahlah aku masih banyak pekerjaan.'' Boram meninggalkan dua gadis yang sedang mengkhawatirkannya.

¤Seminggu setelah kejadian itu¤

 => Di sungai Han
     ''Tuhan, ku mohon berikanlah aku kehidupan yang lebih lama dibanding prediksi itu :'(.''

>Flashback<

   ''Apa dok? Aku Kanker otak stadium akhir?''
  ''Ne Jeon Agashi. Mianhae, tapi dengan melakukan kemoterapipun belum tentu hidupmu akan lebih lama dari 3 bulan.''
   ''3 bulan dok?'' dokterpun mengangguk. ''Ne araseo, Khamsamnida.. Aku permisi, Anyeong.''
Boram meninggalkan rumah sakit dengan penuh air mata.

>Flashback End<

   ''Hai noona, kau sudah lama kah nunggunya?'' Boram menggeleng.
   ''Apa yang ingin kau katakan Min Jun-ah?'' Tanya Boram lembut.
   ''Lebih baik kita duduk di...'' Jun. K melihat - lihat ''Disana.'' Tunjuk nya pada sebuah bangku yang tak berpenghuni. Mereka berjalan menuju bangku itu.
''Noona.''
    ''Ne..''
   ''Hemm Maukah kau menjadi kekasihku?'' Tanya Jun. K langsung. Boram tertawa.
   ''Apa ini?'' Tanyanya sambil tersenyum ''Apa ini pengakuan cinta secara langsung?'' Jun. K mengangguk
     ''Benar noona, tidak romantis yak? :( Tapi noona, aku tidak peduli, yang sekarang ku butuhkan adalah jawaban noona, bagaimana noona mau tidak?'' Boram nampak berfikir ''Noona aku tidak me....'' Senyum tersirat dibibir Boram
   ''Ne, baiklah mari kita habiskan waktu bersama.'' Ucap Boram, Jun. K masih mencerna kata-kata Boram.
   ''Noona apakah ini, sebuah penerimaan cinta?'' Boram mengangguk. Dan Jun. K langsung memeluk Boram. Hari - hari mereka lewati dengan bersama, mulai dari pergi dan pulang kerja, Makan malam dan akhir pekan. Tak terasa hubungan mereka sudah lebih dari 4 bulan. Dan tak terasa pula ternyata waktu itu lebih dari waktu yang di diagnosa oleh dokter.
   

Malam ini mereka pergi ke Namsan tower.

        ''Lihat chagia, gembok kita ini akan selamanya bersama takkan pernah terpisahkan.''
       ''Ne kau benar chagia.'' Ucap Boram lemah.
 *Ya Tuhan, biarkanlah aku mengenang hari ini, biarkanlah aku mengingat wajah namja tampan didepanku ini. Dan biarkanlah aku menikmati suasana malam ini :) .* Batin Boram

Saat makan malam Jun. K terus saja memperhatikan Boram.
     ''Borammie, kenapa wajahmu pucat sekali, apa kau sakit?'' Tanya Jun. K khawatir, ia juga memeriksa kening Boram, Boram hanya menggeleng lemah. Namun tiba - tiba saja hidungnya berdarah. ''Ouh, Boram ada apa? Kau sakit apa kenapa hidungmu mengeluarkan darah?'' Tanya Jun. K panik dia mendekat ke arah Boram, Boram langsung mengambil tisue dan menutup hidungnya, agar darah itu tak keluar. Boram berlari ke toilet. Setelah cukup beberapa lama, akhirnya Boram keluar, didepan pintu toilet ia melihat Jun. K yang berdiri dengan gusar.
    ''Tak apa Min Junnie, Gwaenchana.'' Ucap Boram tersenyum meyakinkan.
    ''Benarkah itu?'' Boram mengangguk.
    ''Aku hanya kelelahan.'' Mau tak mau Jun. K pun percaya, Jun. K mengantarkan Boram pulang.
Tak lama setelah Boram masuk rumah, Eunjung & Hyomin sudah berdiri didepan pintu.
    ''Apa yang sedang kalian lakukan didepan pintu heoh?'' Tanya  Boram sambil tersenyum manis.
 Mereka diam, Boram pun melangkah untuk duduk namun.
    ''Wae eonni? Wae kau tak bicara pada kami?'' Tanya Eunjung.
   ''Ne eonni, kenapa kau membuat kami menjadi orang jahat.'' Ucap Hyomin histeris.
   ''Aigo, ada apa dengan kalian? Apa yang kalian bicarakan heoh?''
lalu Eunjung menyerahkan amplop coklat, Boram membukanya kemudian matanya membulat, lalu ia melihat kearah Eunjung & Hyomin. ''Mianhae :'(.''
   ''Eonni....'' Rengek EunMin, EunMin (Eunjung Hyomin) kemudian memeluk Boram. Mereka ber-3 menangis bersama-sama.
Semakin hari, kesehatan Boram semakin melemah. Dia juga sering melupakan sesuatu, yang sebenarnya berada didekatnya. Jun. K yang tak tau, mulai curiga, ada sesuatu yang Boram sembunyikan.
 Seminggu itu Boram & Jun. K tak bertemu dikarnakan mereka sedang sibuk masing - masing. Tapi mereka menyempatkan untuk mengabari satu sama lain.



Namun sudah 3 hari ini  Boram tak mengabari Jun. K. Jun. K tak bisa kerumah Boram, karna dia sedang berada di luar kota.
Hari ini kebetulan Jun. K pulang, ia langsung kerumah Boram namun tak ada tanda kehidupan disana, tetangga nya pun memberitahukan Jun. K , jika Boram dirawat dirumah sakit. Shock itulah yang sekarang dialami Jun. K sekarang ia sedang berada di depan ruang rawat Jeon Boram.
     ''Sejak kapan Boram-ssi sakit?'' Tanya Jun. K agak marah kepada EunMin.
      ''Kami juga tidak tau, kami baru tau setelah kami menemukan amplop itu, tepatnya setelah kalian pulang dari Namsan tower.'' Jelas Eunjung, sedangkan Hyomin masih menangis...
     ''Jadi kalian juga baru tau yak!'' Gumam Jun.K ''Chagia sadarlah! Aku disini menunggumu.'' Ucap Jun. K yang melihat Boram dari kaca yang ada di depan pintu kamar.   Setelah seharian akhirnya Boram sadar.
      ''Eonni, kau harus sehat ne, :) '' Ucap Hyomin berkaca - kaca. Boram tersenyum.
   ''Ne eonni, Hyomin benar kau harus sehat! Nanti jika kau sudah sehat, aku akan membagi makananku denganmu, Boksu ^^. Oleh karna itu eonni kau harus kuat ne.''
      ''Gomaweo saengie :). Ham Eunjung kau harus menjaga Hyomin, kalian berdua harus membagi tugas merawat rumah!Park Hyomin kau jangan mencari masalah dengan Eunjung lagi! Jika dia tidak mau jangan dipaksa ne :D '' EunMin mengangguk. ''Min Jun-ah mianhae, aku tidak memberi kabar padamu :).'' ucapnya tersenyum lembut.
      ''Ne aku marah padamu Boram-ah, oleh karna itu kau harus sehat agar aku bisa menghukummu.'' Ucap Jun. K sedih. Boram hanya tersenyum.

Sehari, dua  hari, tiga hari, Boram mulai baikkan dan ia ingin ditemani jalan - jalan ke taman oleh Jun. K
    ''Hajiman chagia kau.....''
     ''Ouh hayolah Min Jun-ah  aku bosan disini.'' rengek Boram, akhirnya dengan berat hati Jun. K mengantar Boram jalan - jalan ketaman rumah sakit. Mereka duduk disalah satu  bangku disana.
    ''Min Jun Chagia....'' Ucap Boram lemah.
    ''Ne chagia, wae?''
    ''Disini dingin sekali.''
    ''Oleh karna itu lebih baik kita masuk saja.'' Jun. K berdiri namun tangannya ditahan oleh Boram.
    ''Duduklah....''
    ''Hajiman Chagia'' Ucap Jun. K lirih
    ''Duduklah ada yang ingin ku bicarakan padamu.'' Jun. K pun menurut ''Aku tidak suka musim dingin, aku suka musim gugur, dan Min Jun-ah jadilah musim gugur dan jangan menjadi musim dingin. Walaupun kau lahir di musim dingin, tapi tetaplah menjadi musim gugur :).'' Jun. K memperhatikan raut wajah Boram. ''Jadilah musim gugur yang hangat :) .''
      ''Boram ada apa?'' Tanya Jun. K cemas
      ''Disini dingin, Kha kita masuk ^^ '' Ucap Boram tak menjawab pertanyaan Jun. K. Mereka kembali kekamar Boram. ''Aku lelah Min Jun-ah jangan bangunkan aku ne :D .'' Jun. K hanya menatap Boram, ia membenarkan posisi selimut Boram. Saat Boram mau memejamkan matanya.'' Min Jun chagia :) Hiduplah bahagia walau tanpa aku :) '' Jun. K tak dapat menjawab hatinya terlalu sakit.
      ''Sudahlah bukankah kau lelah?'' Boram mengangguk ''Tidurlah, sampai bertemu besok pagi :)'' Jun. K mencium kening Boram. Tanpa Jun. K ketahui itu lah akhir dari kehidupan Boram, Boram telah tiada di dunia lagi, ia meninggalkan Jun. K.






~7 tahun kemudian~

Di bawah pohon rindang di sebuah makam. Dengan Nisan bernama Jeon Boram
    ''Chagia, aku datang :) sesuai keinginanmu, aku menjadi musim gugur yang hangat. Tapi.....'' Jun. K menaburkan bunga. '' Mianhae, karna aku menjadi musim dingin untuk diriku. Musim dingin yang sangat amat dingin...''
     ''Hyung, kha hari ini kita akan terlambat.'' teriak seseorang.
    ''Ne Chansungie, tunggu sebentar!.'' Jawab Jun. K ''Borammie, aku pergi dulu ne, nanti aku akan datang kembali :) .''




>>>>End<<<<