She's Ma Girl Part 2
She's Ma Girl
Cast : Park Hyomin, Jang Wooyoung.
Other cast : Jessica
Jung, Park Soyeon dll.
Author : Upi Sung
Genre : Fantasy, romance.
Cr : asfly3424
Dan ini part 2 nya, kali ini ff nya spesial Ultah Hyomin yang jatuh pada 30 Mei, satu bulan setelah Wooyoung,
tapi karna keterlambatan, dan karna ini ff pernah digunakan untuk lomba
jadi author baru bisa post
Happy Reading!!!
#Kau, yang menghilang... Kembalilah...#
''kenapa wajahmu murung Hyomin-ah....''
Tanya Lembut seorang yeoja mungil. Yeoja yang dipanggil Hyomin hanya diam tak
menanggapi. ''Yak Hyomin-ah!!'' Teriaknya sekarang karna kesal pertanyaannya
tidak ditanggapi oleh sang empunya raga.
''Ne Soyeon sunbae wae?'' Tanya Hyomin tak
berdosa. ''Sudahlah lupakan!!!'' Kesal yeoja mungil tadi yang ternyata bernama
Soyeon. Soyeon beranjak, namun baru beberapa langkah, pertanyaan Hyomin
membuatnya berhenti ''Apa tidak bisa aku menjadi manusia seutuhnya sunbae?''
''Mwo? Jadi wajahmu murung, itu semua
karna ini?'' Tanya Soyeon tak percaya, Hyomin melihat wajah Soyeon lalu
mengangguk polos. ''Itu bisa saja, tapi kau harus bisa memenuhi syaratnya.''
Jawab Soyeon lembut, setelah melihat ekspresi Hyomin yang memelas. Hyomin yang
mendengar hal itu, matanya langsung berbinar - binar.
''Jinjah sunbae? Apa itu syaratnya?''
''Gelang yang ada ditanganmu, harus kau
lepaskan dan setelah itu......'' Soyeon menggantung perkataannya. Hyomin masih
memperhatikan raut wajah Soyeon. ''Setelah itu kau harus mendapatkan sebuah
cinta yang tulus dari seorang pria. Jika pria itu menyatakan cintanya padamu.
Dan terbukti tulus,kau akan berubah selamanya menjadi manusia. Akan
tetapi.......'' Lagi Soyeon menggantung perkataannya. Kali ini ia terdiam cukup
lama.
''Wae Sunbae?'' Tanya Hyomin yang tak
kunjung mendengar perkataan Soyeon.
''Akan tetapi, jika satu minggu setelah
hari ulang tahunmu, kau tak kunjung mendapatkan pernyataan cinta dari pria yang
tulus mencintaimu, kau akan berubah menjadi bidadari paling buruk lalu
diasingkan dipulau terpencil......'' Ucap Soyeon akhirnya. Hyomin meneguk
salivanya, cukup lama Hyomin terdiam sebelum akhirnya ia berkata ''Hanya itu
sajakah sunbae?'' Ucapnya, Soyeon tak percaya dengan jawaban yang diberikan
oleh Hyomin.
''Apa kau yakin Park Hyomin?'' Tanya
Soyeon dengan nada seriusnya, Hyomin mengangguk pasti. ''Baiklah, ikuti aku!''
Lanjutnya sambil berjalan menuju kesuatu tempat yang diikuti oleh Hyomin... Dan
sekarang mereka ada di sebuah ruangan putih, kosong dan luas hanya ada sebuah
lemari dan gelas - gelas eksperimen,
''Tempat apa ini sunbae?'' Tanya Hyomin,
namun Soyeon tak menjawabnya melainkan terus berjalan didepan Hyomin. Soyeon
mengeluarkan sebuah gelas eksperimen.
''Lepaskanlah gelangmu, lalu taruhlah
disini.'' perintah Soyeon. Hyomin menurut, akan tetapi sebelum gelang itu jatuh
kedalam gelas, Soyeon menanyakan kembali apakah Hyomin bersungguh - sungguh.
Dan Hyomin mengangguk pasti, gelang itupun jatuh kedalam gekas, kemudian sebuah
cahaya bersinar terang. Hyomin menutup matanya, ketika ia membuka matanya ia
sudah berada ditempat yang berbeda.
''Aku sudah mempersiapkan semua keperluanmu
sebagai manusia. Bekerjalah agar kau menghasilkan uang untuk bertahan hidup.''
Hyomin hanya mengangguk senang. ''Ouh ya satu lagi, bukankah kau ingin bertemu
dengannya? Jangan menemuinya langsung, biarkanlah dia yang mengenalimu lebih
dulu.'' Hyomin mengerutkan keningnya. ''Wae?'' Tanya Hyomin. ''Karna jika kau yang
menyapanya lebih dulu, semua usahamu akan sia - sia.''
''Ne araseo.''
''Ingat waktu mu hanya 1 minggu setelah
ulang tahunmu, kau harus mendapatkannya. Jika tidak..... Kau tau kan
akibatnya?'' Hyomin mengangguk, Soyeon menghilang setelahnya.
-~~~-
-Bruk-
''Mianhae ahgassi.''
''Ne gwaenchan.'' Yeoja tadi menengok. *Ugh
kukira tadi ini kau!* batin Namja yang menabrak yeoja itu.
''Ouh apakah kau Jang Wooyoung?'' Namja
yang ditanya seperti itu hanya terdiam mengerutkan keningnya, dia juga membatin
*Apakah aku seterkenal itu? Sampai - sampai gadis asing pun mengenaliku!*
Tanyanya dalam hati. Wooyoung hanya mengangguk.
''Pantas saja Hyoyeon jatuh hati padamu, ia
juga sangat menderita setelah kau menolaknya!'' -Deg- *Apalagi ini?* Batin
Wooyoung lagi. ''Ternyata bukan hanya karna kau tampan tapi juga karna kau baik
dan sopan.'' lanjut yeoja tadi.
''Jeosonghamnida, memangnya kau siapa?'' Tanya Wooyoung selembut
mungkin. Yeoja tadi tertawa.
''Ah, mianhae Wooyoung-ssi aku lupa :D
hehehe. Namaku Jessica Jung.'' Ucap yeoja tadi sambil tertawa. *Dasar yeoja
aneh!* Batin Wooyoung. ''Aku sepupunya Kim Hyoyeon.'' Lanjutnya ''Dia sering
cerita tentangmu padaku, dan sepertinya aku harus meminta maaf padanya. Karna
aku menyukai pangeran pujaannya itu.'' Ucap Jessica panjang lebar. *Ya ampun
apa yeoja ini sudah gila?* batin Wooyoung menautkan alisnya.
''Ah Jessica-ssi, mianhae aku harus
pergi.'' Ujar Wooyoung kikuk. ''Dasar yeoja aneh.'' Gumam Wooyoung ketika
meninggalkan yeoja yang bernama Jessica itu.
-~~~-
*Siapa dia?* batin Wooyoung saat melihat ada
seorang gadis sedang menatap rumahnya. Dia mengenakan Jeans pendek dan kaos
yang dibalut kemeja lengan panjang tak terkancing. Gadis itu pergi ketika
Wooyoung mendekat.
''Siapa dia?'' Ucapnya ''Posturnya seperti
gadisku.'' Lanjutnya, namun Wooyoung yang cuek hanya mengangkat bahu nya.
Tak terasa malam pun
tiba,,,,,,,,,
''Akh perutku lapar sekali.....'' Ucap
Wooyoung yang masih sibuk dengan tugas - tugas kuliahnya. Ia pun memutuskan
untuk mencari makanan didapur, akan tetapi nihil, dia tak menemukan apapun
disana selain peralatan dapur. Sehingga mau tak mau ia harus keluar untuk
mencari makanan. Ia pergi ke super market. Setelah sampai di super market yang
kebetulan tidak jauh itu, dia langsung memilih apa yang akan Wooyoung beli.
Setengah jam sudah ia berada ditempat itu, ia sudah selesai memilih Wooyoung
pun memberikan belanjaannya kepada sang kasir. Ia tertegun saat melihat siapa
yang berada dimeja kasir itu.
''Ige ahjussi,,,, semuanya 3800 won.'' Ucap
sang kasir sembari menyerahkan belanjaan Wooyoung, Wooyoung memberikan uangnya.
''Jadi benarkah ini kau Park Hyomin?'' Ucap
Wooyoung setelah melihat pin nama sang kasir. Sang kasir yang merasa namanya
disebut, menengok. Mata mereka bertemu, dan saat itu waktu serasa berhenti.
''Ekhem...'' Ucap suara dibelakang Wooyoung,
mereka (Hyomin & Wooyoung) tersadar dari lamunan masing - masing.
''Ahjussi, menyingkirkan lah jika kau sudah selesai.'' Lanjutnya, Wooyoung pun
menyingkir. ''Ouh kau lagi Wooyoung-ah?'' Ucap orang itu. Wooyoung melihat
kearahnya, setelah tau siapa yang berada didepannya saat ini. Dia menunjukkan
raut wajah tak suka. Berbanding terbalik dengan orang itu. ''Apa mungkin kita
berjodoh?'' Tanya orang itu yang terus mengoceh.
''Hahahaha,,,, itu tidak mungkin
Jessica-ssi. Kita bertemu hanya karna suatu kebetulan saja. Kalau begitu aku
duluan ne, Jessica-ssi. Annyeong.'' Ucap Wooyoung dengan nada yang sedikit
dingin. Hyomin menatap Jessica dengan pandangan tak suka.
''Yak nona Park, cepatlah sedikit.'' Kesal
Jessica.
''Ige, 5000 won.'' Ucap Hyomin datar.
Jessica memberikan uangnya lalu berlari mengejar Wooyoung, namun yang dikejar
sudah tak terlihat di kegelapan malam. Jessica pun kembali kerumahnya.
Tik,,,,,, tik,,,,,,,, tik
''Hyomin-ssi, pulanglah! Tokonya akan ku
tutup sebentar lagi.'' Ucap pemilik supermarket itu. ''Ne ahjumma. Aku pamit.
Annyeong!'' Ucap Hyomin setelah seleai berberes. Hyomin berjalan keluar, ia
sudah berganti pakaian.
''Hyomin-ah......'' Panggil sebuah suara
dibelakang Hyomin disuatu gang gelap. Hyomin berbalik, dan namja itu sudah
berada didepan Hyomin, lalu memeluknya. ''Aku merindukanmu Park Hyomin.''
Ucapnya masih erat memeluk Hyomin.
''Woo
young-ssi.''Gumam Hyomin terharu.
-~~~-
''Kemana saja kau selama 3 minggu ini?''
Tanya Wooyoung yang baru memberikan minuman kepada Hyomin, lalu ia duduk
disamping Hyomin.
''Ne? Ah aku..........''
''Sudahlah. Itu tidak penting.'' Potong
Wooyoung yang melihat Hyomin kebingungan. ''Apa kabarmu heoh?''
''Aku baik Wooyoung-ssi. Kau sendiri,
bagaimana kabarmu?'' Tanya balik Hyomin.
''Aku juga baik, hanya saja hatiku sedang kurang baik.'' Hyomin menatap
tak mengerti pada Wooyoung.
''Ah banyak yang ingin kutanyakan padamu,
bolehkah?'' Lanjutnya, Hyomin mengangguk. Wooyoung pun bertanya. Malam itu
mereka saling berbagi cerita, hal itu juga menyebabkan Hyomin bermalam dikediaman
Wooyoung, mereka juga tak luput dari saling tukar menukar nomor telpon.
-~~~-
-Engh- erang Wooyoung, -Drrrt- -Drrrt-
-Drrrt- Wooyoung melihat pesan masuk diponselnya.
+Wooyoung-ssi, mianhae aku pulang tanpa
pamit denganmu. Aku sudah menyiapkan makanan untukmu.+
Wooyoung terkekeh ''Gadis itu terlalu formal
terhadapku.'' Ucap Wooyoung kecil. Wooyoungpun bersiap - siap untuk pergi ke
kampusnya. Tak butuh waktu lama baginya untuk pergi. Sesampainya dikampus, ia
melihat seseorang yang sudah tak asing baginya.
''Ouh Annyeong Wooyoung-ah. :) kita bertemu
lagi rupanya.'' Ucap orang itu ketika melihat Wooyoung yang baru datang. Namun
Wooyoung hanya melaju begitu saja, dengan tampang cueknya. ''Yak Jang Wooyoung,
tunggu aku.'' Teriak orang itu sambil berlari
mengejar Wooyoung yang sudah jauh
didepan.
''Berhentilah mengikutiku Jessica-ssi.''
Ucap Wooyoung sedatar mungkin. ''Anio,
aku tidak ingin seperti Hyoyeon yang mengagumimu hanya didunia hayalannya saja,
tidak berani mengutarakannya padamu.'' Jelas Jessica panjang lebar, yang hanya
didengar malas oleh Wooyoung. ''Terserah
kau sajalah. Tapi jangan salahkan aku jika kau akan terluka nantinya.'' Ucap
Wooyoung malas.
Hari demi haripun berlalu..... Sekarang
sudah hari ke-2 Hyomin tinggal dirumah Wooyoung setelah pertemuan mereka malam
itu. Wooyoung memaksa Hyomin untuk tinggal bersamanya, mau tidak mau, akhirnya
Hyomin pun setuju.
''4 hari lagi rupanya.'' Ucap Wooyoung
setelah selesai pelajaran.. ''Ada apa Wooyoung-ah?'' Tanya seseorang sambil
menepuk pelan pundak Wooyoung.
''Ouh Taecyeon hyung, ah ani....'' Ucap
Wooyoung sedikit terkejut. ''Kau yakin?'' Wooyoung mengangguk.
''Baiklah kalau begitu, aku duluan ne!''
Ucap Taecyeon lagi. Wooyoung mengangguk sebelum menambahkan perkataan, '' Ne
hyung, hati - hatilah!'' Taecyeon mengangguk dan meninggalkan Wooyoung sendiri
diruangan itu. Tak lama setelah Taecyeon keluar, Wooyoung pun pergi
meninggalkan ruangan itu. Diluar sana ternyata sudah menunggu seorang Jessica,
memang semenjak pertemuan hari itu, Jessica selalu mengikuti Wooyoung, dan hal
itu juga yang membuat Wooyoung merasa tak nyaman.
''Wooyoung-ah, bisakah kita makan malam
bersama hari ini?'' Tanya Jessica, ketika Wooyoung berada disampingnya.
Wooyoung nampak berfikir, entah ini keberapa kalinya gadis itu mengajak
Wooyoung untuk makan malam bersama.
''Baiklah, tapi hanya kali ini saja?'' Ucap
Wooyoung setelah cukup lama berfikir. Sebuah senyuman tersirat diwajah cantik
sang yeoja.
Tik..... Tik...... Tik.....
Malam ini mereka pergi bersama, Wooyoung
dijemput oleh Jessica di supermarket tempat Hyomin bekerja. Disaat Wooyoung
masuk kedalam mobil Jessica, disaat itu juga Hyomin melihat dengan jelas wajah
Wooyoung dan gadis yang bersamanya. Tiba - tiba saja air itu turun dikedua
belah pipi Hyomin. Wooyoung dan Jessica tak menyadari akan kehadiran Hyomin.
''Wooyoung-ssi.......'' Lirih Hyomin.
-~~~-
''Ada apa dengan gadis itu?'' Tanya Wooyoung
pada dirinya sendiri, ia masih memperhatikan gerak - gerik gadisnya itu,
setelah 3 hari belakangan ini dia sangat aneh kepada Wooyoung. Sebenarnya bukan
aneh, hanya saja sikapnya sedikit menjauh dari Wooyoung, setidaknya itulah yang
Wooyoung rasakan.
''Hyomin-ah.'' Panggilnya sebelum berpisah
dengan Hyomin. ''Ne?'' Hyomin melihat
wajah Wooyoung.
''Ada apa?''
''Mwo?'' Tanya balik Hyomin bingung.
''Ada apa denganmu? Kenapa kau terkesan
menjauhiku?'' Tanya Wooyoung to the point.
''Ah, itu hanya perasaan mu saja
Wooyoung-ssi.'' Jawab Hyomin mengelak. ''Benarkah?'' Hyomin mengangguk.
''Sudahlah Wooyoung-ssi aku duluan ne :).'' Ucap Hyomin seraya
meninggalkan Wooyoung *Mianhae
Wooyoung-ssi.* Batin Hyomin.
-----------------------
Malam ini Wooyoung sedang di festival musim
panas yang berada didekat Universitasnya. Disana banyak terdapat stand - stand
penjual boneka. Tapi hanya ada satu stand boneka yang membuat Wooyoung tertarik
untuk membelinya, yaitu sebuah boneka Kanguru yang berukuran lumayan besar.
''Ahjumma ini berapa harganya?'' Tanyanya
pada ahjumma penjual boneka itu.
''Ige 48.000 won.'' Ucap ahjumma sambil
memberikan bonekanya kepada Wooyoung. Wooyoung yang tak mempermasalahkan harga
pun, langsung membayar nya. ''Untuk hadiah ulang tahun kekasihmu kah?'' Tanya
sang ahjumma tersenyum jahil. Wooyoung hanya nyengir dan mengangguk kikuk.
''Kalau begitu, akan aku berikan potongan harga khusus untukmu.''
''Khamsamnida ahjumma, jeongmal
khamsamnida.'' Ucap Wooyoung terharu. Wooyoung pun meninggalkan stand ahjumma
itu setelah uangnya sudah dikembalikan. Disana ia juga bertemu dengan Taecyeon,
mereka saling bertukar sapa. Bahkan Taecyeon menggoda Wooyoung yang sedang
membawa boneka yang cukup besar. Mereka memang berteman cukup dekat, jadi tak
heran jika tidak ditemukan aura canggung diantara mereka bila sedang bertemu.
Wooyoung pulang cukup larut, ketika ia
menginjakkan kaki didalam rumahnya, ia melihat gadisnya tertidur disofa ruang
tengah. Wooyoung mendekat lalu terlihat wajah tenang dari gadisnya itu.
Wooyoung menggendong gadisnya, menuju kamar sang gadis dan menidurkannya
dikasur yang ada didalam kamar itu. Walaupun wajahnya tenang, namun matanya
terlihat sembab dan bulu matanya sedikit basah.
''Apa kau melihatnya Hyomin-ah? Aku dan
Jessica yang pergi berdua waktu itu?'' Tanya Wooyoung pelan pada makhluk yang
sedang tertidur dihadapannya saat ini. ''Mianhae, sungguh kami tidak memiliki
hubungan apapun.'' Ucapnya lirih masih dengan suara kecilnya. Wooyoung melihat
jam di dinding kamar itu, ''Sebentar lagi yah.'' Gumam Wooyoung. Wooyoung
bangkit dan keluar dari kamar itu menuju keruang tamu. Akan tetapi tak lama
kemudian, ia kembali masuk ke kamar sang gadis. Ia meletakkan boneka yang cukup
besar itu disamping sang gadis.
''Saengil chukkaehamnida Hyominnie :) .''
Ucapnya, lalu ia mencium kening sang gadis sebelum benar - benar keluar dari
kamar itu.
-~~~-
''Ouh kau sudah bangun Hyomin-ah?'' Tanya
Wooyoung yang melihat Hyomin berjalan menuju kearah nya. Hyomin mengangguk.
''Kau tidak ke kampus Wooyoung-ssi?'' Tanya Hyomin yang mau meminum susu yang
sudah di siapkan oleh Wooyoung. Wooyoung menggeleng.
''Ani, aku ingin pergi bersamamu hari
ini.'' Ucapnya. Hyomin tersedak. ''Yak gwaenchana Hyominnie?'' Tanya Wooyoung
kaget, ia juga refleks menepuk - nepuk pelan punggung sang gadis.
''Ne, naneun Gwaenchana.''
''Sudahlah! Kau harus bersiap - siap
sekarang!'' Perintah Wooyoung. Memang sekarang Wooyoung terlihat dengan pakaian
kasualnya. ''Tapi,,,,,,,,,,,,''
''Tidak ada tapi - tapian! Sudah sana
ganti bajumu!'' Potong Wooyoung. Hyomin yang sejak awal memang tidak bisa
menolak, jadi sampai sekarang pun ia tak bisa menolak. Hyomin bergegas untuk
mengganti pakaiannya.
------SKIP------
Sekarang mereka sedang berada di Lotte
World. Mereka sudah berada disini dari 5 jam yang lalu, waktu pun sudah
menjelang malam, namun sebelum hari itu benar - benar menjadi malam, mereka
menyempatkan diri untuk menaiki kereta gantung. Di dalam sana hanya ada mereka
berdua.
''Hyominnie, saengil chukkaeyo.'' Hyomin
yang sedang memandang pemandangan, tertegun. ''Dari mana kau tau?'' Tanya
Hyomin bingung.
''Aku tau dari seorang nenek peramal sewaktu
aku berada di festival awal musim panas dua bulan yang lalu.''
''Tapi bagaimana mungkin kau mengira kalau
yang ia maksud itu aku?'' Tanya Hyomin lagi.
''Entahlah, itu mungkin karna kita sudah
ditakdirkan bersama :) .'' Ucap Wooyoung santai. Sedangkan Hyomin hanya bersemu
merah. ''Benarkah?'' Gumam Hyomin kecil, bahkan sangat kecil untuk di dengar
oleh orang yang berada di sampingnya, namun kenyataannya adalah sebaliknya.
''Tentu saja.'' Respon
Wooyoung, Hyomin hanya terpaku.
Akhirnya mereka pun
kembali terdiam, entah keadaan yang sunyi seperti ini berubah menjadi keadaan
yang sangat romantis. Dan tiba - tiba saja muncul keberanian di benak Wooyoung,
Wooyoung bergerak maju, perlahan namun pasti, bibir itu menyatu dengan bibir
gadisnya itu. Cukup lama hingga Hyomin menghentikan kegiatan itu. Wooyoung yang
mendapat pemberhentian seperti itu hanya bisa bertanya kenapa.....
''Kau tidak boleh seperti itu Wooyoung-ssi.
Jika kau seperti itu, gadis itu pasti marah.'' Ucap Hyomin lirih. Wooyoung
hanya mengerutkan keningnya.
''Siapa yang kau maksud Hyominnie?''
''Siapa lagi kalau bukan Jessica-ssi!''
Ucap Hyomin lemah. Tapi ia hanya mendapat tertawaan dari sang namja.
''Yak Wooyoung-ssi, berhentilah
menertawakanku!'' Kesal Hyomin. Kemudian setelah puas tertawa, Wooyoung pun
menjelaskan semuanya, termasuk hubungan Jessica
dengannya. Mereka hanya berteman. Saat Wooyoung selesai menjelaskan,
pintu kereta gantung pun terbuka.
''Jadi apakah kau mau menjadi gadisku mulai
sekarang dan selamanya?'' Tanya Wooyoung yakin, sebelum mereka keluar dari kereta gantung itu. Hyomin
mengangguk sambil berusaha menahan tangisan bahagianya. Mereka meninggalkan
kereta gantung dengan status sebagai pasangan kekasih dan berjalan dengan
tangan yang saling berpegangan.
Sesampainya dirumah, Wooyoung menanyakan
kenapa benda yang diberikan olehnya, tidak dipakai Hyomin.
''Benda apa?'' Tanya Hyomin bingung, ia
memang tidak tahu - menahu tentang benda yang di maksud Wooyoung. Wooyoung
hanya menghela nafas.
''Jadi kau belum melihatnya? Benda di kantong
boneka kanguru itu?''
''Aku melihat boneka nya, tapi aku tidak
tau benda apa yang kau maksud Wooyoung-ah.'' Ucap Hyomin jujur. ''Baiklah
tunggu sebentar!'' Wooyoung berjalan ke kamar Hyomin dan mengambil benda yang
berada di kantong boneka kanguru. Ia kembali ke ruang tamu, dimana masih
terdapat sang gadis disana. Ternyata benda yang ia bawa adalah sebuah kalung
liontin. Wooyoung memakaikannya ke leher jenjang sang gadis. Hyomin hanya
terdiam.
''Saranghae jeongmal saranghae.'' Bisik
Wooyoung ketika selesai memakaikan kalung. Kali ini Hyomin benar - benar
menangis, air mata nya jatuh dengan deras. Ia menangis karna terharu, ternyata
cintanya terbalaskan. ''Nado Wooyoungie, gomaweo.'' Ucap Hyomin ditengah
tangisannya, mereka berpelukkan.
Dilain tempat, Soyeon tersenyum bahagia.
''Chukkaeyo Hyomin-ah :) .'' Ucapnya setelah nya ia menghilang.
Sekarang Hyomin sudah menjadi manusia
seutuhnya, ia sudah menemukan namja yang mencintainya yaitu Jang Wooyoung.
Suatu kebahagiaan yang tidak ternilai di hari ulang tahun sang gadis.
-~END~-

