She's Ma Girl Part 1
She's Ma Girl
Cast : Jang Wooyoung, Park Hyomin.
Other cast : Kim Hyoyeon, Kim Donghyun, Ok Taecyeon, Kwon
Yuri, dll
CR : Pus'z Imanda art
Genre : Fantasy, Romance
Author : Upi Hwang.
Sebenarnya ini Ff untuk spesial Ultah Wooyoung yang jatuh pada tanggal 30 April, tapi karna keterlambatan, dan karna ini ff pernah digunakan untuk lomba jadi author baru bisa post
Happy Reading!!!
''Wooyoung-ah.''
''Ne?'' Namja yang di panggil -Wooyoung-
menengok.
''Mau pulang bersama?'' Tawar orang yang
memanggil tadi. Wooyoung berfikir sejenak, lalu ia menganggukkan kepalanya.
Memang rumah mereka berada di arah yang sama.
Di dalam perjalanan pulang, mereka saling
bercanda, karna tak jarang terlihat mereka sedang tertawa.
''Hyoyeon-ah, aku duluan ne :) .'' Ucap
Wooyoung saat sudah berada didepan rumahnya. Orang yang dipanggil Hyoyeon
mengangguk. Wooyoung pun masuk kedalam rumahnya, saat Wooyoung berjalan menuju
pintu rumahnya,
''Kau sudah pulang Wooyoungie?'' Sapa
Seorang namja.
''Ne hyung, kau tidak pergi hyung?''
Tanya Wooyoung mengurungkan niatnya
untuk masuk kerumahnya.
''Ani, yeoja chinguku sedang marah
padaku.''
''Ckckck.... Memangnya kau punya yeoja
chingu Taecyeon hyung? :/ .'' Canda Wooyoung.
''Aissh sombong sekali bocah ini,
memangnya kau juga punya yeojachingu heoh? Tidakkan? :) .'' Canda namja yang di
panggil -Taecyeon-.
~
-Huh- desahan nafas seseorang berulang kali
''Lebih baik aku keluar untuk mencari makanan.'' Ucapnya setelah sekian menit
hanya berbaring diatas kasur.
-Ceklek- suara pintu terkunci. Suara derap
kakipun terdengar disaat dia sedang berjalan menuruni tangga.... Orang itu pun
berjalan menuju Supermarket yang berada didekat rumahnya. Tidak butuh waktu
lama baginya untuk sampai ditempat tujuan, ia pun masuk dan mencari sesuatu
yang sesuai dengan selera makannya saat ini. Ketika ia akan mengambil sebungkus
mie ramyeon, ada sebuah tangan yang juga akan mengambil mie itu. Dia pun
mengalah dan orang yang memegang mie itu menatapnya.
''Ouh Wooyoung? Kau kah itu?'' Ucapnya
-Wooyoung- orang itu menengok. ''Ah benar ini kau!'' Lanjutnya dengan senyum
mengembang dibibirnya. Wooyoung hanya -nyengir- ketika ia ingat, siapa manusia
yang ada didepannya saat ini. ''Ne,
Yuri-ssi, kau rupanya!''
Mereka terus saja berbincang. Mereka itu teman
lama disekolah dance sewaktu di Busan dulu. Tidak terasa semua yang ingin
dibeli Wooyoung pun sudah ada dikeranjangnya, ia membayarnya lalu keluar,
begitu pula Yuri.
''O ya ku dengar kau satu Universitas
dengan Hyoyeon?'' Tanya Yuri ketika mereka berada di depan Supermarket. Wooyoung
mengangguk.
''Sepertinya dia masih terobsesi
denganmu.'' ''Mwo?'' Tanya Wooyoung
bingung, Yuri menengok kearah Wooyoung, ia mengerutkan keningnya.
''Kau tidak tau?'' Wooyoung menggelengkan
kepalanya. ''Jadi begitu, sepertinya dia tidak ingin kau tau.'' Ucap Yuri. ''Ya
sudah aku balik duluan ne :) .'' Lanjutnya setelah terdiam cukup lama. Wooyoung
yang tak mau ambil pusing pun hanya mengangguk. Mereka berpisah di persimpangan
jalan. Karna sekarang waktu sudah cukup larut, jalanan yang ia lewati
terasa sangat sunyi. Namun ketika ia melewati gang kecil yang menuju
kerumahnya, ia melihat seorang gadis
(?) mengenakan dress putih selutut tanpa
lengan. Wooyoung yang cuek hanya menengok kearahnya sebentar, lalu berjalan
kembali. Akan tetapi pikirannya sedikit terusik ketika ia melihat beberapa
lelaki hidung belang sedang mendekat kearah gadis tadi yang sekarang sedang
duduk dibangku yang berada dipinggir jalan dibawah sinar lampu. Ia berusaha
cuek, namun
''Yak menjauhlah dari gadisku!'' Teriak Wooyoung
dibelakang mereka. Lelaki tadi menengok, lalu mereka menertawakan Wooyoung.
''Siapa bocah ini?'' Tanya salah satu dari
mereka.
''Entahlah, tapi tadi dia bilang
-Gadisku-.'' Sahut laki - laki lainnya. Wooyoung yang jengah akhirnya berteriak
lagi.
''Menjauhlah!'' Ia maju dan menarik lengan
gadis tadi, gadis itu hanya menatap Wooyoung dengan tatapan -polos- . Namun
belum jauh melangkah, mereka menahan pundak Wooyoung. Wooyoung menengok, pria
yang memegang pundak Wooyoung tiba - tiba memukul wajah Wooyoung -Bugh-
pukulannya mengenai ujung bibir Wooyoung hingga mengeluarkan sedikit darah.
Gadis yang bersama Wooyoung membulatkan matanya. Wooyoung membalas pukulan
tersebut. Dan mau tidak mau perkelahian pun terjadi -Bugh- -Bugh- -Bugh-, suara
- suara seperti itulah yang terdengar di
kegelapan malam.
Wooyoung yang kalah segalanya, baik dari postur maupun dari banyak nya
orang, ia pun akhirnya jatuh tersungkur. Namun tak lama kemudian, entah apa
yang terjadi. Para pria hidung belang tadi tiba - tiba saja jatuh dan tak
sadarkan diri. Wooyoung yang sudah setengah tidak sadar, tidak terlalu
memperhatikan kejadian tersebut. Sang gadis duduk bersimpuh di samping kepala
Wooyoung. Sekarang Wooyoung sudah tak sadarkan diri. Gadis tadi menangis dan
air matanya jatuh membasahi wajah tampan Wooyoung.
Wooyoung yang sudah 15 menit terpejam,
akhirnya menunjukkan bola mata indahnya pada sang gadis yang kini sedang
membiarkan paha putihnya untuk menahan kepala Wooyoung. Wooyoung mengerjapkan
matanya berkali - kali, hingga dia menyadari kalau dia sedang berada di
pangkuan seorang gadis yang sedang menangis. Wooyoung yang terkejut refleks
berdiri, gadis tadi menatap senang Wooyoung, matanya yang indah masih
menyisahkan sedikit air mata dipelupuk matanya.
''Pulanglah!'' Ucap Wooyoung dingin, ketika
mereka sudah saling berhadapan, sang gadis hanya diam . Wooyoung berbalik, lalu
berjalan pergi. Wooyoung tidak menyadari bahwa sang gadis masih mengikutinya.
Saat Wooyoung akan membuka pintu,
''Yak apa yang kau lakukan disini?'' Teriak
Wooyoung ketika menemukan gadis tadi berada disampingnya. ''Pulanglah aku mau
istirahat!'' Lanjutnya. Wooyoung masuk begitu saja.
1/2 jam lebih hingga akhirnya terdengar
-Ceklek- suara pintu terbuka.
''Yak kenapa kau masih disini?'' Ujar
Wooyoung frustasi, karna ia masih melihat -gadis- nya itu duduk sambil memegang
lututnya berada disamping pintunya. Sang gadis menengok dan menatap Wooyoung
dengan mata yang berbinar - binar. Entah ada angin apa, Wooyoung akhirnya luluh
dan membiarkan -gadis-nya itu masuk.
~
''Ulurkan tanganmu.'' Pinta Wooyoung,
-Gadis- nya itu menurut. Lalu Wooyoung membalut luka disiku -gadis-nya itu.
''Siapa namamu?'' Tanya Wooyoung datar.
''Heoh namaku?'' Tanya balik sang gadis
bingung.
''Tentu saja, jangan bilang kau tidak punya
nama?'' Terka Wooyoung, sang gadis nampak berfikir.
''Hyomin, Park Hyomin....'' Ucap sang gadis
setelah cukup lama terdiam.
''Ouh.....''Ucap Wooyoung ber-Oh-ria.
''Namaku Jang Wooyoung!'' Lanjutnya.
Wooyoung selesai mengobati luka disiku
Hyomin. ''Tidurlah!'' Perintah Wooyoung. Hyomin membaringkan badannya, lalu
matanya yang indah terpejam.
Wooyoung menyelimuti tubuh dari gadis
berwajah tenang disaat tidur itu. Karna hari sudah larut, Wooyoung pun
Terlelap.
~
''Kau jangan kemana - mana! Tunggu aku
disini, araseo?'' Orang yang diperintah hanya mengangguk. Semua pasang mata pada
menatap ke-2 makhluk berbeda jenis yang baru datang itu. Sang namja pergi
meninggalkan -gadis-nya dibangku taman.
''Wooyoung-ah.'' Panggil yeoja lain kepada
pria tadi. Wanita itu berjalan mendekat kearah Wooyoung, dan menengok kearah
wanita tadi yang datang bersama Wooyoung, wanita yang tak lain adalah Hyomin.
''Siapa dia?'' Tanya wanita yang memanggil
Wooyoung. ''Ah Hyoyeon-ah, dia Park Hyomin.'' Jawab Wooyoung. Hyoyeon
mengangguk dan ber-oh-ria.
Tik tik tik.
Waktu terus bergulir, Hyomin masih setia
duduk dibangku itu sendiri. Ia masih sama seperti semalam, memakai dress putih
selutut tanpa lengan, namun sekarang dibalut dengan jaket levis milik Wooyoung.
Ia juga nampak memakai sepatu tali berwarna hitam putih.
''Hei...'' Sapa seseorang yang baru duduk
disamping Hyomin. Hyomin yang mendengarnya, mengalihkan pandangan dari arah
sepatu kearah seseorang yang berada disampingnya saat ini.
''Naneun Kim Donghyun, kalau kau?'' Ucap +
tanya nya sembari mengulurkan tangannya. Hyomin memperhatikan uluran tangan
itu, sebelum akhirnya menyambutnya.
''Park Hyomin.'' Ucap Hyomin tersenyum.
''Cantik...'' Gumam Donghyun, Hyomin menatap
bingung Donghyun.
''Gomaweo..'' Ucap Hyomin. Donghyun
tertegun. *Apakah dia mendengar gumamanku?* batin Donghyun, lalu Donghyun
terkekeh geli. Tak lama kemudian Wooyoung terlihat dikejauhan, dan entah
mengapa Wooyoung merasa panas di hatinya.
''Kajja kita pulang!'' Ajak Wooyoung
ketika ia sudah berada didepan Hyomin dan Donghyun, namun belum sempat dijawab,
Hyoyeon datang menghampiri mereka.
''Wooyoung-ah hari ini kita jadi bukan?
Untuk latihan dance bersama?'' Tanyanya.
''Mianhae Hyoyeon-ah, sepertinya aku tidak
bisa!'' Jawab Wooyoung dingin. Dia kemudian menarik tangan Hyomin.
''Tunggu dulu!'' Cegah Donghyun.
''Mwo?'' Tanya Wooyoung dingin.
''Biarkan Hyomin pulang denganku, kau
pergilah bersama Hyoyeon.'' Donghyun melepaskan tangan Wooyoung yang memegang
tangan Hyomin, lalu berjalan melewatinya bersama Hyomin. Wooyoung berusaha
mengejar mereka, namun terlambat. Tangannya sudah ditahan dan ditarik oleh
Hyoyeon.
~
''Kenapa kau masih diluar?'' Tanya Wooyoung
dingin dan dengan cuek berjalan melewati Hyomin yang berdiri didekat pintu,
kemudian membuka pintu. Hyomin hanya mengekor dibelakang Wooyoung.
''Apa kau masih marah padaku?''
''Ne aku marah padamu, kenapa kau pergi
bersamanya heoh?'' Teriak Wooyoung, hal itu membuat Hyomin takut dan sedih.
Airmata pun tak dapat dicegah.
''Pergilah!'' Ucap Wooyoung melemah.
''Anio, tolong biarkan aku tinggal bersama
mu 1 minggu lagi!'' Pinta Hyomin terisak.
Memang mereka sudah tinggal bersama hampir 2
minggu. Semenjak pertemuan Hyomin & Donghyun 1 minggu lalu, membuatnya
sering pergi bersama Donghyun dan hal itu membuatnya jauh dari Wooyoung.
Wooyoung memperhatikan keseriusan diwajah
Hyomin *sepertinya dia serius.* batin Wooyoung.
''Baiklah!'' Ucap Wooyoung, lalu ia berjalan
kekamarnya meninggalkan Hyomin seorang diri.
---------
--------
------
''Kau tidak ikut denganku?'' Tanyanya saat
baru duduk, yang diajak bicara hanya menggeleng. ''Wae?'' Tanyanya lagi sambil
menggigit roti bakar yang sudah disiapkan oleh sang yeoja.
''Gwaenchana, hanya saja aku ingin selalu
dirumah selama 1 minggu ini. Kau tidak masalah kan Wooyoung-ssi?'' Wooyoung
hanya mengangguk-angguk.
''Terserah kau saja!'' Ucap Wooyoung seraya
mengambil tas dan pergi meninggalkan rumah. *kau tenang saja Wooyoung-ssi, aku
akan pergi setelah mengucapkannya.* batin yeoja tadi sambil memperhatikan
punggung Wooyoung yang menjauh. Hari itu pun berlalu.....
~
Suasana di kediaman itu masih terlalu
canggung bagi dua orang yang sedang duduk berhadap- hadapan saat ini.
''Kau tidak perlu seperti ini.'' Ucap
Wooyoung datar.
''Heoh?'' Ucap Hyomin tak mengerti.
''Keluarlah, pergilah jalan - jalan. Sudah 4
hari kau tetap dirumah.'' Lalu sebuah senyuman terukir dibibir manis sang
yeoja.
''Araseo!'' Balasnya singkat.
''Pergilah bersama Donghyun, dia terus saja
menanyakan keberadaanmu.'' Suruh Wooyoung dengan sedikit nada tak rela.
''Shirreo! Aku ingin bersama Wooyoung-ssi
untuk sisa hari yang sudah kita sepakati.'' Ucap Hyomin jujur. Tiba - tiba saja
wajah Wooyoung terasa panas karna malu. ''Ouh wajahmu memerah.'' Ucap Hyomin
sambil memegang wajah Wooyoung dan memperhatikannya. Wooyoung menepis tangan
Hyomin pelan.
''A
anio..'' Ucap Wooyoung gugup. ''Baiklah ini sudah malam, aku mau tidur
dulu.'' Lanjutnya, ia meninggalkan Hyomin. Hyomin masih duduk terpaku.
''Ada apa dengannya?'' Gumam Hyomin.
Tik tik tik tik
Bunyi jam terus saja
terdengar. Hari - hari pun sudah berlalu....
Sekarang adalah hari
yang sudah ditunggu - tunggu.
''Wooyoung-ssi.''Cegah Hyomin ketika
Wooyoung akan keluar. Wooyoung menengok.
''Wae?'' Tanyanya singkat.
''Nanti sore kau pulang jam berapa?''
Wooyoung mengerutkan keningnya, lalu menggeleng.
''Molla, memangnya kenapa?''
''Pulang lah lebih awal, aku akan
menunggumu.'' Ucap Hyomin mengabaikan pertanyaan Wooyoung.
''Araseo!''
Wooyoung pun
berlalu........
~
''Wooyoung-ah.'' Wooyoung menengok, lalu
tampaklah Hyoyeon.
''Wae?''
''Nanti pulang kuliah, mau kah kau ikut
denganku?''
''Eodiseo?''
''Kau ikut saja ne!'' Paksa Hyoyeon.
----Skip----
''Sebenarnya kita mau apa disini?'' Tanya
Wooyoung mulai bosan.
''Tentu saja merayakan ulang tahunmu!''
Ucap Hyoyeon tersenyum bangga. Tak lama kemudian Yuri, Taecyeon dan teman -
teman Wooyoung datang, bahkan Donghyun pun datang. Mereka semua merayakan Ulang
tahun Wooyoung disebuah Restaurant Jepang.
Mereka terlalu larut dalam suasana,
buktinya mereka lupa kalau ini sudah hampir larut. Wooyoung juga melupakan
janjinya pada seorang gadis yang kini sedang menunggunya.
@Rumah
Tik Tik Tik.....
Wajahnya sering kali berpaling dari Kue
yang ada diatas meja kearah jam yang tergantung didinding. Raut wajahnya tampak
gusar dan senyumannya mulai menghilang. Seiring waktu berlalu, detik demi detik
pun berganti menit. Sekarang waktu menunjukkan pukul 23.57.
''Wooyoung-ah......'' Gumamnya ''Dimana kau
sekarang?'' lanjutnya lirih.
Suara detak jarum jam
pun semakin lama semakin kencang ditelinganya. Hyomin pun menutup matanya, ia
menarik nafasnya semakin dalam, lalu menghempaskannya kasar. ''Sudah
waktunya!'' Ucapnya berdiri.
Tiba - tiba saja cahaya memenuhi tubuhnya
dan dress selutut yang digunakannya berubah menjadi gaun panjang. Ia berjalan
menuju pintu, ia membukanya lalu tampaklah gadis imut dibawah anak tangga,
Hyomin menuruni anak tangga. Setelah sampai didasar anak tangga,
''Yak kenapa kau lama sekali......'' Marah
yeoja imut tadi.
''Mianhae Soyeon sunbaenim.''
''Araseo! Sudahlah, sudah saatnya. Kajja.''
Ajak Soyeon, Hyomin mengangguk.
''Ne
Soyeon sunbae.''
Hyomin menengok untuk
terakhir kalinya, sebelum sepasang sayap muncul dibalik punggungnya. Sayap yang
sama seperti yang dimiliki gadis yang berada didepannya saat ini.
@Restaurant.
''Ouh hayolah oppa, kau harus senang :)
.'' Ucap Yuri yang sudah mulai mabok.
''Ne kau harus bersemangat!'' Timpal
Hyoyeon. Wooyoung juga tidak tau kenapa ia harus merasa gelisah, namun ditengah
kegelisahannya, ----Wooyoung-ah---- Ia mendengar namanya dipanggil. Lalu
sedetik kemudian ia teringat pada Hyomin, teringat pada percakapan tadi pagi.
Dan tanpa fikir panjang lagi, ia langsung pergi meninggalkan restaurant. Dia
menaiki Taxi yang melintas.. Tak butuh waktu lama, Wooyoung turun di gang
menuju rumahnya, ia terus saja berlari hingga ia melihat sepasang bidadari
cantik sedang berdiri didasar anak tangga menuju kerumahnya. Satu wanita itu
bertubuh mungil dan satu nya lagi *Seperti Hyomin* batinnya. Wooyoung
mengerjapkan matanya berkali - kali sampai ia menangkap raut kesedihan dimata
Hyomin. Sekian detik kemudian,
''Mwo Hyomin?'' Ucapnya pada diri nya
sendiri setelah ia menyadari bahwa bidadari itu adalah Hyomin. Wooyoung
berjalan semakin cepat, akan tetapi terlambat !!!! Hyomin dan Yeoja kecil tadi
sudah menghilang di kegelapan malam, entah kenapa Wooyoung merasakan seperti
ada yang hilang di dalam hati nya yang kecil.
~
-^- Saengil Chukkaeyo. Mungkin ketika kau
membaca surat ini, hari sudah berganti. Sebenarnya aku ingin menunggumu :) tapi
aku tidak bisa, mianhaeyo :( . Wooyoung-ah Haengbokhaeyo :) . Ah satu lagi,
semoga kue nya enak dan kau suka hadiahnya. -^-
Park Hyomin.
Wooyoung menutup
kertas itu, lalu ia menangis, ya ia menangis karna membuat wanita yang disukai
nya pergi.
''Pabo, naneun paboya!'' Teriaknya di
kesendirian malam. Disaat itu juga ia teringat ucapan nenek - nenek peramal,
waktu dia menghadiri acara festival musim dingin. Nenek peramal itu mengatakan
: ''Kau akan bertemu dengan seorang gadis sebelum ulang tahunmu, gadis yang
ulang tahunnya sebulan setelah ulang tahun mu. Janganlah kau menyia - nyia
kannya atau kau akan menyesal. Mungkin sekarang kau belum mengerti, tetapi
suatu saat nanti kau akan menyadarinya.''
Wooyoung teringat kata - kata sang nenek
yang dulu ia tak perdulikan. Wooyoung menangis setelahnya.
''Mianhae jeongmal mianhae.'' Isaknya, air
matanya terus turun dari dua kelopak mata nya. Dia menangis di detik - detik
terakhir ulang tahunnya.
''Mianhae.'' Sebuah kata yang terus -
terusan terucap dari dua belah bibirnya.
''Wooyoung-ah....''
''Hyomin-ah kau kah itu?'' Ucap Wooyoung
masih terisak, ketika ia mendengar suara yang ia kenal memanggil namanya.
''Ne, ini aku.....'' Wooyoung mengangkat
wajahnya lalu terlihatlah matanya yang sembab. Kemudian tampaklah wanita cantik
dengan sayap di balik punggungnya.
''Mianhae karna sudah membohongimu.''
Lanjutnya, kemudian ia maju dan memeluk tubuh Wooyoung yang rapuh. ''Saengil
chukkaeyo Wooyoung-ah. Haengbokkhaeyo.''
''Joahaeyo.'' Ucap Wooyoung. Wooyoung
melihat Hyomin yang mulai memudar dan ia melihat sebuah senyum kebahagiaan di
bibir sexy gadis itu.
Tbc

Tidak ada komentar:
Posting Komentar