Rabu, 01 Juli 2015

She's Ma Girl Part 1

She's Ma Girl Part 1
She's Ma Girl

Cast             : Jang Wooyoung, Park Hyomin.
Other cast    : Kim Hyoyeon, Kim Donghyun, Ok Taecyeon, Kwon Yuri, dll
CR                : Pus'z Imanda art
Genre           : Fantasy, Romance
Author          : Upi Hwang.

    Sebenarnya ini Ff untuk spesial Ultah Wooyoung yang jatuh pada tanggal 30 April, tapi karna keterlambatan, dan karna ini ff pernah digunakan untuk lomba jadi author baru bisa post


Happy Reading!!!


        ''Wooyoung-ah.''
      ''Ne?'' Namja yang di panggil -Wooyoung- menengok.
       ''Mau pulang bersama?'' Tawar orang yang memanggil tadi. Wooyoung berfikir sejenak, lalu ia menganggukkan kepalanya. Memang rumah mereka berada di arah yang sama.
  
 Di dalam perjalanan pulang, mereka saling bercanda, karna tak jarang terlihat mereka sedang tertawa.
      ''Hyoyeon-ah, aku duluan ne :) .'' Ucap Wooyoung saat sudah berada didepan rumahnya. Orang yang dipanggil Hyoyeon mengangguk. Wooyoung pun masuk kedalam rumahnya, saat Wooyoung berjalan menuju pintu rumahnya,

    ''Kau sudah pulang Wooyoungie?'' Sapa Seorang namja.
     ''Ne hyung, kau tidak pergi hyung?'' Tanya  Wooyoung mengurungkan niatnya untuk masuk kerumahnya.
      ''Ani, yeoja chinguku sedang marah padaku.''
      ''Ckckck.... Memangnya kau punya yeoja chingu Taecyeon hyung? :/ .'' Canda Wooyoung.
        ''Aissh sombong sekali bocah ini, memangnya kau juga punya yeojachingu heoh? Tidakkan? :) .'' Canda namja yang di panggil -Taecyeon-.

                                 ~

     -Huh- desahan nafas seseorang berulang kali ''Lebih baik aku keluar untuk mencari makanan.'' Ucapnya setelah sekian menit hanya berbaring diatas kasur.
  
   -Ceklek- suara pintu terkunci. Suara derap kakipun terdengar disaat dia sedang berjalan menuruni tangga.... Orang itu pun berjalan menuju Supermarket yang berada didekat rumahnya. Tidak butuh waktu lama baginya untuk sampai ditempat tujuan, ia pun masuk dan mencari sesuatu yang sesuai dengan selera makannya saat ini. Ketika ia akan mengambil sebungkus mie ramyeon, ada sebuah tangan yang juga akan mengambil mie itu. Dia pun mengalah dan orang yang memegang mie itu menatapnya.
   
 ''Ouh Wooyoung? Kau kah itu?'' Ucapnya -Wooyoung- orang itu menengok. ''Ah benar ini kau!'' Lanjutnya dengan senyum mengembang dibibirnya. Wooyoung hanya -nyengir- ketika ia ingat, siapa manusia yang ada didepannya saat ini.      ''Ne, Yuri-ssi, kau rupanya!'' 

            Mereka terus saja berbincang. Mereka itu teman lama disekolah dance sewaktu di Busan dulu. Tidak terasa semua yang ingin dibeli Wooyoung pun sudah ada dikeranjangnya, ia membayarnya lalu keluar, begitu pula Yuri.

   ''O ya ku dengar kau satu Universitas dengan Hyoyeon?'' Tanya Yuri ketika mereka berada di depan Supermarket. Wooyoung mengangguk.
    ''Sepertinya dia masih terobsesi denganmu.''     ''Mwo?'' Tanya Wooyoung bingung, Yuri menengok kearah Wooyoung, ia mengerutkan keningnya.

    ''Kau tidak tau?'' Wooyoung menggelengkan kepalanya. ''Jadi begitu, sepertinya dia tidak ingin kau tau.'' Ucap Yuri. ''Ya sudah aku balik duluan ne :) .'' Lanjutnya setelah terdiam cukup lama. Wooyoung yang tak mau ambil pusing pun hanya mengangguk. Mereka berpisah di persimpangan jalan. Karna  sekarang waktu  sudah cukup larut, jalanan yang ia lewati terasa sangat sunyi. Namun ketika ia melewati gang kecil yang menuju kerumahnya, ia melihat  seorang gadis (?)  mengenakan dress putih selutut tanpa lengan. Wooyoung yang cuek hanya menengok kearahnya sebentar, lalu berjalan kembali. Akan tetapi pikirannya sedikit terusik ketika ia melihat beberapa lelaki hidung belang sedang mendekat kearah gadis tadi yang sekarang sedang duduk dibangku yang berada dipinggir jalan dibawah sinar lampu. Ia berusaha cuek, namun

    ''Yak menjauhlah dari gadisku!'' Teriak Wooyoung dibelakang mereka. Lelaki tadi menengok, lalu mereka menertawakan Wooyoung.
    ''Siapa bocah ini?'' Tanya salah satu dari mereka.
    ''Entahlah, tapi tadi dia bilang -Gadisku-.'' Sahut laki - laki lainnya. Wooyoung yang jengah akhirnya berteriak lagi.

    ''Menjauhlah!'' Ia maju dan menarik lengan gadis tadi, gadis itu hanya menatap Wooyoung dengan tatapan -polos- . Namun belum jauh melangkah, mereka menahan pundak Wooyoung. Wooyoung menengok, pria yang memegang pundak Wooyoung tiba - tiba memukul wajah Wooyoung -Bugh- pukulannya mengenai ujung bibir Wooyoung hingga mengeluarkan sedikit darah. Gadis yang bersama Wooyoung membulatkan matanya. Wooyoung membalas pukulan tersebut. Dan mau tidak mau perkelahian pun terjadi -Bugh- -Bugh- -Bugh-, suara - suara seperti itulah  yang terdengar di kegelapan malam. 

              Wooyoung yang kalah segalanya, baik dari postur maupun dari banyak nya orang, ia pun akhirnya jatuh tersungkur. Namun tak lama kemudian, entah apa yang terjadi. Para pria hidung belang tadi tiba - tiba saja jatuh dan tak sadarkan diri. Wooyoung yang sudah setengah tidak sadar, tidak terlalu memperhatikan kejadian tersebut. Sang gadis duduk bersimpuh di samping kepala Wooyoung. Sekarang Wooyoung sudah tak sadarkan diri. Gadis tadi menangis dan air matanya jatuh membasahi wajah tampan Wooyoung.

    Wooyoung yang sudah 15 menit terpejam, akhirnya menunjukkan bola mata indahnya pada sang gadis yang kini sedang membiarkan paha putihnya untuk menahan kepala Wooyoung. Wooyoung mengerjapkan matanya berkali - kali, hingga dia menyadari kalau dia sedang berada di pangkuan seorang gadis yang sedang menangis. Wooyoung yang terkejut refleks berdiri, gadis tadi menatap senang Wooyoung, matanya yang indah masih menyisahkan sedikit air mata dipelupuk matanya.

   ''Pulanglah!'' Ucap Wooyoung dingin, ketika mereka sudah saling berhadapan, sang gadis hanya diam . Wooyoung berbalik, lalu berjalan pergi. Wooyoung tidak menyadari bahwa sang gadis masih mengikutinya.

    Saat Wooyoung akan membuka pintu,
    ''Yak apa yang kau lakukan disini?'' Teriak Wooyoung ketika menemukan gadis tadi berada disampingnya. ''Pulanglah aku mau istirahat!'' Lanjutnya. Wooyoung masuk begitu saja.
   1/2 jam lebih hingga akhirnya terdengar -Ceklek- suara pintu terbuka.
    ''Yak kenapa kau masih disini?'' Ujar Wooyoung frustasi, karna ia masih melihat -gadis- nya itu duduk sambil memegang lututnya berada disamping pintunya. Sang gadis menengok dan menatap Wooyoung dengan mata yang berbinar - binar. Entah ada angin apa, Wooyoung akhirnya luluh dan membiarkan -gadis-nya itu masuk.
        
                                     ~

         ''Ulurkan tanganmu.'' Pinta Wooyoung, -Gadis- nya itu menurut. Lalu Wooyoung membalut luka disiku -gadis-nya itu. ''Siapa namamu?'' Tanya Wooyoung datar.
      ''Heoh namaku?'' Tanya balik sang gadis bingung.
    ''Tentu saja, jangan bilang kau tidak punya nama?'' Terka Wooyoung, sang gadis nampak berfikir.
    ''Hyomin, Park Hyomin....'' Ucap sang gadis setelah cukup lama terdiam.
    ''Ouh.....''Ucap Wooyoung ber-Oh-ria. ''Namaku Jang Wooyoung!'' Lanjutnya.

   Wooyoung selesai mengobati luka disiku Hyomin. ''Tidurlah!'' Perintah Wooyoung. Hyomin membaringkan badannya, lalu matanya yang indah terpejam.
     Wooyoung menyelimuti tubuh dari gadis berwajah tenang disaat tidur itu. Karna hari sudah larut, Wooyoung pun Terlelap.

                                   ~

   ''Kau jangan kemana - mana! Tunggu aku disini, araseo?'' Orang yang diperintah hanya mengangguk. Semua pasang mata pada menatap ke-2 makhluk berbeda jenis yang baru datang itu. Sang namja pergi meninggalkan -gadis-nya dibangku taman.

   ''Wooyoung-ah.'' Panggil yeoja lain kepada pria tadi. Wanita itu berjalan mendekat kearah Wooyoung, dan menengok kearah wanita tadi yang datang bersama Wooyoung, wanita yang tak lain adalah Hyomin.
    ''Siapa dia?'' Tanya wanita yang memanggil Wooyoung. ''Ah Hyoyeon-ah, dia Park Hyomin.'' Jawab Wooyoung. Hyoyeon mengangguk dan ber-oh-ria.


       Tik tik tik.
   Waktu terus bergulir, Hyomin masih setia duduk dibangku itu sendiri. Ia masih sama seperti semalam, memakai dress putih selutut tanpa lengan, namun sekarang dibalut dengan jaket levis milik Wooyoung. Ia juga nampak memakai sepatu tali berwarna hitam putih.

   ''Hei...'' Sapa seseorang yang baru duduk disamping Hyomin. Hyomin yang mendengarnya, mengalihkan pandangan dari arah sepatu kearah seseorang yang berada disampingnya saat ini.
   ''Naneun Kim Donghyun, kalau kau?'' Ucap + tanya nya sembari mengulurkan tangannya. Hyomin memperhatikan uluran tangan itu, sebelum akhirnya menyambutnya.

   ''Park Hyomin.'' Ucap Hyomin tersenyum.
   ''Cantik...'' Gumam Donghyun, Hyomin menatap bingung Donghyun.
    ''Gomaweo..'' Ucap Hyomin. Donghyun tertegun. *Apakah dia mendengar gumamanku?* batin Donghyun, lalu Donghyun terkekeh geli. Tak lama kemudian Wooyoung terlihat dikejauhan, dan entah mengapa Wooyoung merasa panas di hatinya.

     ''Kajja kita pulang!'' Ajak Wooyoung ketika ia sudah berada didepan Hyomin dan Donghyun, namun belum sempat dijawab, Hyoyeon datang menghampiri mereka.
    ''Wooyoung-ah hari ini kita jadi bukan? Untuk latihan dance bersama?'' Tanyanya.
   ''Mianhae Hyoyeon-ah, sepertinya aku tidak bisa!'' Jawab Wooyoung dingin. Dia kemudian menarik tangan Hyomin.

    ''Tunggu dulu!'' Cegah Donghyun.
    ''Mwo?'' Tanya Wooyoung dingin.
    ''Biarkan Hyomin pulang denganku, kau pergilah bersama Hyoyeon.'' Donghyun melepaskan tangan Wooyoung yang memegang tangan Hyomin, lalu berjalan melewatinya bersama Hyomin. Wooyoung berusaha mengejar mereka, namun terlambat. Tangannya sudah ditahan dan ditarik oleh Hyoyeon.

                                     ~

      ''Kenapa kau masih diluar?'' Tanya Wooyoung dingin dan dengan cuek berjalan melewati Hyomin yang berdiri didekat pintu, kemudian membuka pintu. Hyomin hanya mengekor dibelakang Wooyoung.
   ''Apa kau masih marah padaku?''
    ''Ne aku marah padamu, kenapa kau pergi bersamanya heoh?'' Teriak Wooyoung, hal itu membuat Hyomin takut dan sedih. Airmata pun tak dapat dicegah.

   ''Pergilah!'' Ucap Wooyoung melemah.
   ''Anio, tolong biarkan aku tinggal bersama mu 1 minggu lagi!'' Pinta Hyomin terisak.
   Memang mereka sudah tinggal bersama hampir 2 minggu. Semenjak pertemuan Hyomin & Donghyun 1 minggu lalu, membuatnya sering pergi bersama Donghyun dan hal itu membuatnya jauh dari Wooyoung.

   Wooyoung memperhatikan keseriusan diwajah Hyomin *sepertinya dia serius.* batin Wooyoung.
   ''Baiklah!'' Ucap Wooyoung, lalu ia berjalan kekamarnya meninggalkan Hyomin seorang diri.

---------
 --------
------

    ''Kau tidak ikut denganku?'' Tanyanya saat baru duduk, yang diajak bicara hanya menggeleng. ''Wae?'' Tanyanya lagi sambil menggigit roti bakar yang sudah disiapkan oleh sang yeoja.
    ''Gwaenchana, hanya saja aku ingin selalu dirumah selama 1 minggu ini. Kau tidak masalah kan Wooyoung-ssi?'' Wooyoung hanya mengangguk-angguk.
   ''Terserah kau saja!'' Ucap Wooyoung seraya mengambil tas dan pergi meninggalkan rumah. *kau tenang saja Wooyoung-ssi, aku akan pergi setelah mengucapkannya.* batin yeoja tadi sambil memperhatikan punggung Wooyoung yang menjauh. Hari itu pun berlalu.....

                                ~

   Suasana di kediaman itu masih terlalu canggung bagi dua orang yang sedang duduk berhadap- hadapan saat ini.
   ''Kau tidak perlu seperti ini.'' Ucap Wooyoung datar.
   ''Heoh?'' Ucap Hyomin tak mengerti.
   ''Keluarlah, pergilah jalan - jalan. Sudah 4 hari kau tetap dirumah.'' Lalu sebuah senyuman terukir dibibir manis sang yeoja.
   ''Araseo!'' Balasnya singkat.
   ''Pergilah bersama Donghyun, dia terus saja menanyakan keberadaanmu.'' Suruh Wooyoung dengan sedikit nada tak rela.
   ''Shirreo! Aku ingin bersama Wooyoung-ssi untuk sisa hari yang sudah kita sepakati.'' Ucap Hyomin jujur. Tiba - tiba saja wajah Wooyoung terasa panas karna malu. ''Ouh wajahmu memerah.'' Ucap Hyomin sambil memegang wajah Wooyoung dan memperhatikannya. Wooyoung menepis tangan Hyomin pelan.
     ''A   anio..'' Ucap Wooyoung gugup. ''Baiklah ini sudah malam, aku mau tidur dulu.'' Lanjutnya, ia meninggalkan Hyomin. Hyomin masih duduk terpaku.
    ''Ada apa dengannya?'' Gumam Hyomin.


             Tik tik tik tik
Bunyi jam terus saja terdengar. Hari - hari pun sudah berlalu....
Sekarang adalah hari yang sudah ditunggu - tunggu.
   ''Wooyoung-ssi.''Cegah Hyomin ketika Wooyoung akan keluar. Wooyoung menengok.
   ''Wae?'' Tanyanya singkat.
   ''Nanti sore kau pulang jam berapa?'' Wooyoung mengerutkan keningnya, lalu menggeleng.
   ''Molla, memangnya kenapa?''
   ''Pulang lah lebih awal, aku akan menunggumu.'' Ucap Hyomin mengabaikan pertanyaan Wooyoung.
   ''Araseo!''
Wooyoung pun berlalu........

                      ~

     ''Wooyoung-ah.'' Wooyoung menengok, lalu tampaklah Hyoyeon.
    ''Wae?''
    ''Nanti pulang kuliah, mau kah kau ikut denganku?''
    ''Eodiseo?''
    ''Kau ikut saja ne!'' Paksa Hyoyeon.

----Skip----

   ''Sebenarnya kita mau apa disini?'' Tanya Wooyoung mulai bosan.
    ''Tentu saja merayakan ulang tahunmu!'' Ucap Hyoyeon tersenyum bangga. Tak lama kemudian Yuri, Taecyeon dan teman - teman Wooyoung datang, bahkan Donghyun pun datang. Mereka semua merayakan Ulang tahun Wooyoung disebuah Restaurant Jepang.
     Mereka terlalu larut dalam suasana, buktinya mereka lupa kalau ini sudah hampir larut. Wooyoung juga melupakan janjinya pada seorang gadis yang kini sedang menunggunya.


@Rumah

  Tik Tik Tik.....

    Wajahnya sering kali berpaling dari Kue yang ada diatas meja kearah jam yang tergantung didinding. Raut wajahnya tampak gusar dan senyumannya mulai menghilang. Seiring waktu berlalu, detik demi detik pun berganti menit. Sekarang waktu menunjukkan pukul 23.57.
   ''Wooyoung-ah......'' Gumamnya ''Dimana kau sekarang?'' lanjutnya lirih.
Suara detak jarum jam pun semakin lama semakin kencang ditelinganya. Hyomin pun menutup matanya, ia menarik nafasnya semakin dalam, lalu menghempaskannya kasar. ''Sudah waktunya!'' Ucapnya berdiri.
    Tiba - tiba saja cahaya memenuhi tubuhnya dan dress selutut yang digunakannya berubah menjadi gaun panjang. Ia berjalan menuju pintu, ia membukanya lalu tampaklah gadis imut dibawah anak tangga, Hyomin menuruni anak tangga. Setelah sampai didasar anak tangga,
   ''Yak kenapa kau lama sekali......'' Marah yeoja imut tadi.
   ''Mianhae Soyeon sunbaenim.''
   ''Araseo! Sudahlah, sudah saatnya. Kajja.'' Ajak Soyeon, Hyomin mengangguk.
   ''Ne Soyeon sunbae.''
Hyomin menengok untuk terakhir kalinya, sebelum sepasang sayap muncul dibalik punggungnya. Sayap yang sama seperti yang dimiliki gadis yang berada didepannya saat ini.


@Restaurant.


     ''Ouh hayolah oppa, kau harus senang :) .'' Ucap Yuri yang sudah mulai mabok.
    ''Ne kau harus bersemangat!'' Timpal Hyoyeon. Wooyoung juga tidak tau kenapa ia harus merasa gelisah, namun ditengah kegelisahannya, ----Wooyoung-ah---- Ia mendengar namanya dipanggil. Lalu sedetik kemudian ia teringat pada Hyomin, teringat pada percakapan tadi pagi. Dan tanpa fikir panjang lagi, ia langsung pergi meninggalkan restaurant. Dia menaiki Taxi yang melintas.. Tak butuh waktu lama, Wooyoung turun di gang menuju rumahnya, ia terus saja berlari hingga ia melihat sepasang bidadari cantik sedang berdiri didasar anak tangga menuju kerumahnya. Satu wanita itu bertubuh mungil dan satu nya lagi *Seperti Hyomin* batinnya. Wooyoung mengerjapkan matanya berkali - kali sampai ia menangkap raut kesedihan dimata Hyomin. Sekian detik kemudian,
      ''Mwo Hyomin?'' Ucapnya pada diri nya sendiri setelah ia menyadari bahwa bidadari itu adalah Hyomin. Wooyoung berjalan semakin cepat, akan tetapi terlambat !!!! Hyomin dan Yeoja kecil tadi sudah menghilang di kegelapan malam, entah kenapa Wooyoung merasakan seperti ada yang hilang di dalam hati nya yang kecil.

                       ~

     -^- Saengil Chukkaeyo. Mungkin ketika kau membaca surat ini, hari sudah berganti. Sebenarnya aku ingin menunggumu :) tapi aku tidak bisa, mianhaeyo :( . Wooyoung-ah Haengbokhaeyo :) . Ah satu lagi, semoga kue nya enak dan kau suka hadiahnya. -^-
                                                                                                Park Hyomin.

Wooyoung menutup kertas itu, lalu ia menangis, ya ia menangis karna membuat wanita yang disukai nya pergi.
   
  ''Pabo, naneun paboya!'' Teriaknya di kesendirian malam. Disaat itu juga ia teringat ucapan nenek - nenek peramal, waktu dia menghadiri acara festival musim dingin. Nenek peramal itu mengatakan : ''Kau akan bertemu dengan seorang gadis sebelum ulang tahunmu, gadis yang ulang tahunnya sebulan setelah ulang tahun mu. Janganlah kau menyia - nyia kannya atau kau akan menyesal. Mungkin sekarang kau belum mengerti, tetapi suatu saat nanti kau akan menyadarinya.''

   Wooyoung teringat kata - kata sang nenek yang dulu ia tak perdulikan. Wooyoung menangis setelahnya.
   ''Mianhae jeongmal mianhae.'' Isaknya, air matanya terus turun dari dua kelopak mata nya. Dia menangis di detik - detik terakhir ulang tahunnya.
   ''Mianhae.'' Sebuah kata yang terus - terusan terucap dari dua belah bibirnya.

       ''Wooyoung-ah....''
       ''Hyomin-ah kau kah itu?'' Ucap Wooyoung masih terisak, ketika ia mendengar suara yang ia kenal memanggil namanya.
       ''Ne, ini aku.....'' Wooyoung mengangkat wajahnya lalu terlihatlah matanya yang sembab. Kemudian tampaklah wanita cantik dengan sayap di balik punggungnya.
       ''Mianhae karna sudah membohongimu.'' Lanjutnya, kemudian ia maju dan memeluk tubuh Wooyoung yang rapuh. ''Saengil chukkaeyo Wooyoung-ah. Haengbokkhaeyo.''
      ''Joahaeyo.'' Ucap Wooyoung. Wooyoung melihat Hyomin yang mulai memudar dan ia melihat sebuah senyum kebahagiaan di bibir sexy gadis itu.



   Tbc

Tidak ada komentar:

Posting Komentar