Rabu, 01 Juli 2015

She's Ma Girl Part 2

She's Ma Girl Part 2
She's Ma Girl

Cast           : Park Hyomin, Jang Wooyoung.
Other cast : Jessica Jung, Park Soyeon dll.
Author      : Upi Sung
Genre       : Fantasy, romance.
Cr             : asfly3424


  Dan ini part 2 nya, kali ini ff nya spesial Ultah Hyomin yang jatuh pada 30 Mei, satu bulan setelah Wooyoung, tapi karna keterlambatan, dan karna ini ff pernah digunakan untuk lomba jadi author baru bisa post



Happy Reading!!!



      #Kau, yang menghilang... Kembalilah...#
 

        ''kenapa wajahmu murung Hyomin-ah....'' Tanya Lembut seorang yeoja mungil. Yeoja yang dipanggil Hyomin hanya diam tak menanggapi. ''Yak Hyomin-ah!!'' Teriaknya sekarang karna kesal pertanyaannya tidak ditanggapi oleh sang empunya raga.

    ''Ne Soyeon sunbae wae?'' Tanya Hyomin tak berdosa. ''Sudahlah lupakan!!!'' Kesal yeoja mungil tadi yang ternyata bernama Soyeon. Soyeon beranjak, namun baru beberapa langkah, pertanyaan Hyomin membuatnya berhenti ''Apa tidak bisa aku menjadi manusia seutuhnya sunbae?''

     ''Mwo? Jadi wajahmu murung, itu semua karna ini?'' Tanya Soyeon tak percaya, Hyomin melihat wajah Soyeon lalu mengangguk polos. ''Itu bisa saja, tapi kau harus bisa memenuhi syaratnya.'' Jawab Soyeon lembut, setelah melihat ekspresi Hyomin yang memelas. Hyomin yang mendengar hal itu, matanya langsung berbinar - binar.

     ''Jinjah sunbae? Apa itu syaratnya?''
     ''Gelang yang ada ditanganmu, harus kau lepaskan dan setelah itu......'' Soyeon menggantung perkataannya. Hyomin masih memperhatikan raut wajah Soyeon. ''Setelah itu kau harus mendapatkan sebuah cinta yang tulus dari seorang pria. Jika pria itu menyatakan cintanya padamu. Dan terbukti tulus,kau akan berubah selamanya menjadi manusia. Akan tetapi.......'' Lagi Soyeon menggantung perkataannya. Kali ini ia terdiam cukup lama.

     ''Wae Sunbae?'' Tanya Hyomin yang tak kunjung mendengar perkataan Soyeon.
     ''Akan tetapi, jika satu minggu setelah hari ulang tahunmu, kau tak kunjung mendapatkan pernyataan cinta dari pria yang tulus mencintaimu, kau akan berubah menjadi bidadari paling buruk lalu diasingkan dipulau terpencil......'' Ucap Soyeon akhirnya. Hyomin meneguk salivanya, cukup lama Hyomin terdiam sebelum akhirnya ia berkata ''Hanya itu sajakah sunbae?'' Ucapnya, Soyeon tak percaya dengan jawaban yang diberikan oleh Hyomin.

      ''Apa kau yakin Park Hyomin?'' Tanya Soyeon dengan nada seriusnya, Hyomin mengangguk pasti. ''Baiklah, ikuti aku!'' Lanjutnya sambil berjalan menuju kesuatu tempat yang diikuti oleh Hyomin... Dan sekarang mereka ada di sebuah ruangan putih, kosong dan luas hanya ada sebuah lemari dan gelas - gelas eksperimen,

      ''Tempat apa ini sunbae?'' Tanya Hyomin, namun Soyeon tak menjawabnya melainkan terus berjalan didepan Hyomin. Soyeon mengeluarkan sebuah gelas eksperimen.
      ''Lepaskanlah gelangmu, lalu taruhlah disini.'' perintah Soyeon. Hyomin menurut, akan tetapi sebelum gelang itu jatuh kedalam gelas, Soyeon menanyakan kembali apakah Hyomin bersungguh - sungguh. Dan Hyomin mengangguk pasti, gelang itupun jatuh kedalam gekas, kemudian sebuah cahaya bersinar terang. Hyomin menutup matanya, ketika ia membuka matanya ia sudah berada ditempat yang berbeda.

    ''Aku sudah mempersiapkan semua keperluanmu sebagai manusia. Bekerjalah agar kau menghasilkan uang untuk bertahan hidup.'' Hyomin hanya mengangguk senang. ''Ouh ya satu lagi, bukankah kau ingin bertemu dengannya? Jangan menemuinya langsung, biarkanlah dia yang mengenalimu lebih dulu.'' Hyomin mengerutkan keningnya. ''Wae?'' Tanya Hyomin. ''Karna jika kau yang menyapanya lebih dulu, semua usahamu akan sia - sia.''

     ''Ne araseo.''
      ''Ingat waktu mu hanya 1 minggu setelah ulang tahunmu, kau harus mendapatkannya. Jika tidak..... Kau tau kan akibatnya?'' Hyomin mengangguk, Soyeon menghilang setelahnya.  

                              -~~~-



    -Bruk-
   ''Mianhae ahgassi.''
   ''Ne gwaenchan.'' Yeoja tadi menengok. *Ugh kukira tadi ini kau!* batin Namja yang menabrak yeoja itu.
    ''Ouh apakah kau Jang Wooyoung?'' Namja yang ditanya seperti itu hanya terdiam mengerutkan keningnya, dia juga membatin *Apakah aku seterkenal itu? Sampai - sampai gadis asing pun mengenaliku!* Tanyanya dalam hati. Wooyoung hanya mengangguk.
  
  ''Pantas saja Hyoyeon jatuh hati padamu, ia juga sangat menderita setelah kau menolaknya!'' -Deg- *Apalagi ini?* Batin Wooyoung lagi. ''Ternyata bukan hanya karna kau tampan tapi juga karna kau baik dan sopan.'' lanjut yeoja tadi.       ''Jeosonghamnida, memangnya kau siapa?'' Tanya Wooyoung selembut mungkin. Yeoja tadi tertawa.

    ''Ah, mianhae Wooyoung-ssi aku lupa :D hehehe. Namaku Jessica Jung.'' Ucap yeoja tadi sambil tertawa. *Dasar yeoja aneh!* Batin Wooyoung. ''Aku sepupunya Kim Hyoyeon.'' Lanjutnya ''Dia sering cerita tentangmu padaku, dan sepertinya aku harus meminta maaf padanya. Karna aku menyukai pangeran pujaannya itu.'' Ucap Jessica panjang lebar. *Ya ampun apa yeoja ini sudah gila?* batin Wooyoung menautkan alisnya.

   ''Ah Jessica-ssi, mianhae aku harus pergi.'' Ujar Wooyoung kikuk. ''Dasar yeoja aneh.'' Gumam Wooyoung ketika meninggalkan yeoja yang bernama Jessica itu.

                         -~~~-


  *Siapa dia?* batin Wooyoung saat melihat ada seorang gadis sedang menatap rumahnya. Dia mengenakan Jeans pendek dan kaos yang dibalut kemeja lengan panjang tak terkancing. Gadis itu pergi ketika Wooyoung mendekat.
   ''Siapa dia?'' Ucapnya ''Posturnya seperti gadisku.'' Lanjutnya, namun Wooyoung yang cuek hanya mengangkat bahu nya.


Tak terasa malam pun tiba,,,,,,,,,
  
  ''Akh perutku lapar sekali.....'' Ucap Wooyoung yang masih sibuk dengan tugas - tugas kuliahnya. Ia pun memutuskan untuk mencari makanan didapur, akan tetapi nihil, dia tak menemukan apapun disana selain peralatan dapur. Sehingga mau tak mau ia harus keluar untuk mencari makanan. Ia pergi ke super market. Setelah sampai di super market yang kebetulan tidak jauh itu, dia langsung memilih apa yang akan Wooyoung beli. Setengah jam sudah ia berada ditempat itu, ia sudah selesai memilih Wooyoung pun memberikan belanjaannya kepada sang kasir. Ia tertegun saat melihat siapa yang berada dimeja kasir itu.

  ''Ige ahjussi,,,, semuanya 3800 won.'' Ucap sang kasir sembari menyerahkan belanjaan Wooyoung, Wooyoung memberikan uangnya.
    ''Jadi benarkah ini kau Park Hyomin?'' Ucap Wooyoung setelah melihat pin nama sang kasir. Sang kasir yang merasa namanya disebut, menengok. Mata mereka bertemu, dan saat itu waktu serasa berhenti.

   ''Ekhem...'' Ucap suara dibelakang Wooyoung, mereka (Hyomin & Wooyoung) tersadar dari lamunan masing - masing. ''Ahjussi, menyingkirkan lah jika kau sudah selesai.'' Lanjutnya, Wooyoung pun menyingkir. ''Ouh kau lagi Wooyoung-ah?'' Ucap orang itu. Wooyoung melihat kearahnya, setelah tau siapa yang berada didepannya saat ini. Dia menunjukkan raut wajah tak suka. Berbanding terbalik dengan orang itu. ''Apa mungkin kita berjodoh?'' Tanya orang itu yang terus mengoceh.

    ''Hahahaha,,,, itu tidak mungkin Jessica-ssi. Kita bertemu hanya karna suatu kebetulan saja. Kalau begitu aku duluan ne, Jessica-ssi. Annyeong.'' Ucap Wooyoung dengan nada yang sedikit dingin. Hyomin menatap Jessica dengan pandangan tak suka.
    ''Yak nona Park, cepatlah sedikit.'' Kesal Jessica.
    ''Ige, 5000 won.'' Ucap Hyomin datar. Jessica memberikan uangnya lalu berlari mengejar Wooyoung, namun yang dikejar sudah tak terlihat di kegelapan malam. Jessica pun kembali kerumahnya.

   Tik,,,,,, tik,,,,,,,, tik
   ''Hyomin-ssi, pulanglah! Tokonya akan ku tutup sebentar lagi.'' Ucap pemilik supermarket itu. ''Ne ahjumma. Aku pamit. Annyeong!'' Ucap Hyomin setelah seleai berberes. Hyomin berjalan keluar, ia sudah berganti pakaian.
   ''Hyomin-ah......'' Panggil sebuah suara dibelakang Hyomin disuatu gang gelap. Hyomin berbalik, dan namja itu sudah berada didepan Hyomin, lalu memeluknya. ''Aku merindukanmu Park Hyomin.'' Ucapnya masih erat memeluk Hyomin.
    ''Woo      young-ssi.''Gumam Hyomin terharu.

                                 -~~~-

     ''Kemana saja kau selama 3 minggu ini?'' Tanya Wooyoung yang baru memberikan minuman kepada Hyomin, lalu ia duduk disamping Hyomin.
     ''Ne? Ah aku..........''
    ''Sudahlah. Itu tidak penting.'' Potong Wooyoung yang melihat Hyomin kebingungan. ''Apa kabarmu heoh?''
  
  ''Aku baik Wooyoung-ssi. Kau sendiri, bagaimana kabarmu?'' Tanya balik Hyomin.  ''Aku juga baik, hanya saja hatiku sedang kurang baik.'' Hyomin menatap tak mengerti pada Wooyoung.

   ''Ah banyak yang ingin kutanyakan padamu, bolehkah?'' Lanjutnya, Hyomin mengangguk. Wooyoung pun bertanya. Malam itu mereka saling berbagi cerita, hal itu juga menyebabkan Hyomin bermalam dikediaman Wooyoung, mereka juga tak luput dari saling tukar menukar nomor telpon.

                             -~~~-

    -Engh- erang Wooyoung, -Drrrt- -Drrrt- -Drrrt- Wooyoung melihat pesan masuk diponselnya.


       +Wooyoung-ssi, mianhae aku pulang tanpa pamit denganmu. Aku sudah menyiapkan makanan untukmu.+

  Wooyoung terkekeh ''Gadis itu terlalu formal terhadapku.'' Ucap Wooyoung kecil. Wooyoungpun bersiap - siap untuk pergi ke kampusnya. Tak butuh waktu lama baginya untuk pergi. Sesampainya dikampus, ia melihat seseorang yang sudah tak asing baginya.

  ''Ouh Annyeong Wooyoung-ah. :) kita bertemu lagi rupanya.'' Ucap orang itu ketika melihat Wooyoung yang baru datang. Namun Wooyoung hanya melaju begitu saja, dengan tampang cueknya. ''Yak Jang Wooyoung, tunggu aku.'' Teriak orang itu sambil berlari 
mengejar Wooyoung yang sudah jauh didepan.

    ''Berhentilah mengikutiku Jessica-ssi.'' Ucap Wooyoung sedatar mungkin.  ''Anio, aku tidak ingin seperti Hyoyeon yang mengagumimu hanya didunia hayalannya saja, tidak berani mengutarakannya padamu.'' Jelas Jessica panjang lebar, yang hanya didengar malas oleh Wooyoung.  ''Terserah kau sajalah. Tapi jangan salahkan aku jika kau akan terluka nantinya.'' Ucap Wooyoung malas.


   Hari demi haripun berlalu..... Sekarang sudah hari ke-2 Hyomin tinggal dirumah Wooyoung setelah pertemuan mereka malam itu. Wooyoung memaksa Hyomin untuk tinggal bersamanya, mau tidak mau, akhirnya Hyomin pun setuju.
   ''4 hari lagi rupanya.'' Ucap Wooyoung setelah selesai pelajaran.. ''Ada apa Wooyoung-ah?'' Tanya seseorang sambil menepuk pelan  pundak Wooyoung.
   
 ''Ouh Taecyeon hyung, ah ani....'' Ucap Wooyoung sedikit terkejut. ''Kau yakin?'' Wooyoung mengangguk.
    ''Baiklah kalau begitu, aku duluan ne!'' Ucap Taecyeon lagi. Wooyoung mengangguk sebelum menambahkan perkataan, '' Ne hyung, hati - hatilah!'' Taecyeon mengangguk dan meninggalkan Wooyoung sendiri diruangan itu. Tak lama setelah Taecyeon keluar, Wooyoung pun pergi meninggalkan ruangan itu. Diluar sana ternyata sudah menunggu seorang Jessica, memang semenjak pertemuan hari itu, Jessica selalu mengikuti Wooyoung, dan hal itu juga yang membuat Wooyoung merasa tak nyaman.

     ''Wooyoung-ah, bisakah kita makan malam bersama hari ini?'' Tanya Jessica, ketika Wooyoung berada disampingnya. Wooyoung nampak berfikir, entah ini keberapa kalinya gadis itu mengajak Wooyoung untuk makan malam bersama.
    ''Baiklah, tapi hanya kali ini saja?'' Ucap Wooyoung setelah cukup lama berfikir. Sebuah senyuman tersirat diwajah cantik sang yeoja.


     Tik..... Tik...... Tik.....

   Malam ini mereka pergi bersama, Wooyoung dijemput oleh Jessica di supermarket tempat Hyomin bekerja. Disaat Wooyoung masuk kedalam mobil Jessica, disaat itu juga Hyomin melihat dengan jelas wajah Wooyoung dan gadis yang bersamanya. Tiba - tiba saja air itu turun dikedua belah pipi Hyomin. Wooyoung dan Jessica tak menyadari akan kehadiran Hyomin.
   ''Wooyoung-ssi.......'' Lirih Hyomin.

   
                            -~~~-


    ''Ada apa dengan gadis itu?'' Tanya Wooyoung pada dirinya sendiri, ia masih memperhatikan gerak - gerik gadisnya itu, setelah 3 hari belakangan ini dia sangat aneh kepada Wooyoung. Sebenarnya bukan aneh, hanya saja sikapnya sedikit menjauh dari Wooyoung, setidaknya itulah yang Wooyoung rasakan.

  ''Hyomin-ah.'' Panggilnya sebelum berpisah dengan Hyomin.   ''Ne?'' Hyomin melihat wajah Wooyoung.
   ''Ada apa?''
   ''Mwo?'' Tanya balik Hyomin bingung.
   ''Ada apa denganmu? Kenapa kau terkesan menjauhiku?'' Tanya Wooyoung to the point.
    ''Ah, itu hanya perasaan mu saja Wooyoung-ssi.'' Jawab Hyomin mengelak. ''Benarkah?'' Hyomin mengangguk. ''Sudahlah Wooyoung-ssi aku duluan ne :).'' Ucap Hyomin seraya meninggalkan  Wooyoung *Mianhae Wooyoung-ssi.* Batin Hyomin.


-----------------------


    Malam ini Wooyoung sedang di festival musim panas yang berada didekat Universitasnya. Disana banyak terdapat stand - stand penjual boneka. Tapi hanya ada satu stand boneka yang membuat Wooyoung tertarik untuk membelinya, yaitu sebuah boneka Kanguru yang berukuran lumayan besar.

   ''Ahjumma ini berapa harganya?'' Tanyanya pada ahjumma penjual boneka itu.
   ''Ige 48.000 won.'' Ucap ahjumma sambil memberikan bonekanya kepada Wooyoung. Wooyoung yang tak mempermasalahkan harga pun, langsung membayar nya. ''Untuk hadiah ulang tahun kekasihmu kah?'' Tanya sang ahjumma tersenyum jahil. Wooyoung hanya nyengir dan mengangguk kikuk. ''Kalau begitu, akan aku berikan potongan harga khusus untukmu.''

     ''Khamsamnida ahjumma, jeongmal khamsamnida.'' Ucap Wooyoung terharu. Wooyoung pun meninggalkan stand ahjumma itu setelah uangnya sudah dikembalikan. Disana ia juga bertemu dengan Taecyeon, mereka saling bertukar sapa. Bahkan Taecyeon menggoda Wooyoung yang sedang membawa boneka yang cukup besar. Mereka memang berteman cukup dekat, jadi tak heran jika tidak ditemukan aura canggung diantara mereka bila sedang bertemu.

     Wooyoung pulang cukup larut, ketika ia menginjakkan kaki didalam rumahnya, ia melihat gadisnya tertidur disofa ruang tengah. Wooyoung mendekat lalu terlihat wajah tenang dari gadisnya itu. Wooyoung menggendong gadisnya, menuju kamar sang gadis dan menidurkannya dikasur yang ada didalam kamar itu. Walaupun wajahnya tenang, namun matanya terlihat sembab dan bulu matanya sedikit basah.

   ''Apa kau melihatnya Hyomin-ah? Aku dan Jessica yang pergi berdua waktu itu?'' Tanya Wooyoung pelan pada makhluk yang sedang tertidur dihadapannya saat ini. ''Mianhae, sungguh kami tidak memiliki hubungan apapun.'' Ucapnya lirih masih dengan suara kecilnya. Wooyoung melihat jam di dinding kamar itu, ''Sebentar lagi yah.'' Gumam Wooyoung. Wooyoung bangkit dan keluar dari kamar itu menuju keruang tamu. Akan tetapi tak lama kemudian, ia kembali masuk ke kamar sang gadis. Ia meletakkan boneka yang cukup besar itu disamping sang gadis.

    ''Saengil chukkaehamnida Hyominnie :) .'' Ucapnya, lalu ia mencium kening sang gadis sebelum benar - benar keluar dari kamar itu.


                               -~~~-


      ''Ouh kau sudah bangun Hyomin-ah?'' Tanya Wooyoung yang melihat Hyomin berjalan menuju kearah nya. Hyomin mengangguk. ''Kau tidak ke kampus Wooyoung-ssi?'' Tanya Hyomin yang mau meminum susu yang sudah di siapkan oleh Wooyoung. Wooyoung menggeleng.
    ''Ani, aku ingin pergi bersamamu hari ini.'' Ucapnya. Hyomin tersedak. ''Yak gwaenchana Hyominnie?'' Tanya Wooyoung kaget, ia juga refleks menepuk - nepuk pelan punggung sang gadis.
     ''Ne, naneun Gwaenchana.''
     ''Sudahlah! Kau harus bersiap - siap sekarang!'' Perintah Wooyoung. Memang sekarang Wooyoung terlihat dengan pakaian kasualnya. ''Tapi,,,,,,,,,,,,''
       ''Tidak ada tapi - tapian! Sudah sana ganti bajumu!'' Potong Wooyoung. Hyomin yang sejak awal memang tidak bisa menolak, jadi sampai sekarang pun ia tak bisa menolak. Hyomin bergegas untuk mengganti pakaiannya.



  ------SKIP------


   Sekarang mereka sedang berada di Lotte World. Mereka sudah berada disini dari 5 jam yang lalu, waktu pun sudah menjelang malam, namun sebelum hari itu benar - benar menjadi malam, mereka menyempatkan diri untuk menaiki kereta gantung. Di dalam sana hanya ada mereka berdua.
   ''Hyominnie, saengil chukkaeyo.'' Hyomin yang sedang memandang pemandangan, tertegun. ''Dari mana kau tau?'' Tanya Hyomin bingung.
   ''Aku tau dari seorang nenek peramal sewaktu aku berada di festival awal musim panas dua bulan yang lalu.''
   ''Tapi bagaimana mungkin kau mengira kalau yang ia maksud itu aku?'' Tanya Hyomin lagi.

   ''Entahlah, itu mungkin karna kita sudah ditakdirkan bersama :) .'' Ucap Wooyoung santai. Sedangkan Hyomin hanya bersemu merah. ''Benarkah?'' Gumam Hyomin kecil, bahkan sangat kecil untuk di dengar oleh orang yang berada di sampingnya, namun kenyataannya adalah sebaliknya.
  
   ''Tentu saja.'' Respon  Wooyoung, Hyomin hanya terpaku.
Akhirnya mereka pun kembali terdiam, entah keadaan yang sunyi seperti ini berubah menjadi keadaan yang sangat romantis. Dan tiba - tiba saja muncul keberanian di benak Wooyoung, Wooyoung bergerak maju, perlahan namun pasti, bibir itu menyatu dengan bibir gadisnya itu. Cukup lama hingga Hyomin menghentikan kegiatan itu. Wooyoung yang mendapat pemberhentian seperti itu hanya bisa bertanya kenapa.....

    ''Kau tidak boleh seperti itu Wooyoung-ssi. Jika kau seperti itu, gadis itu pasti marah.'' Ucap Hyomin lirih. Wooyoung hanya mengerutkan keningnya.
    ''Siapa yang kau maksud Hyominnie?''
    ''Siapa lagi kalau bukan Jessica-ssi!'' Ucap Hyomin lemah. Tapi ia hanya mendapat tertawaan dari  sang namja.

   ''Yak Wooyoung-ssi, berhentilah menertawakanku!'' Kesal Hyomin. Kemudian setelah puas tertawa, Wooyoung pun menjelaskan semuanya, termasuk hubungan Jessica  dengannya. Mereka hanya berteman. Saat Wooyoung selesai menjelaskan, pintu kereta gantung pun terbuka.

    ''Jadi apakah kau mau menjadi gadisku mulai sekarang dan selamanya?'' Tanya Wooyoung yakin, sebelum  mereka keluar dari kereta gantung itu. Hyomin mengangguk sambil berusaha menahan tangisan bahagianya. Mereka meninggalkan kereta gantung dengan status sebagai pasangan kekasih dan berjalan dengan tangan yang saling berpegangan.

    Sesampainya dirumah, Wooyoung menanyakan kenapa benda yang diberikan olehnya, tidak dipakai Hyomin.
     ''Benda apa?'' Tanya Hyomin bingung, ia memang tidak tahu - menahu tentang benda yang di maksud Wooyoung. Wooyoung hanya menghela nafas.

    ''Jadi kau belum melihatnya? Benda di kantong boneka kanguru itu?''
     ''Aku melihat boneka nya, tapi aku tidak tau benda apa yang kau maksud Wooyoung-ah.'' Ucap Hyomin jujur. ''Baiklah tunggu sebentar!'' Wooyoung berjalan ke kamar Hyomin dan mengambil benda yang berada di kantong boneka kanguru. Ia kembali ke ruang tamu, dimana masih terdapat sang gadis disana. Ternyata benda yang ia bawa adalah sebuah kalung liontin. Wooyoung memakaikannya ke leher jenjang sang gadis. Hyomin hanya terdiam.

    ''Saranghae jeongmal saranghae.'' Bisik Wooyoung ketika selesai memakaikan kalung. Kali ini Hyomin benar - benar menangis, air mata nya jatuh dengan deras. Ia menangis karna terharu, ternyata cintanya terbalaskan. ''Nado Wooyoungie, gomaweo.'' Ucap Hyomin ditengah tangisannya, mereka berpelukkan.


     Dilain tempat, Soyeon tersenyum bahagia. ''Chukkaeyo Hyomin-ah :) .'' Ucapnya setelah nya ia menghilang.

     Sekarang Hyomin sudah menjadi manusia seutuhnya, ia sudah menemukan namja yang mencintainya yaitu Jang Wooyoung. Suatu kebahagiaan yang tidak ternilai di hari ulang tahun sang gadis.



                              -~END~-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar