Tampilkan postingan dengan label Park Soyeon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Park Soyeon. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2015

She's Ma Girl Part 2

She's Ma Girl Part 2
She's Ma Girl

Cast           : Park Hyomin, Jang Wooyoung.
Other cast : Jessica Jung, Park Soyeon dll.
Author      : Upi Sung
Genre       : Fantasy, romance.
Cr             : asfly3424


  Dan ini part 2 nya, kali ini ff nya spesial Ultah Hyomin yang jatuh pada 30 Mei, satu bulan setelah Wooyoung, tapi karna keterlambatan, dan karna ini ff pernah digunakan untuk lomba jadi author baru bisa post



Happy Reading!!!



      #Kau, yang menghilang... Kembalilah...#
 

        ''kenapa wajahmu murung Hyomin-ah....'' Tanya Lembut seorang yeoja mungil. Yeoja yang dipanggil Hyomin hanya diam tak menanggapi. ''Yak Hyomin-ah!!'' Teriaknya sekarang karna kesal pertanyaannya tidak ditanggapi oleh sang empunya raga.

    ''Ne Soyeon sunbae wae?'' Tanya Hyomin tak berdosa. ''Sudahlah lupakan!!!'' Kesal yeoja mungil tadi yang ternyata bernama Soyeon. Soyeon beranjak, namun baru beberapa langkah, pertanyaan Hyomin membuatnya berhenti ''Apa tidak bisa aku menjadi manusia seutuhnya sunbae?''

     ''Mwo? Jadi wajahmu murung, itu semua karna ini?'' Tanya Soyeon tak percaya, Hyomin melihat wajah Soyeon lalu mengangguk polos. ''Itu bisa saja, tapi kau harus bisa memenuhi syaratnya.'' Jawab Soyeon lembut, setelah melihat ekspresi Hyomin yang memelas. Hyomin yang mendengar hal itu, matanya langsung berbinar - binar.

     ''Jinjah sunbae? Apa itu syaratnya?''
     ''Gelang yang ada ditanganmu, harus kau lepaskan dan setelah itu......'' Soyeon menggantung perkataannya. Hyomin masih memperhatikan raut wajah Soyeon. ''Setelah itu kau harus mendapatkan sebuah cinta yang tulus dari seorang pria. Jika pria itu menyatakan cintanya padamu. Dan terbukti tulus,kau akan berubah selamanya menjadi manusia. Akan tetapi.......'' Lagi Soyeon menggantung perkataannya. Kali ini ia terdiam cukup lama.

     ''Wae Sunbae?'' Tanya Hyomin yang tak kunjung mendengar perkataan Soyeon.
     ''Akan tetapi, jika satu minggu setelah hari ulang tahunmu, kau tak kunjung mendapatkan pernyataan cinta dari pria yang tulus mencintaimu, kau akan berubah menjadi bidadari paling buruk lalu diasingkan dipulau terpencil......'' Ucap Soyeon akhirnya. Hyomin meneguk salivanya, cukup lama Hyomin terdiam sebelum akhirnya ia berkata ''Hanya itu sajakah sunbae?'' Ucapnya, Soyeon tak percaya dengan jawaban yang diberikan oleh Hyomin.

      ''Apa kau yakin Park Hyomin?'' Tanya Soyeon dengan nada seriusnya, Hyomin mengangguk pasti. ''Baiklah, ikuti aku!'' Lanjutnya sambil berjalan menuju kesuatu tempat yang diikuti oleh Hyomin... Dan sekarang mereka ada di sebuah ruangan putih, kosong dan luas hanya ada sebuah lemari dan gelas - gelas eksperimen,

      ''Tempat apa ini sunbae?'' Tanya Hyomin, namun Soyeon tak menjawabnya melainkan terus berjalan didepan Hyomin. Soyeon mengeluarkan sebuah gelas eksperimen.
      ''Lepaskanlah gelangmu, lalu taruhlah disini.'' perintah Soyeon. Hyomin menurut, akan tetapi sebelum gelang itu jatuh kedalam gelas, Soyeon menanyakan kembali apakah Hyomin bersungguh - sungguh. Dan Hyomin mengangguk pasti, gelang itupun jatuh kedalam gekas, kemudian sebuah cahaya bersinar terang. Hyomin menutup matanya, ketika ia membuka matanya ia sudah berada ditempat yang berbeda.

    ''Aku sudah mempersiapkan semua keperluanmu sebagai manusia. Bekerjalah agar kau menghasilkan uang untuk bertahan hidup.'' Hyomin hanya mengangguk senang. ''Ouh ya satu lagi, bukankah kau ingin bertemu dengannya? Jangan menemuinya langsung, biarkanlah dia yang mengenalimu lebih dulu.'' Hyomin mengerutkan keningnya. ''Wae?'' Tanya Hyomin. ''Karna jika kau yang menyapanya lebih dulu, semua usahamu akan sia - sia.''

     ''Ne araseo.''
      ''Ingat waktu mu hanya 1 minggu setelah ulang tahunmu, kau harus mendapatkannya. Jika tidak..... Kau tau kan akibatnya?'' Hyomin mengangguk, Soyeon menghilang setelahnya.  

                              -~~~-



    -Bruk-
   ''Mianhae ahgassi.''
   ''Ne gwaenchan.'' Yeoja tadi menengok. *Ugh kukira tadi ini kau!* batin Namja yang menabrak yeoja itu.
    ''Ouh apakah kau Jang Wooyoung?'' Namja yang ditanya seperti itu hanya terdiam mengerutkan keningnya, dia juga membatin *Apakah aku seterkenal itu? Sampai - sampai gadis asing pun mengenaliku!* Tanyanya dalam hati. Wooyoung hanya mengangguk.
  
  ''Pantas saja Hyoyeon jatuh hati padamu, ia juga sangat menderita setelah kau menolaknya!'' -Deg- *Apalagi ini?* Batin Wooyoung lagi. ''Ternyata bukan hanya karna kau tampan tapi juga karna kau baik dan sopan.'' lanjut yeoja tadi.       ''Jeosonghamnida, memangnya kau siapa?'' Tanya Wooyoung selembut mungkin. Yeoja tadi tertawa.

    ''Ah, mianhae Wooyoung-ssi aku lupa :D hehehe. Namaku Jessica Jung.'' Ucap yeoja tadi sambil tertawa. *Dasar yeoja aneh!* Batin Wooyoung. ''Aku sepupunya Kim Hyoyeon.'' Lanjutnya ''Dia sering cerita tentangmu padaku, dan sepertinya aku harus meminta maaf padanya. Karna aku menyukai pangeran pujaannya itu.'' Ucap Jessica panjang lebar. *Ya ampun apa yeoja ini sudah gila?* batin Wooyoung menautkan alisnya.

   ''Ah Jessica-ssi, mianhae aku harus pergi.'' Ujar Wooyoung kikuk. ''Dasar yeoja aneh.'' Gumam Wooyoung ketika meninggalkan yeoja yang bernama Jessica itu.

                         -~~~-


  *Siapa dia?* batin Wooyoung saat melihat ada seorang gadis sedang menatap rumahnya. Dia mengenakan Jeans pendek dan kaos yang dibalut kemeja lengan panjang tak terkancing. Gadis itu pergi ketika Wooyoung mendekat.
   ''Siapa dia?'' Ucapnya ''Posturnya seperti gadisku.'' Lanjutnya, namun Wooyoung yang cuek hanya mengangkat bahu nya.


Tak terasa malam pun tiba,,,,,,,,,
  
  ''Akh perutku lapar sekali.....'' Ucap Wooyoung yang masih sibuk dengan tugas - tugas kuliahnya. Ia pun memutuskan untuk mencari makanan didapur, akan tetapi nihil, dia tak menemukan apapun disana selain peralatan dapur. Sehingga mau tak mau ia harus keluar untuk mencari makanan. Ia pergi ke super market. Setelah sampai di super market yang kebetulan tidak jauh itu, dia langsung memilih apa yang akan Wooyoung beli. Setengah jam sudah ia berada ditempat itu, ia sudah selesai memilih Wooyoung pun memberikan belanjaannya kepada sang kasir. Ia tertegun saat melihat siapa yang berada dimeja kasir itu.

  ''Ige ahjussi,,,, semuanya 3800 won.'' Ucap sang kasir sembari menyerahkan belanjaan Wooyoung, Wooyoung memberikan uangnya.
    ''Jadi benarkah ini kau Park Hyomin?'' Ucap Wooyoung setelah melihat pin nama sang kasir. Sang kasir yang merasa namanya disebut, menengok. Mata mereka bertemu, dan saat itu waktu serasa berhenti.

   ''Ekhem...'' Ucap suara dibelakang Wooyoung, mereka (Hyomin & Wooyoung) tersadar dari lamunan masing - masing. ''Ahjussi, menyingkirkan lah jika kau sudah selesai.'' Lanjutnya, Wooyoung pun menyingkir. ''Ouh kau lagi Wooyoung-ah?'' Ucap orang itu. Wooyoung melihat kearahnya, setelah tau siapa yang berada didepannya saat ini. Dia menunjukkan raut wajah tak suka. Berbanding terbalik dengan orang itu. ''Apa mungkin kita berjodoh?'' Tanya orang itu yang terus mengoceh.

    ''Hahahaha,,,, itu tidak mungkin Jessica-ssi. Kita bertemu hanya karna suatu kebetulan saja. Kalau begitu aku duluan ne, Jessica-ssi. Annyeong.'' Ucap Wooyoung dengan nada yang sedikit dingin. Hyomin menatap Jessica dengan pandangan tak suka.
    ''Yak nona Park, cepatlah sedikit.'' Kesal Jessica.
    ''Ige, 5000 won.'' Ucap Hyomin datar. Jessica memberikan uangnya lalu berlari mengejar Wooyoung, namun yang dikejar sudah tak terlihat di kegelapan malam. Jessica pun kembali kerumahnya.

   Tik,,,,,, tik,,,,,,,, tik
   ''Hyomin-ssi, pulanglah! Tokonya akan ku tutup sebentar lagi.'' Ucap pemilik supermarket itu. ''Ne ahjumma. Aku pamit. Annyeong!'' Ucap Hyomin setelah seleai berberes. Hyomin berjalan keluar, ia sudah berganti pakaian.
   ''Hyomin-ah......'' Panggil sebuah suara dibelakang Hyomin disuatu gang gelap. Hyomin berbalik, dan namja itu sudah berada didepan Hyomin, lalu memeluknya. ''Aku merindukanmu Park Hyomin.'' Ucapnya masih erat memeluk Hyomin.
    ''Woo      young-ssi.''Gumam Hyomin terharu.

                                 -~~~-

     ''Kemana saja kau selama 3 minggu ini?'' Tanya Wooyoung yang baru memberikan minuman kepada Hyomin, lalu ia duduk disamping Hyomin.
     ''Ne? Ah aku..........''
    ''Sudahlah. Itu tidak penting.'' Potong Wooyoung yang melihat Hyomin kebingungan. ''Apa kabarmu heoh?''
  
  ''Aku baik Wooyoung-ssi. Kau sendiri, bagaimana kabarmu?'' Tanya balik Hyomin.  ''Aku juga baik, hanya saja hatiku sedang kurang baik.'' Hyomin menatap tak mengerti pada Wooyoung.

   ''Ah banyak yang ingin kutanyakan padamu, bolehkah?'' Lanjutnya, Hyomin mengangguk. Wooyoung pun bertanya. Malam itu mereka saling berbagi cerita, hal itu juga menyebabkan Hyomin bermalam dikediaman Wooyoung, mereka juga tak luput dari saling tukar menukar nomor telpon.

                             -~~~-

    -Engh- erang Wooyoung, -Drrrt- -Drrrt- -Drrrt- Wooyoung melihat pesan masuk diponselnya.


       +Wooyoung-ssi, mianhae aku pulang tanpa pamit denganmu. Aku sudah menyiapkan makanan untukmu.+

  Wooyoung terkekeh ''Gadis itu terlalu formal terhadapku.'' Ucap Wooyoung kecil. Wooyoungpun bersiap - siap untuk pergi ke kampusnya. Tak butuh waktu lama baginya untuk pergi. Sesampainya dikampus, ia melihat seseorang yang sudah tak asing baginya.

  ''Ouh Annyeong Wooyoung-ah. :) kita bertemu lagi rupanya.'' Ucap orang itu ketika melihat Wooyoung yang baru datang. Namun Wooyoung hanya melaju begitu saja, dengan tampang cueknya. ''Yak Jang Wooyoung, tunggu aku.'' Teriak orang itu sambil berlari 
mengejar Wooyoung yang sudah jauh didepan.

    ''Berhentilah mengikutiku Jessica-ssi.'' Ucap Wooyoung sedatar mungkin.  ''Anio, aku tidak ingin seperti Hyoyeon yang mengagumimu hanya didunia hayalannya saja, tidak berani mengutarakannya padamu.'' Jelas Jessica panjang lebar, yang hanya didengar malas oleh Wooyoung.  ''Terserah kau sajalah. Tapi jangan salahkan aku jika kau akan terluka nantinya.'' Ucap Wooyoung malas.


   Hari demi haripun berlalu..... Sekarang sudah hari ke-2 Hyomin tinggal dirumah Wooyoung setelah pertemuan mereka malam itu. Wooyoung memaksa Hyomin untuk tinggal bersamanya, mau tidak mau, akhirnya Hyomin pun setuju.
   ''4 hari lagi rupanya.'' Ucap Wooyoung setelah selesai pelajaran.. ''Ada apa Wooyoung-ah?'' Tanya seseorang sambil menepuk pelan  pundak Wooyoung.
   
 ''Ouh Taecyeon hyung, ah ani....'' Ucap Wooyoung sedikit terkejut. ''Kau yakin?'' Wooyoung mengangguk.
    ''Baiklah kalau begitu, aku duluan ne!'' Ucap Taecyeon lagi. Wooyoung mengangguk sebelum menambahkan perkataan, '' Ne hyung, hati - hatilah!'' Taecyeon mengangguk dan meninggalkan Wooyoung sendiri diruangan itu. Tak lama setelah Taecyeon keluar, Wooyoung pun pergi meninggalkan ruangan itu. Diluar sana ternyata sudah menunggu seorang Jessica, memang semenjak pertemuan hari itu, Jessica selalu mengikuti Wooyoung, dan hal itu juga yang membuat Wooyoung merasa tak nyaman.

     ''Wooyoung-ah, bisakah kita makan malam bersama hari ini?'' Tanya Jessica, ketika Wooyoung berada disampingnya. Wooyoung nampak berfikir, entah ini keberapa kalinya gadis itu mengajak Wooyoung untuk makan malam bersama.
    ''Baiklah, tapi hanya kali ini saja?'' Ucap Wooyoung setelah cukup lama berfikir. Sebuah senyuman tersirat diwajah cantik sang yeoja.


     Tik..... Tik...... Tik.....

   Malam ini mereka pergi bersama, Wooyoung dijemput oleh Jessica di supermarket tempat Hyomin bekerja. Disaat Wooyoung masuk kedalam mobil Jessica, disaat itu juga Hyomin melihat dengan jelas wajah Wooyoung dan gadis yang bersamanya. Tiba - tiba saja air itu turun dikedua belah pipi Hyomin. Wooyoung dan Jessica tak menyadari akan kehadiran Hyomin.
   ''Wooyoung-ssi.......'' Lirih Hyomin.

   
                            -~~~-


    ''Ada apa dengan gadis itu?'' Tanya Wooyoung pada dirinya sendiri, ia masih memperhatikan gerak - gerik gadisnya itu, setelah 3 hari belakangan ini dia sangat aneh kepada Wooyoung. Sebenarnya bukan aneh, hanya saja sikapnya sedikit menjauh dari Wooyoung, setidaknya itulah yang Wooyoung rasakan.

  ''Hyomin-ah.'' Panggilnya sebelum berpisah dengan Hyomin.   ''Ne?'' Hyomin melihat wajah Wooyoung.
   ''Ada apa?''
   ''Mwo?'' Tanya balik Hyomin bingung.
   ''Ada apa denganmu? Kenapa kau terkesan menjauhiku?'' Tanya Wooyoung to the point.
    ''Ah, itu hanya perasaan mu saja Wooyoung-ssi.'' Jawab Hyomin mengelak. ''Benarkah?'' Hyomin mengangguk. ''Sudahlah Wooyoung-ssi aku duluan ne :).'' Ucap Hyomin seraya meninggalkan  Wooyoung *Mianhae Wooyoung-ssi.* Batin Hyomin.


-----------------------


    Malam ini Wooyoung sedang di festival musim panas yang berada didekat Universitasnya. Disana banyak terdapat stand - stand penjual boneka. Tapi hanya ada satu stand boneka yang membuat Wooyoung tertarik untuk membelinya, yaitu sebuah boneka Kanguru yang berukuran lumayan besar.

   ''Ahjumma ini berapa harganya?'' Tanyanya pada ahjumma penjual boneka itu.
   ''Ige 48.000 won.'' Ucap ahjumma sambil memberikan bonekanya kepada Wooyoung. Wooyoung yang tak mempermasalahkan harga pun, langsung membayar nya. ''Untuk hadiah ulang tahun kekasihmu kah?'' Tanya sang ahjumma tersenyum jahil. Wooyoung hanya nyengir dan mengangguk kikuk. ''Kalau begitu, akan aku berikan potongan harga khusus untukmu.''

     ''Khamsamnida ahjumma, jeongmal khamsamnida.'' Ucap Wooyoung terharu. Wooyoung pun meninggalkan stand ahjumma itu setelah uangnya sudah dikembalikan. Disana ia juga bertemu dengan Taecyeon, mereka saling bertukar sapa. Bahkan Taecyeon menggoda Wooyoung yang sedang membawa boneka yang cukup besar. Mereka memang berteman cukup dekat, jadi tak heran jika tidak ditemukan aura canggung diantara mereka bila sedang bertemu.

     Wooyoung pulang cukup larut, ketika ia menginjakkan kaki didalam rumahnya, ia melihat gadisnya tertidur disofa ruang tengah. Wooyoung mendekat lalu terlihat wajah tenang dari gadisnya itu. Wooyoung menggendong gadisnya, menuju kamar sang gadis dan menidurkannya dikasur yang ada didalam kamar itu. Walaupun wajahnya tenang, namun matanya terlihat sembab dan bulu matanya sedikit basah.

   ''Apa kau melihatnya Hyomin-ah? Aku dan Jessica yang pergi berdua waktu itu?'' Tanya Wooyoung pelan pada makhluk yang sedang tertidur dihadapannya saat ini. ''Mianhae, sungguh kami tidak memiliki hubungan apapun.'' Ucapnya lirih masih dengan suara kecilnya. Wooyoung melihat jam di dinding kamar itu, ''Sebentar lagi yah.'' Gumam Wooyoung. Wooyoung bangkit dan keluar dari kamar itu menuju keruang tamu. Akan tetapi tak lama kemudian, ia kembali masuk ke kamar sang gadis. Ia meletakkan boneka yang cukup besar itu disamping sang gadis.

    ''Saengil chukkaehamnida Hyominnie :) .'' Ucapnya, lalu ia mencium kening sang gadis sebelum benar - benar keluar dari kamar itu.


                               -~~~-


      ''Ouh kau sudah bangun Hyomin-ah?'' Tanya Wooyoung yang melihat Hyomin berjalan menuju kearah nya. Hyomin mengangguk. ''Kau tidak ke kampus Wooyoung-ssi?'' Tanya Hyomin yang mau meminum susu yang sudah di siapkan oleh Wooyoung. Wooyoung menggeleng.
    ''Ani, aku ingin pergi bersamamu hari ini.'' Ucapnya. Hyomin tersedak. ''Yak gwaenchana Hyominnie?'' Tanya Wooyoung kaget, ia juga refleks menepuk - nepuk pelan punggung sang gadis.
     ''Ne, naneun Gwaenchana.''
     ''Sudahlah! Kau harus bersiap - siap sekarang!'' Perintah Wooyoung. Memang sekarang Wooyoung terlihat dengan pakaian kasualnya. ''Tapi,,,,,,,,,,,,''
       ''Tidak ada tapi - tapian! Sudah sana ganti bajumu!'' Potong Wooyoung. Hyomin yang sejak awal memang tidak bisa menolak, jadi sampai sekarang pun ia tak bisa menolak. Hyomin bergegas untuk mengganti pakaiannya.



  ------SKIP------


   Sekarang mereka sedang berada di Lotte World. Mereka sudah berada disini dari 5 jam yang lalu, waktu pun sudah menjelang malam, namun sebelum hari itu benar - benar menjadi malam, mereka menyempatkan diri untuk menaiki kereta gantung. Di dalam sana hanya ada mereka berdua.
   ''Hyominnie, saengil chukkaeyo.'' Hyomin yang sedang memandang pemandangan, tertegun. ''Dari mana kau tau?'' Tanya Hyomin bingung.
   ''Aku tau dari seorang nenek peramal sewaktu aku berada di festival awal musim panas dua bulan yang lalu.''
   ''Tapi bagaimana mungkin kau mengira kalau yang ia maksud itu aku?'' Tanya Hyomin lagi.

   ''Entahlah, itu mungkin karna kita sudah ditakdirkan bersama :) .'' Ucap Wooyoung santai. Sedangkan Hyomin hanya bersemu merah. ''Benarkah?'' Gumam Hyomin kecil, bahkan sangat kecil untuk di dengar oleh orang yang berada di sampingnya, namun kenyataannya adalah sebaliknya.
  
   ''Tentu saja.'' Respon  Wooyoung, Hyomin hanya terpaku.
Akhirnya mereka pun kembali terdiam, entah keadaan yang sunyi seperti ini berubah menjadi keadaan yang sangat romantis. Dan tiba - tiba saja muncul keberanian di benak Wooyoung, Wooyoung bergerak maju, perlahan namun pasti, bibir itu menyatu dengan bibir gadisnya itu. Cukup lama hingga Hyomin menghentikan kegiatan itu. Wooyoung yang mendapat pemberhentian seperti itu hanya bisa bertanya kenapa.....

    ''Kau tidak boleh seperti itu Wooyoung-ssi. Jika kau seperti itu, gadis itu pasti marah.'' Ucap Hyomin lirih. Wooyoung hanya mengerutkan keningnya.
    ''Siapa yang kau maksud Hyominnie?''
    ''Siapa lagi kalau bukan Jessica-ssi!'' Ucap Hyomin lemah. Tapi ia hanya mendapat tertawaan dari  sang namja.

   ''Yak Wooyoung-ssi, berhentilah menertawakanku!'' Kesal Hyomin. Kemudian setelah puas tertawa, Wooyoung pun menjelaskan semuanya, termasuk hubungan Jessica  dengannya. Mereka hanya berteman. Saat Wooyoung selesai menjelaskan, pintu kereta gantung pun terbuka.

    ''Jadi apakah kau mau menjadi gadisku mulai sekarang dan selamanya?'' Tanya Wooyoung yakin, sebelum  mereka keluar dari kereta gantung itu. Hyomin mengangguk sambil berusaha menahan tangisan bahagianya. Mereka meninggalkan kereta gantung dengan status sebagai pasangan kekasih dan berjalan dengan tangan yang saling berpegangan.

    Sesampainya dirumah, Wooyoung menanyakan kenapa benda yang diberikan olehnya, tidak dipakai Hyomin.
     ''Benda apa?'' Tanya Hyomin bingung, ia memang tidak tahu - menahu tentang benda yang di maksud Wooyoung. Wooyoung hanya menghela nafas.

    ''Jadi kau belum melihatnya? Benda di kantong boneka kanguru itu?''
     ''Aku melihat boneka nya, tapi aku tidak tau benda apa yang kau maksud Wooyoung-ah.'' Ucap Hyomin jujur. ''Baiklah tunggu sebentar!'' Wooyoung berjalan ke kamar Hyomin dan mengambil benda yang berada di kantong boneka kanguru. Ia kembali ke ruang tamu, dimana masih terdapat sang gadis disana. Ternyata benda yang ia bawa adalah sebuah kalung liontin. Wooyoung memakaikannya ke leher jenjang sang gadis. Hyomin hanya terdiam.

    ''Saranghae jeongmal saranghae.'' Bisik Wooyoung ketika selesai memakaikan kalung. Kali ini Hyomin benar - benar menangis, air mata nya jatuh dengan deras. Ia menangis karna terharu, ternyata cintanya terbalaskan. ''Nado Wooyoungie, gomaweo.'' Ucap Hyomin ditengah tangisannya, mereka berpelukkan.


     Dilain tempat, Soyeon tersenyum bahagia. ''Chukkaeyo Hyomin-ah :) .'' Ucapnya setelah nya ia menghilang.

     Sekarang Hyomin sudah menjadi manusia seutuhnya, ia sudah menemukan namja yang mencintainya yaitu Jang Wooyoung. Suatu kebahagiaan yang tidak ternilai di hari ulang tahun sang gadis.



                              -~END~-

Senin, 16 Maret 2015

After Song




Cast          : Park Hyomin,
                  Jang Wooyoung,
                  IU
Other cast : Park Soyeon,
                   Kim Min Jun, Yoo Rachael (Oc)
Genre : schoolar life,, friendship, Drama
Author : Upi (Sung Hyun Jae)
Cover by : PinkSky (pinklattern.wordpress.com)
Disclaimer : Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari Author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Jang Wooyoung, Park Hyomin
dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

   
     ''Jika memang itu cinta, maka satukanlah cinta itu lewat musik!'' Jang Wooyoung


  ''Hyominnie, apa yang lakukan dengan kertas-kertas itu heoh?'' Teriak seorang Yeoja dari depan pintu kelas, yang dipanggil malah menengok santai.
   ''Aigo eonni, yang rusak itu hanya satu, tidak semuanya -_-.'' Hyomin masih mendengarkan musik.
   ''Memang benar, Tapi tetap saja, semuanya berantakan!'' Ucap Yeoja tadi kesal.
   ''Sudah lah Soyeon eonni, Mianhae. Kau tinggal ganti saja.''
   ''Tidak semudah itu! Aku juga masih punya pekerjaan lain, selain mengurus naskah-naskah itu!''
   ''Lalu?''
    ''Kau yang harus bertanggung jawab!''
    ''Mwo? Shireo! Bukan aku yang salah, tapi bocah itu!'' Tolak Hyomin.
   ''Nuguya? Bocah siapa yang kau maksud?''
   ''Mollayo, tapi dia yang menginjak naskahnya! Dia tak terlalu tinggi dan sok Keren!'' Soyeon mengerutkan keningnya.
     ''Apa mungkin yang kau maksud Jang Wooyoung?'' Hyomin hanya mengangkat bahu.



< Skip Time >

=> Di Lab komputer
   ''Hei apa yang kau lakukan disitu?''
   ''Menurutmu apa yang aku lakukan?''
    ''Dasar gadis aneh!''
   ''Hei siapa yang kau bilang aneh heoh?''
   ''Kau, tentu saja kau, kau fikir siapa lagi?''
   ''Aigo bocah ini,,,,,''
   ''Hyomin, Wooyoung apa yang kalian lakukan?'' Bentak Soyeon, mengagetkan Min Jun yang kebetulan baru datang. ''Apa kau lihat-lihat eoh??'' Tanya Soyeon yang menengok kearah Min Jun. Min Jun langsung menggeleng.
      ''Aku hanya mau bertemu dengan Wooyoung.''
      ''Tidak bisa, mereka sedang mengerjakan hukuman. Jadi sebelum itu selesai mereka tidak boleh keluar!'' Ucap Soyeon tegas.   ''Kalian apa yang kalian lakukan? lanjutkan sana pekerjaan kalian!'' Wooyoung dan Hyomin langsung mengerjakan hukuman mereka, yaitu menulis ulang naskah yang rusak.



¤Flashback¤


    ''Hyominnie, maukah kau menolong eonnimu ini??'' Rayu Soyeon, Hyomin yang sudah merasakan hal buruk langsung menolak ''Kajja Hyominnie ^_^.'' Rayu Soyeon tak mau menyerah!
    ''Ne baiklah eonni, apa yang bisa ku bantu heoh?''
Soyeon tersenyum lebar. Dan akhirnya disinilah Hyomin berdiri dengan tumpukkan kertas, angin kencang terus bertiup~ hingga menerbangkan Rambut, rok Hyomin, bahkan kertas - kertas yang dibawa Hyominpun ikut berterbangan...... Kemudian diantara kertas - kertas yang berterbangan itu,  ada salah satu kertas yang terbang dan jatuh di bawah kaki seseorang, Hyomin berusaha mengambilnya namun naas Injakan dikertas itu tak dapat dielakkan.....  
     ''Omo :O '' Teriak Hyomin tak percaya ''Berhenti, kubilang berhenti.'' seseorang yang merasa diteriakki oleh Hyomin pun berhenti dan membalikkan badannya kearah Hyomin.
    ''Mwoya Isseoyo? (ada apa?)'' Hyomin kesal.
    ''Kyaa, apa kau bilang heoh?? Ada apa?'' Tanya Hyomin yang mulai marah, orang itu hanya mengangguk polos. ''Kau.... Kau tuan Jang :S  Dasar bocah!!! Tak mau mengaku salah.''
      ''Hei gadis aneh! Apa kau bilang heoh? Bocah? Siapa yang bocah. Aku memang tidak salah koq. Aku tidak melakukan apapun.'' Jawab orang itu
      ''Ouh tidak salah yak?? Lalu apa yang kau lakukan dengan kertas - kertas itu?'' Ucap Hyomin sambil menunjuk Kearah kaki orang itu, orang itu melihat nya juga dan sekarang wajahnya sudah pucat karna malu. Baru orang itu mau melakukan pembelaan, namun.
       ''Jang Wooyoung...'' Panggil seseorang yang baru datang kepada orang yang berada didepan Hyomin saat ini. Orang yang dipanggil Wooyoung menengok, lalu dengan cepat Hyomin bergerak mengambil kertas yang berada di kaki Wooyoung dan pergi meninggal kan 2 orang namja itu.
       ''Ugh dasar Bocah!'' gerutu Hyomin.
@Wooyoung.
       ''Mwoya isseoyo Wooyoungie?''
       ''Ah Min Jun hyung, ani, hanya saja tadi ada gadis aneh yang marah - marah tidak jelas padaku.'' orang yang dipanggil Min Jun hanya mengangguk-angguk.

¤Flashback End¤

Hyomin & Wooyoung jadi serius mengerjakan hukumannya, tanpa ada suara diantara mereka. Karna mereka takut jika Soyeon datang lagi dan marah - marah. Mereka berdua sangat akur sampai , saat tangan Hyomin tak sengaja tersentuh oleh Wooyoung.
     ''Gyaaaaa, apa yang baru saja kau lakukan heoh??'' Heboh Hyomin.
     ''Memangnya apa yang baru kulakukan?'' Jawab Wooyoung dingin.
     ''Kau, kau baru saja menyentuh tanganku. Kau....'' namun belum sempat Hyomin menyelesaikan perkataannya, pergelangan tangannya di pegang oleh Wooyoung lalu tubuhnya dihimpit oleh tubuh Wooyoung ditembok. Dan
    ''Dengar nona Park! Kau tak boleh seperti itu, kau terlalu heboh. Kau tau! Seharusnya kau bersyukur karna tanganmu disentuh olehku!'' Ucap Wooyoung di telinga Hyomin. Kemudian Wooyoung meninggalkan Hyomin yang masih terpaku akan kejadian yang baru saja terjadi antara dirinya dan Jang Wooyoung. Ternyata pekerjaan mereka sudah selesai.. Hyomin masih tidak percaya dengan apa yang Wooyoung lakukan pada dirinya. Semalaman ia tak bisa tidur karna memikirkan pria itu
     ''Aigo,,, aaaaaakh'' teriak Hyomin didalam kamar.


#Keesokkan paginya#

    sekolah Hyomin akan mengadakan acara Drama musikkal untuk mengisi akhir tahun ini dan yang akan menjadi bintangnya adalah Jang Wooyoung, Iu, Park Soyeon,Kim Min Jun, Park Hyomin.

   ''Ugh si duo park itu ternyata masuk kedalam drama itu!'' eluh seorang gadis yang bermata sipit.
    ''Siapa yang kau maksud?'' Ucap suara lain mengagetkannya.
    ''Ouh.'' gumam si yeoja sipit, ia menengok dan... ''Hyomin-ssi? Sejak kapan kau dibelakangku??'' Tanyanya gugup.
     ''Sejak Kau belum berada ditempatmu sekarang Yoo Rachael!'' gadis yang di panggil Rachael hanya membulatkan matanya ''Sudahlah aku lagi malas ribut denganmu!'' Lanjut Hyomin, ia pun meninggalkan Rachael yang mematung.
    ''Aish sombong sekali anak itu!'' Marah Rachael
     ''Nuguya?'' Rachael tertegun ia memejamkan matanya *Aigo siapa lagi ini* Batin Rachael. Ia menengok kebelakang.
    ''Ouh Soyeon eonni, Ani , mungkin kau salah dengar!'' Sergah Rachael.
    ''Heuh dasar aneh. Jelas - jelas tadi kau mengatakannya.'' Soyeon pun berlalu setelah mengatakan hal itu.
    ''Arghh ada apa dengan mereka berdua? Arghhhhhhh Mollayo, I hate you duo park!'' Teriak Rachael gaje.

Hari - hari mereka lewati dengan latihan. Dan yang paling mencuri perhatian adalah duet nya Wooyoung dan Iu. Banyak yang membicarakan pasangan ini, 'mereka terlihat cocok', 'kenapa mereka tidak jadian saja!' begitulah komentar anak - anak sekolahan itu.



@Ditaman


      ''Eomma, wae? Huhuhuhu...'' Jerit Hyomin di taman yang sepi, disana Hyomin Uring - uringan GaJe. Dia kira disana hanya ada ia sendiri namun Ia terkejut ketika menyadari & Melihat Namja yang berada di sampingnya,''Apa yang kau lihat heoh?'' Tanya Hyomin jutek. Namja Yang berada disamping Hyomin hanya menggeleng. Hyomin melanjutkan nangisnya dengan menelungkupkan wajah di ke-2 telapak tangannya. Cukup lama hening. ''Kau mungkin menganggapku aneh kan Jang Wooyoung?'' Tanya Hyomin dengan posisi yang sama. Wooyoung melihat Hyomin, ia tertegun. ''Aku memang Yeoja aneh, mereka semua mengatakan hal itu. Aku.... Aku...... huaaaaaaa.'' Hyomin tak melanjutkan perkataannya, ia malah Menangis sejadi - jadinya. Lalu Wooyoung memasangkan Headset ke telinga  Hyomin, Hyomin mengangkat wajahnya kearah Wooyoung namun Wooyoung dengan santai memalingkan wajahnya kedepan.
     ''Aku tak pernah berpikir bahwa kelakuan mu tadi adalah hal yang aneh!'' Jawab Wooyoung santai ''Bukankah menangis dalam kehidupan itu wajar :/ .'' Lanjutnya sambil menyunggingkan senyumnya. ''Aku suka melihat Yeoja yang mau terbuka dengan perasaannya.'' Lalu ia menengok kearah Hyomin dan mendapati Hyomin sedang menatapnya. ''Dalam kehidupan masalah itu wajar.''  berhenti lama memperhatikan wajah Hyomin ''Kau Yeoja yang manis :).'' Ucapnya sambil mengusap rambut Hyomin. Mereka berdua mendengarkan musik .
       ''Bukankah ini lagu 2pm?'' Wooyoung mengangguk. ''Apa Judulnya?''
       '' I'll Be back.'' setengah hari itu mereka habiskan mendengar music ditaman.

Hari ini adalah rehearsal sebelum acara dimulai.
Satu jam kemudian acara dimulai. Diawali dengan kolaborasi Lee Haeri, Kang Min Kyung, Ryu Hwayoung, Park Soyeon, Park JiYeon dan Park Hyomin.
   ''Uri saranghaetjana jebal nal ullijima ojik Naegen no hanappunya. Nuneul gamado boyeo~ gwireul magadeo deullyeo~ Jebal nal ttonagajima~
kemudian diakhiri dengan penampilan Wooyoung & Iu         ''Kajima kajima nal jiweobeori gettan geojitmal dashin hajima
Geureon mareun hajima
Geojitmal da geojitmal
Geureon maeumedo eopneun mallo nal jabjima Imi neon neujeotjana
Jeongmal uriga idaero heeojindaneun ge geobina eum geobina
Naneun uriga idaero mannandaneun ge deo geobina Dashi geuttaero OH neon geudaero OH dorawajweo
Dashi naegero OH geu jariro OH dorawajweo
Joheun yeonghwareul bogo eumageul deudgo useuryeo haedo
Naeui gaseumi neoreul bulleo nae nunmuri nago eum.''
Dan sesuai dengan dugaan, disini yang paling banyak menyita perhatian adalah pasangan Wooyoung & IU. Hyomin pun terpaku mendengar nyanyian mereka, matanya menyiratkan kesedihan, apa lagi melihat kedekatan Wooyoung dan IU. Ada tersirat rasa tak suka terhadap kedekatan mereka. Iu juga sering terpergok sedang berusaha merayu Wooyoung, dan itu membuat Hyomin kesal.

 >Flashback<

     ''Oppa...'' Rajuk IU
    ''Ne.'' Jawab Wooyoung singkat
    ''Aku tidak bisa mengambil nada yang ini.'' Tunjuk IU ke not yang tidak bisa ia jangkau. Kemudian Wooyoung mengajarinya dengan telaten, Hyomin yang melihat sedikit kesal. Pernah suatu ketika Hyomin menari ber-2 dengan Wooyoung, tiba - tiba IU datang dan menarik pergi Wooyoung dari sisi Hyomin dengan alasan IU disuruh oleh Kang Songsaengnim.
    ''Ugh alasan Klasik.'' Komentar Hyomin setelah Wooyoung & IU pergi.


>>>Flashback End<<<



     ¤Perpisahan Sekolah¤


     ''Hyominnie!'' Panggil Wooyoung. Hyomin yang sedang asik dengan Teman - temannya menengok. Lalu Wooyoung mengisyaratkan agar Hyomin mengikutinya ketaman belakang sekolah. Hyomin yang mengerti, mengikutinya.
@Ditaman Belakang
      ''Mwoya Isseoyo?'' Tanya Hyomin.
      ''Hemm...... Hyominnie...?''     '~Hemm.~' Gumam Hyomin. ''I Like you ah ani Saranghae.'' Ucap Wooyoung sedikit grogi. Hyomin membulatkan Matanya tak percaya. ''Will you be my girlfriend?'' Hyomin hanya diam saja, cukup lama sampai. ''Hyomin-ah?'' Hyomin tersadar dari lamunannya.
        ''Wooyoung-ah. Aku tidak bisa menerima mu sekarang!'' Wooyoung mengerutkan keningnya ''Karna aku belum tau perasaanku. Namun jika suatu saat nanti, entah itu 5 tahun lagi atau 20 tahun lagi, kau mengatakan hal yang sama, aku mungkin bisa memberikan jawabannya.!'' Ucap Hyomin lembut dan tersenyum. Wooyoung menundukkan kepalanya, lalu Hyomin memeluknya. ''Mianhae, mungkin sekarang ini banyak wanita yang lebih baik untukmu. Aku tidak bisa menjadi penghalang bagimu dan teman masa kecilmu.'' Wooyoung langsung melepaskan pelukan Hyomin.
          ''Apa maksudmu?'' Hyomin tak menjawab, ia hanya tersenyum lalu meninggalkan Wooyoung dengan penuh tanda tanya. Hyomin terus berjalan saat agak jauh.
          ''Mianhae, jeongmal mianhae. Anyeong Higyeseyo.'' Ucapnya pelan sambil menangis. Malam itu tak ada yang tau jika Hyomin menangis..........
Setelah kejadian malam itu, Hyomin & Wooyoung tidak pernah bertemu, karna Hyomin pergi meninggalkan Seoul.







#5 Tahun Kemudian#

     ''Eonni kau mau kemana?'' Tanya gadis kecil yang menangis, lalu Yeoja yang dipanggil eonni, duduk kemudian mengelus rambut sang anak.
    ''Eonni akan kembali lagi nanti, tapi sekarang eonni mau pergi dulu :) .'' sang anak kecil pun akhirnya merelakan sang Eonni pergi. Ternyata si Eonni pergi kesebuah kafe di daerah Busan. Saat sedang asik meminum kopinya ia mendengar sebuah lagu yang tidak asing ditelinganya.

    ''Jeongmal uriga idaero heeojindaneun ge geobina eum geobina
Naneun uriga idaero mannandaneun ge deo geobina:''

 *Lagu ini, suara ini bukankah ini.....* Batin Yeoja itu, lalu Yeoja itu melihat kedepan kafe, disaat ia melihat, ada sepasang mata yang melihat matanya. Mereka terpaku sebentar, lalu Yeoja itu pergi meninggalkan kafe.
Namun ditengah pelariannya, tangannya di tahan oleh seseorang.
      ''Hyominnie?'' Ucapnya. Orang yang dipanggil Hyomin menengok, lalu terlihat lah seberkas senyum dari orang itu, orang itu langsung memeluk Hyomin.
      ''Kyaaaa Jang Wooyoung apa yang kau lakukan heoh?'' Teriak Hyomin. Setelah itu  Jang Wooyoung menanyakan jawaban Hyomin atas pertanyaannya 5 tahun yang lalu. Walau agak lama, namun Hyomin memberikan jawaban *iya*
          ''Dulu, kenapa kau tak menjawabku? Kau malah mengatakan hal itu...'' Tanya Wooyoung.



~~FlashBack~~
 Saat Hyomin akan menjawab Iya, dia melihat IU yang sedang menangis melihat kearah Wooyoung dan Hyomin, Hyomin yang menyadari akan hal itu jadi menjawab  ''Mianhae, mungkin sekarang ini banyak wanita yang lebih baik untukmu. Aku tidak bisa menjadi penghalang bagimu dan teman masa kecilmu.''
Flashback End....

     ''Jadi seperti itu?''Tanya Wooyoung memastikan. Hyomin mengangguk, lalu ia memeluk Hyomin. ''Mianhae ku baru datang setelah 5 tahun.'' Hyomin tak menjawab ia malah mengeratkan Pelukkannya.
Mereka duduk dibangku taman dengan mendengarkan lagu 2pm I'll Be back....


    ''Lagu yang telah mempertemukan dan mempersatukan kita.....'' Park Hyomin.



_^End^_