I Can Do It!
Cast : Song Jung Ki, Azizah Baek, Moon
Chae Woon.
Other
cast : Shin Sung Young, Jung Il Woo, Lee Min Ho, Kim Joon, Baek Kwang Jin. Dll
Genre : School-life, Romance
Author : Upi Hwang
Cr
by : Miki'rou Mina Art
Sinopsis : Azizah adalah yeoja yang slalu ceria,,
suatu hari ia bertemu dengan Song Jung Ki Namja jutek, so cool, pendiem,
gampang marah, dan paling anti dengan namanya ketawa, jangankan tertawa,
tersenyum dia sangat jarang. Namun semenjak pertemuan itu, Azizah mampu merubah
sikap dingin sang namja.
03
Maret 2015
Hari
ini adalah hari dimana terjadi pertukaran pelajar antara Indonesia dan Korea
selatan. Dan salah satu pelajar indonesia yang beruntung mengenyam pendidikan
di negri Ginseng ini adalah Azizah Baek. Seorang anak yang cerdas, mudah
bergaul, dan yang terpenting ia selalu ceria. Dimana pun ia berada, ia selalu
membawa kebahagiaan disekitarnya. Dia gadis yang manis mempunyai bola mata yang
indah. Rambutnya sebahu, hitam dan bergelombang. Ciri - ciri orang Indonesia,
eits namun jangan salah darah Korea pun mengalir ditubuhnya, terbukti dari
matanya yang sedikit sipit. Ia memiliki warna kulit kuning langsat......
Hannyoung
High School
Adalah
sekolah baru yang akan menjadi tempatnya menuntut ilmu. Sekolah yang berada di Gangdong-gu,
Seoul, Korea Selatan. Azizah Baek, sekarang dia sedang berberes barang -
barangnya di asrama tempatnya tinggal, dia sekamar dengan salah satu pelajar
Korea disana yang bernama Shin Sung Young.
''Hi, My name is Shin Sung Young you can
call me Sung Young or Young it no problem. I'm new student in here, i'm from
Busan and You?''
''Hi Young, I'm Azizah Baek, you can call
me Zizah. I'm from Indonesian. And i same with you, i'm New student in here. Nice
to meet you ^^.''
Itulah
perkenalan singkat mereka.....
*(karna keterbatasan bahasa, author
menggunakan bahasa indonesia di setiap percakapan selanjutnya, Minhamnida
#Membungkuk 90 derajat)*
Mereka meninggalkan kamar asrama lalu,
berbaris menuju ke lapangan. Disana mereka diberikan ceramah oleh sang Presiden
yaitu Seo Jong Chan-nim. Dia menjelaskan motto dari sekolah ini yaitu
Diligence, perlu diketahui, sekolah ini adalah salah satu sekolah yang sangat
ketat saat penerimaan murid baru. Terbukti hanya 30% anak yang akan diterima
sekolah ini pada setiap pendaftaran.
Setelah sang presiden selesai memberikan
ceramahannya, dilanjutkan oleh penceramahan dari salah satu Kakak kelas alias
Sunbaenim mereka. Ada salah satu dari mereka yang menarik perhatian Azizah,
yaitu seorang Namja imut, memiliki warna mata yang coklat, tubuh tinggi dan
terlihat dingin? Azizah hanya bisa bertanya - tanya dalam hati *siapakah dia?*
Batinnya. Seakan terlihat jelas dimatanya, tiba - tiba saja ada suara yang
mengagetkannya.
''Dia Song Jung Ki sunbaenim.'' Ucap suara
seorang namja itu. Ucapan yang menjawab semua pertanyaan dari hati seorang
Azizah. Azizah menengok. Dan namja tadi hanya nyengir. ''Dia teman sekelasku,
apa kau ingin ku memberitahukannya bahwa Yeoja dari Indonesia ini
menyukainya?'' Lanjutnya.
''Ahhh ani, bukan seperti itu sunbaenim.
Aku......'' Jawab Azizah gugup
''Araseo, tapi ku beritahu kau. Kau hati -
hatilah dengan wanita yang sedang berpidato sekarang itu.!'' Ucap Namja tadi
sambil menunjuk kearah depan. ''Ne?'' Tanya Azizah bingung.
''Dia sudah lama mendekati Jung Ki, tapi
tak pernah berhasil.'' Bisik namja tadi. ''Perkenalkan aku Jung Il Woo? Kalau
kau?'' Tanyanya kemudian, sambil mengulurkan tangannya.
''Zizah, Azizah Baek :).'' Ucap Azizah
sambil menyambut uluran tangan sang namja yang bernama Jung Il Woo. Azizah juga
tersenyum. *Semoga Yeoja ini berhasil mendekati Jung Ki.* Batin Il Woo.
...............................
''Yak Shung young-ah kita akan duduk dimana
ini?'' Tanya Azizah khawatir saat melihat bangku kantin penuh. ''Ne
Zizah-ah..... Aku juga bingung.'' Jawab Sung Young. Lalu,
''Zizah-ah...'' Panggil seseorang tak
jauh dari mereka. Azizah dan Sung Young menengok keasal suara lalu terlihatlah
dua orang namja, yang satu sedang tersenyum pada Azizah, ia juga mengangkat
tangannya. Dan satu namja lagi hanya terdiam tanpa ekspresi. *Dingin sekali
namja itu.* batin Sung Young. *Ah Kiyeon Namja* Batin Azizah.
Kemudian tangan
yang terangkat itu melambai - lambai, menandakan sang empunya menyuruh Azizah
dan Sung Young kesana. Dua namja yang tak lain adalah Jung Il Woo dan Song Jung
Ki. Azizah dan Sung Young berjalan menuju mereka.
''Duduklah. Bukankah kalian sedang mencari
tempat duduk?'' Suruh + Tanya Il Woo ketika dua yeoja tadi sudah berada didepan
mereka. Azizah dan Sung Young hanya mengangguk lalu duduk.
''Khamsamnida sunbaenim.'' Ucap Azizah.
''Ah kau tak perlu seformal itu padaku! Panggil saja Oppa.'' Ujar Il Woo.
''Ouh dia temanmu kah?'' Lanjut Il Woo,
Azizah mengangguk, ia juga tersenyum yang menampilkan eyes smile nya.
''Namanya Shin Sung Young.'' Ucap Azizah.
Il Woo mengulurkan tangannya ''Il Woo, Jung Il Woo.'' Ucapnya kemudian. Sung
Young menyambut uluran itu dan menyebutkan namanya.
''Ouh ya, Zizah-ah,Sung Young-ah, ini
temanku Song Jung Ki. Jung Ki-ah, mereka ini teman baruku.'' Ucap Il Woo sambil
mengedipkan sebelah matanya kepada Azizah. Song Jung Ki hanya menatap datar dua
makhluk yang sedang berada didepannya saat ini. Ia mengulurkan tangannya lalu
berjabat tangan dengan dua yeoja tadi secara bergantian. ''Song Jung Ki.'' Ucapnya dingin.
Waktu
istirahat pun berakhir.... Azizah dan Sung Young kembali ke kelasnya...
Jam
pelajaran berakhir sekitar 15 menit yang lalu. Azizah dan Sung Young sedang
berjalan menuju kekamar mereka.
''Zizah-ah...'' Panggil Sung Young membuka
pembicaraan. ''Ne Sung Young-ah wae?'' Tanya Azizah. ''Apa kau ingat namja yang
bernama Jung Ki itu?'' Azizah mengangguk.
''Aku tidak menyukainya'' Lanjut Sung Young
''Wae Sung Young-ah?'' Tanya Azizah terkejut. ''Dia dingin sekali! Berbeda
dengan Il Woo sunbae.'' Opini Sung Young. Azizah mengangguk - angguk ngerti.
'' Araseo, hajiman naega joah dangsineun
:D.'' Ucap Azizah sambil nyengir. Sung Young hanya terkejut dan melongo ketika
Azizah berlari begitu saja setelah mengatakan hal itu.
--Ceklek—
Azizah dan Sung Young memasuki kamar, ''Sung
Young-ah aku mau sholat dulu ne :) .'' Ucap Azizah, Sung Young mengangguk.
Memang walaupun Azizah tidak berkrudung, namun sholat nya tak pernah ia
tinggal. Dan lebih beruntung lagi ia mendapatkan teman sekamar yang toleransi,
yak walaupun Sung Young bukan seorang muslim.
10
menit kemudian... Azizah sudah menyelesaikan Sholat Isya nya. ''Kau sudah
selesai Zizah-ah?'' Tanya Sung Young yang masih membaca buku. ''Ne Sung
Young-ah, kau belum tidur?'' Tanya Azizah, Sung Young menggeleng ''Sebentar
lagi.'' Komentarnya. Azizah mengangguk, ia mengambil buku pelajarannya lalu
membacanya sebelum ia pulas tertidur.
___________________________
Hari ke-2 Azizah sekolah di Hannyoung High
School.
Azizah
berusaha mengambil buku yang letaknya di rak paling atas. Ia sedikit kesulitan
karna tinggi badannya yang tidak bisa menjangkau sang buku. Kemudian ada tangan
dibelakang nya yang mengambil buku itu. Azizah berbalik lalu nampaklah seorang
Song Jung Ki. Azizah tersenyum dan wajah nya sekarang sudah mulai memerah.
''Ige.'' Ucap Jung Ki sambil memberikan buku yang dimaksud Azizah.
''Khamsamnida Jung Ki sunbaenim.'' Ucap Azizah yang sedang senang bukan main.
Namun Jung Ki hanya berlalu begitu saja.
''Ugh..'' Ucap Azizah menghela nafas
''Oppa, aku berjanji, aku akan membuat mu tersenyum!'' Tekad Azizah, memang
saat pertama kali ia melihat Jung Ki, ia melihat Jung Ki sedang tersenyum jadi
tak heran jika sekarang ia sangat menyukai Song Jung Ki karna senyuman Song
Jung Ki sangat lah manis, ia sangat berbeda jika sedang tersenyum.
----------
''Hei kau.!'' Panggil seseorang. Dua
yeoja yang sedang berjalan berhenti, lalu berbalik menghadap seseorang yang
tadi memanggil mereka. Orang itu mendekat kearah Dua yeoja tadi.
''Apa Kau Azizah Baek?''Tanya seseorang itu
langsung, salah satu yeoja yang berhenti tadi mengangguk. ''Menjauhlah dari
Jung Ki-ku!'' Ucapnya mengancam.
''Maksud sunbaenim apa?'' Tanya Azizah
bingung. ''Jangan pura - pura tidak tau kau!'' Jawab orang itu dengan nada
tinggi.
''Tadi temanku melihatmu berduaan dengan
Jung Ki di Perpustakaan. Kuperingatkan kau....'' Belum selesai dia bicara,
perkataan sudah dipotong oleh seseorang yang baru datang dan menghampiri
mereka.
''Ouh Zizah-ah, Sung Young-ah, bukankah
tadi kalian di panggil sama Lee Songsaengnim?'' Tanya orang yang baru datang
itu. Orang itu memberikan kode kepada Azizah dan Sung Young agar meninggalkan tempat
itu sekarang, Azizah dan Sung Young yang awalnya bingung jadi mengerti.
''Ah ne Sunbaenim, gomaweo ne sudah
mengingatkan kami. :) '' Ucap Sung Young tersenyum, lalu menarik lengan Azizah
untuk pergi meninggalkan tempat itu. Setelah Azizah dan Sung Young pergi.
''Kau mengenal mereka Il Woo-ssi?'' Tanya
orang tadi yang mengancam Azizah. Il Woo berbalik dan menghadap orang itu. ''Ne
wae Chae Woon-ssi?'' Tanya Il Woo malas.
''Kuharap kau memberitahu gadis bernama
Azizah itu agar menjauhi Song Jung Ki!'' Ucap Orang itu yang ternyata bernama
Chae Woon.
''Kalau aku tidak mau?'' Tanya Il Woo
menantang. ''Kau....''Geram Chae Woon.
''Lagi pula Jung Ki siapanya kau? :P '' Ucap
Il Woo jutek sambil menjulurkan lidahnya. Kemudian setelahnya ia pergi
meninggalkan Chae Woon.....
Seminggu sudah berlalu semenjak Chae
Woon mengancam Azizah. Azizah tidak takut akan ancaman itu, karna ia berfikir
Chae Woon tidak berhak melarangnya dekat dengan Jung Ki. Sebenarnya Azizah
tidak mau mencari masalah, tapi karna ia ingin dekat dengan Jung Ki mau tidak
mau ia juga harus berurusan dengan Moon Chae Woon. Hari ini ternyata kelas Jung
Ki dan kelas Azizah sama - sama pelajaran olahraga.
Azizah pelajaran Atletik sedangkan Jung Ki
pelajaran Basket, berhubung Kang Songsaengnim sedang tidak hadir jadi Jung
Songsaengnim lah yang mengajar anak - anak kelas Azizah. Karna dua kelas
terlalu banyak, alhasil Song Jung Ki, Jung Il Woo, Lee Min Ho, dan Kim Joon.
Mereka disuruh oleh Jung Songsaengnim agar melatih hoobae mereka.
Azizah mendapatkan guru Song Jung Ki, hari
ini kelasnya akan belajar melempar Tolak Peluru. Kini giliran Azizah yang
melemparnya. Ia memegang bola, namun ia salah dan salah lagi, memang olahraga
adalah pelajaran kelemahannya. Mau tidak mau Jung Ki mengajarkannya ia mendekat
ketubuh Azizah, lalu memegang tangan, setelahnya membenarkan posisi peluru,
posisi badan. Semua siswi teriak - teriak gaje kecuali Shin Sung Young,
sedangkan Il Woo hanya senyum - senyum sendiri.
''Kau seharusnya bisa melakukan hal ini..
Kau salah satu murid yang cerdas.'' Komentar Jung Ki sebelum menjauh dari
posisi melempar Azizah. Sungguh ia merasakan wajahnya sudah memerah saat ini.
Selama
pelajaran Azizah tak pernah mengeluh, walaupun ia sering di gentak karna
melakukan kesalahan. Ia juga selalu tersenyum, bahkan tak jarang ia terlihat
sedang tertawa riang. Song Jung Ki yang berada dipinggir lapangan, terus
memperhatikannya.
''Apa kau menyukainya?'' Tanya Seseorang
yang duduk disamping Jung Ki, Jung Ki menengok siapa gerangan orang itu. ''Ah
kau bicara apa Kim Joon-ssi.'' Elak Jung Ki sambil mengalihkan pandangannya
kembali ke arah Azizah. ''Jujurlah padaku!'' Desak Kim Joon. Namun Jung Ki
hanya terkekeh ''Entahlah,,, tapi ku kira dia anak yang ceria.'' Pendapat Jung
Ki. Kim Joon mengangguk mengerti.
''Hi Joon-ah cepatlah kemari!'' Teriak Min
Ho dari arah lapangan. ''Ne tunggu sebentar.'' Kim Joon berlari menuju lapangan
meninggalkan Jung Ki.
++++
''Jung Ki-ah, apa kau mau kekantin?'' Tanya
Chae Woon yang akan keluar, dia memang tidak ikut pelajaran olahraga tadi. Jadi
Chae Woon tidak tahu apa yang terjadi di lapangan tadi pagi. Song Jung Ki
menatap Chae Woon sebelum kembali menatap bukunya. ''Ani,, tapi sepertinya Il
Woo mau kekantin. Kau bersama dirinya saja.'' Ucap Jung Ki datar tanpa ekspresi
apapun malah terkesan dingin. Belum sempat Chae Woon bicara, Jung Ki sudah
berdiri dan pergi dari pandangan Chae Woon.
''Lagi - lagi seperti itu.'' Desah Chae
Woon. ''Ya sudahlah aku pergi sendiri saja.'' Lanjutnya sebelum pergi
meninggalkan kelas.
Ternyata
Jung Ki pergi ke perpustakaan, disana suasana hening dan cukup sepi. Ia mencari
tempat di pojok ruangan sebelum ia melihat seorang makhluk yang sedang
bersembunyi di pojok rak di salah satu sudut ruangan. Jung Ki berjalan setenang
mungkin agar tidak mengganggu sang makhluk, setelah dekat ia melihat Azizah
sedang tertidur dengan kaki yang sedikit ditekuk agar tak memperlihatkan
dalamannya, karna roknya yang pendek. Jung Ki duduk disampingnya dan memperhatikan
setiap raut wajah Azizah * Cantik * Batin Jung Ki, lalu ia teringat
pembicaraannya dengan Kim Joon tadi pagi. Setelahnya ia hanya tersenyum geli.
Jung Ki membuka almamaternya lalu memakaikannya di paha Azizah yang sedikit
terbuka.
''Errrrrrgh.'' Erang Azizah yang mulai
menggeliat. ''Ouh Kau sudah sadar Zizah-ah?'' Tanya Jung Ki yang melihat Azizah
sudah membuka mata nya yang indah. Azizah terkejut lalu bertanya sejak kapan
Jung Ki berada disini. ''Sejak 1/2 jam yang lalu.''
''Oppa, gomaweo. '' Ucap Azizah sambil
memberikan almamater Jung Ki dan membenarkan posisi duduknya. Jung Ki tersenyum
*Ya Tuhan dia tersenyum, tersenyum untukku* Teriak Batin Azizah senang. Hal itu
mau tidak mau membuat Azizah blushing.
''Kau pasti lelah ne? Pulanglah akhir pekan
ini, Kwang Jin ahjussi merindukan keponakannya.'' Ucap Jung Ki datar tapi
tersirat kehangatan di nada bicaranya itu. ''Bagaimana oppa bisa tahu jika
Kwang Jin itu adalah pamanku?'' Tanya Azizah polos.
''Aigo kau ini....'' Ucap Jung Ki sambil
mengacak - ngacak rambut Azizah. ''Yak oppa..'' Rengek Azizah yang sedikit
kesal dengan tingkah Jung Ki.
''Kwang Jin ahjussi adalah tetanggaku, dan
dia sering menanyakan keadaan keponakannya, pelajar dari Indonesia. Dia juga
memberikan photo keponakannya itu.'' Jelas Jung Ki panjang lebar Lalu
menunjukkan photo yang dimaksud. Sebuah photo yang sangat memalukan bagi Azizah
yaitu photo saat Azizah sedang merengut.
''Yak Oppa kembalikan photo itu.''
''Shirreo!'' Jung Ki lari keluar
perpustakaan, dan Azizah pun mengejarnya alhasil terjadilah kejar - kejaran
diantara mereka. Tanpa mereka sadari Chae Woon melihat hal itu, ia terlihat
kesal.
----------------
Hari ini tepat satu bulan Azizah belajar di
Hannyoung High School, hubungannya dengan Jung Ki pun semakin dekat, hal itu
membuat Chae Woon tidak suka. Besok adalah hari Sabtu dimana anak - anak boleh
meninggalkan Asrama dan pulang kerumah mereka masing - masing. Lalu kembali
hari senin.
Hal yang sama pun terjadi dengan Azizah,
besok ia berniat pulang kerumah pamannya, Baek Kwang Jin. ''Kau akan pulang
Zizah-ah?'' Tanya Sung Young lirih. Azizah mengangguk. ''Kau tenang saja aku
tidak akan lama.'' :) . Hibur Azizah.
''Sudahlah ini sudah malam, lebih baik kita tidur.'' lanjutnya sebelum ia
benar - benar terlelap.
Dikamar Il Woo dan Jung Ki.
Il Woo yang sedang bermain game dengan Min Ho
dan Kim Joon, tak jarang melirik kearah Jung Ki yang sedang membaca buku. Tak
jarang Il Woo juga melihat Jung Ki tersenyum.
''Hei Jung Ki-ah..'' Tegur Il Woo, Jung Ki
menengok kearah Il Woo. ''Wae?'' Tanyanya bingung. ''Kau kenapa?'' Tanya Il
Woo, Jung Ki hanya mengerutkan keningnya. ''Memangnya aku kenapa?'' Tanyanya
''Akhir - ahkhir ini kau lebih sering
tersenyum. Ah apa ada seseorang yang spesial dihatimu?'' Ucap Il Woo, perkataan
yang mampu membuat Jung Ki salah tingkah, hal itu juga membuat Kim Joon dan Min
Ho menghentikan permainannya.
''Ne kau benar Il Woo-ah,, Jung Ki sekarang
sering terlihat sedang tersenyum.'' Timpal Min Ho. ''Ah iiitu hanya perasaan
kalian saja.'' Elak Jung Ki kikuk. ''Tidak! kau memang benar Il Woo-ah.
Sepertinya sekarang Jung Ki sedang jatuh cinta.'' Ucap Kim Joon, seringai jahil
terbentuk dibibir Kim Joon setelahnya.
''Ah Jeongmal?'' Tanya Il Woo dan Min Ho
bersamaan.
''Aaaa aniyo.'' Ucap Jung Ki tambah kikuk.
''Ayolah Jung Ki-ah mengaku saja.'' Rayu Il
Woo. ''Araseo, araseo.'' Ucap Jung Ki yang menyerah pada kejahilan temannya.
''Aku memang sedang jatuh cinta.''
''Siapa dia?'' Tanya Kim Joon dan Min Ho
bersamaan. ''Ah apakah Chae Woon?'' Tebak Min Ho yang langsung mendapat jitakan
dari Jung Ki. ''Yak kau gila ya,,
mana mungkin aku menyukainya!'' Kesal Jung Ki karna tebakkan Min Ho salah.
''Sepertinya aku tau siapa yang kau maksud
Jung Ki-ah.'' Ucap Il Woo yang lama terdiam memikirkan kemungkinan wanita yang
disuka oleh Jung Ki. ''Memangnya siapa?'' Tanya Kim Joon dan Min Ho yang
semakin penasaran.
''Dia adalah........'' Il Woo
menggantungkan perkataannya, Jung Ki terlihat kalut karna sebentar lagi wanita
yang disukainya akan diketahui. Kim Joon dan Min Ho sudah penasaran setengah
mati. ''Dia adalah..... RA HA SIA.'' Ucap Il Woo sambil menekan setiap
hurufnya, ia juga mengedipkan sebelah matanya kepada Jung Ki. Jung Ki menghela
nafas lega.
''Yak kau....''Kesal Kim Joon. Namun Il Woo
sudah bersembunyi entah kemana....
___________
Pagi pun tiba...
''Kau sudah siap Zizah-ah?'' Tanya Jung Ki.
Azizah mengangguk, memang Jung Ki di tugaskan oleh paman Kwang Jin agar
mengantarkan Azizah kerumah sang paman. Karna Azizah belum mengetahui seluk
beluk kota Seoul beserta distriknya. ''Kau tunggu dulu disini ne? Aku akan
segera kembali.'' Ucap Jung Ki sebelum meninggalkan Azizah. Azizah duduk manis
dikursi tunggu sekolah. Hari ini hari sabtu jadi sekolah pun masih terlihat
sepi apalagi dipagi hari sepertu ini. Ketika sedang menunggu, tiba - tiba saja,
dari arah belakang, ada yang membekap mulut Azizah dengan sebuah kain. Dan
kemudian sekelilingnya menjadi gelap.......
Saat Jung Ki datang ketempat dimana ia
meninggalkan Azizah, ia melihat Azizah sudah tidak ada disana. Ia menjadi
kalut. Jung Ki mencoba menghubungi Azizah.
''Yoboseo? Zizah-ah dangsin eodiseo?'' Ucap
Jung Ki begitu telpon diangkat. ''Ouh Jung Ki Sunbae-nim ini aku Sung Young
bukan Zizah.. Ponselnya tertinggal. Bukankah dia akan pulang bersama mu?''
Tanya Sung Young disebrang sambungan telpon.
''Ne hajiman dia sudah tidak ada disaat ku
baru kembali.'' Ucap Jung Ki lemah.
''Mwo??'' Tanya Sung Young terkejut ''Sekarang
kau dimana Sunbae?'' Tanyanya lagi khawatir...
''Aku dibangku tunggu.''
''Araseo.'' Tut tuuut tuuut terdengar Sung
Young mematikan sambungan dan langsung berlari menuju ketempat Jung Ki berada.
Ketika
sampai ditempat tujuan, Sung Young melihat Jung Ki yang sedang kalut.
''Oppa...''Panggilnya, Jung Ki menengok
''Ottokhae?'' Jung Ki hanya menggeleng. ''Coba kau hubungin Baek Ahjussi, siapa
tau ahjussi sudah menjemputnya.'' Saran Sung Young, Jung Ki mengangguk dan
langsung menelpon Baek Kwang Jin.
''Yoboseo.'' Ucap suara disebrang telpon.
''Yoboseo Kwang Jin ahjussi, apakah
Azizah-ssi sudah pulang??'' Tanya Jung Ki setenang mungkin agar Kwang Jin
ahjussi tidak curiga. ''Ani, bukankah dia bersamamu?'' Tanya Kwang Jin
''Ah ne tapi,,,,,'' ''Berikan padaku sunbae.'' Pinta Sung
Young, Jung Ki memberikan ponselnya.
''Baek Ahjussi?''
''Ne?''
''Naneun Shin Sung Young, temannya
Azizah-ssi. Dia bilang hari ini dia tidak bisa pulang Azizah-ssi berada
dikamar, ia sedang mengerjakan tugasnya yang banyak.'' Jelas Sung Young.
''Araseo, Gwaenchana. Tolong bilang padanya
untuk jangan lupa istirahat.''
''Ne ahjussi.'' Ucap Sung Young sebelum
telpon benar - benar terputus.
Sung Young dan Jung Ki panik, ia terus dan
terus mencari Azizah yang hilang entah kemana. Waktu pun terus berjalan tapi
hasilnya tetap nihil. Mereka tidak hanya berdua, karna Il Woo, Kim Joon dan
Juga Min Ho ikut mencari Azizah..
Azizah ia yang sudah sadar, langsung kaget dan berteriak. Sekarang ia
sedang berada di sebuah ruangan gelap dan sumpek. Banyak barang - barang tak
terpakai disana. Ia terus saja berteriak hingga suaranya serak. Ia sudah
berhenti berharap setelah berjam - jam menangis dan berteriak.
''Siapa pun, please help me.'' Ucapnya
sebelum kembali tak sadarkan diri.... Dari arah luar ternyata Jung Ki
mendengarnya.
''Zizah-ah kau kah itu?'' Teriak Jung Ki dari
arah luar. Azizah yang samar - samar mendengar suara Jung Ki kembali membuka
matanya. ''Oppa, itukah kau?'' Ucap Azizah lemah.
''Ne Zizah-ah ini aku Song Jung Ki..'' Jung
Ki mencoba membuka pintu yang terkunci itu. ''Menyingkirlah dari pintu ini, aku
akan mendobraknya.'' Teriak Jung Ki sebelum ia benar - benar mendobrak pintu
gudang itu. ---Brakkk--- suara pintu di dobrak, Il Woo, Min Ho, Kim Joon dan
Sung Young yang mendengar suara itu pun mendekati asal suara. Mereka masuk
kedalam gudang yang ternyata sudah ada Azizah dan Jung Ki disana. Mereka
melihat raut wajah Jung Ki yang khawatir, dan tanpa fikir panjang lagi, Jung Ki
langsung menggendong Azizah ke kamar asrama Azizah.
''Siapa yang melakukan ini?'' Ucap Jung Ki
lirih, ia masih berada di kamar Azizah. Min Ho dan Kim Joon hanya nyengir -
nyengir gak jelas. Mereka sibuk dengan fikiran mereka masing - masing. Sedang
kan Il Woo dia masih terus memikirkan siapa yang tega melakukan ini terhadap
Azizah, pelajar Indonesia yang baik dan ceria. Sung Young terus mengganti
kompressan di kening Azizah. Sedangkan tangan sang gadis masih terus di dekap
oleh Jung Ki. Il Woo yang masih sibuk berfikir, tiba - tiba saja melihat sebuah
benda mengkilau di tas ransel Azizah.
''Ouh Ige mwoeyo?'' Gumamnya sambil
mengambil benda berkilau itu yang ternyata sebuah gelang emas putih. Digelang
itu terdapat gantungan inisial CW. Il Woo mengerutkan keningnya sambil terus
memperhatikan gelang itu, sebelum ia menyadari bahwa sebenarnya gelang itu
adalah milik.......
''Ada apa Il Woo-ah?'' Tanya Jung Ki
mengagetkan Il Woo, Il Woo langsung menyembunyikan gelang itu. ''Aaaa aaniyo.''
Ucap Il Woo sedikit gugup. Jung Ki hanya mengangguk. Il Woo, Jung Ki, Min Ho
dan Kim Joon pun keluar karna waktu sudah menunjukkan pukul 19.35 KST. Saat
mereka baru saja keluar, tak jauh dari kamar Azizah dan Sung Young, mereka
berpapasan dengan Chae Woon. Jung Ki melewatinya begitu saja dengan raut wajah
dinginnya.
''Jung Ki-ah, wae?'' Ucap Chae Woon, namun
Jung Ki dan kawan - kawan tetap cuek. ''Wae??'' Teriak Chae Woon. Jung Ki
berhenti sedangkan Il Woo, Min Ho dan Kim Joon pergi meninggalkan tempat itu.
Jung Ki berbalik menghadap Chae Won yang sudah menatapnya dengan air mata
mengalir dipipinya. ''Kenapa kau tak pernah melihatku? Wae Jung Ki-ah, wae?''
Tanya Chae Woon lirih.
''Itu semua karna aku tidak menyukaimu!''
Ucap Jung Tegas ''Dan aku tidak akan pernah menyukaimu!'' Lanjutnya dingin.
''Wae? Apa semua ini karna orang Indonesia
itu heoh?'' Tanya Chae Woon frustasi.
''Dengar ya, Chae Woon-ssi, dengan ada atau
tidak adanya gadis itu, aku tidak akan PERNAH MENYUKAIMU!'' Ucap Jung Ki tegas
dengan penekanan disetiap huruf kalimat terakhirnya. ''Dan jangan pernah kau
ganggu gadis itu!'' Ucap Jung Ki memperingati Chae Woon. Chae Woon hanya
menatap tak percaya pada Jung Ki. Jung Ki berbalik namun belum ada satu
langkah, ia berbalik lagi menghadap Chae Woon. ''Ah atau jangan - jangan kau
yang mengunci gadis itu digudang?'' Selidik Jung Ki.
''Aaaapa mak maksudmu?'' Tanya Chae Woon
gugup. ''Ayolah Chae Woon-ssi, kau tidak bisa berbohong padaku.'' Desak Jung
Ki.
''Heoh? Jadi sekarang kau menuduhku?''
Tanya Chae Woon meremehkan. Ia tersenyum kecut ''Asal kau tau Jung Ki-ah, aku
dari tadi pagi, berada dirumah orang tuaku!'' Ucap Chae Woon meyakinkan.
''Terserah padamu! Tapi yang pasti aku mencurigaimu!'' Ucap Jung Ki sebelum
benar-benar meninggalkan Chae Woon.
Flashback
''Apa itu Il Woo-ah?''
''Ne?'' Kim Joon, Jung Ki, Min Ho dan Sung
Young melihat kearah Il Woo, Il Woo yang tidak tahan ditatap terus - terusan
oleh temannya, memberikan gelang yang ia temukan di tas ransel Azizah.
''Sepertinya itu milik Chae Woon.'' Mereka (Jung Ki, Kim Joon, Min Ho dan Sung
Young) memperhatikan benda itu ''Jadi memang benar dia yang melakukannya.''
Komentar Jung Ki.
Flashback
End
Hari ini hari minggu, Azizah yang baru
sadar tidak jadi kerumah sang paman. Dia bangun terlalu pagi bagi anak - anak
sekolahan yang sedang libur. Saat dia akan kekamar mandi, ia merasa ada yang
mengikuti. Azizah mencoba mempercepat langkahnya. Dan saat orang yang mengikuti
Azizah semakin dekat, disaat itu perasaan buruk menghampiri Azizah lalu
terdengar juga teriakkan ''Matilah kau.....''
''Aaaahhhh.'' Azizah menutup matanya,
tidak sakit. Itu lah yang ia rasakan, bersamaan dengan itu suara balok jatuh.
''Sudah kuduga, kau yang melakukannya.'' Ucap Suara Namja dibelakang gadis yang
mengikuti Azizah itu. Azizah berbalik kemudian nampaklah Chae Woon dan Jung Ki.
Jung Ki mengunci tangan Chae Woon dibelakang tubuh Chae Woon.
''Kau tidak apa- apa Zizah-ah?'' Azizah
mengangguk. ''Syukurlah!'' Jung Ki melaporkan perbuatan Chae Woon kepada sang
Presiden Hannyoung High School.
_____
''Zizah-ah....''
''Ne oppa?'' Tanya Azizah. Sekarang mereka
sedang keluar berjalan - jalan menghabiskan sisa waktu hari minggu itu.
''Gomaweo.'' Ucap Jung Ki yang berhasil membuat Azizah terpaku. ''For what
oppa?'' Tanya Azizah bingung.
''Untuk semuanya, terimakasih karna kau
sudah merubahku menjadi diriku yang sekarang.'' Lalu terukirlah senyum manis
dibibir Azizah, ia juga menampilkan Eyes smilenya ''Ne oppa, aku senang bisa
membuatmu selalu tersenyum :) .'' Ucapnya. Jung Ki memeluk Azizah.
Sebuah kisah antara dua pelajar beda negara
itu akhirnya berakhir indah.. :) Kisah dua manusia yang berbeda kepribadian,
sebuah kisah yang saling melengkapi.
:-:-:-:End:-:-:-:
For
Nur Azizah mianhae kalau kurang memuaskan...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar