Senin, 29 Juni 2015

Evil and Angel

Evil And Angel
Cast          : Lee Seung Gi, Han Hyo Joo
Other cast : Go Ahra, Han Nayeon, Kim Seok Jin dll
Genre        : Fantasy Romance and hurt
Author      : Upi Hwang
Cr             : Blue Design






            ''I Want always with you, we walk together.''










      ''Nayeon-ah cepatlah, Namjachingu mu sudah menunggu sejak tadi.'' teriak seseorang dibawah tangga. ''Ne eonni, aku turun. Dan berhentilah bilang kalau laki - laki itu adalah Namjachinguku!'' Ucap Wanita yang dipanggil Nayeon kesal. Ia berjalan menuju wanita yang sudah sedari tadi berada dibawah anak tangga..

      ''Aigo Yeodongsaeng eonni ngambek.. '' Canda sang eonni. ''Sudahlah Hyo Joo eonni aku pergi dulu ne :).'' Eonni yang dipanggil Hyo Joo pun mengangguk. Nayeon pun pergi meninggalkan rumah bersama teman laki - lakinya.




Waktu menunjukkan pukul 13.57.

 Sekarang sedang duduk seorang yeoja cantik berambut hitam panjang dan lurus dengan mata yang memancarkan kedamaian. Dia yang tak lain adalah Han Hyo Joo, kakak dari Han Nayeon. Nayeon memang bukan adik kandungnya, karna Hyo Joo menemukan Nayeon kecil yang terlantar begitu saja di sungai. Akan tetapi Hyo Joo sangat tulus mencintai dan menyayangi Nayeon. Hyo Joo memang tinggal sendiri, didunia ini dia memang sendirian, keluarga yang ia punya hanyalah sang adik. Ada suatu rahasia besar dihidupnya yang tidak diketahui oleh orang lain, jangankan orang lain, Nayeon saja yang notabennya adalah sang adik tidak mengetahui akan rahasia itu.

   ''Sudah lama sekali aku hidup didunia ini...'' gumamnya sambil menatap keluar dari jendelanya. Kadang dia sering berfikir untuk mengakhiri hidupnya sebagai manusia dibumi, akan tetapi ia tak jadi, karna ia sering mengingat Nayeon. Jika dia pergi, bagaimana nasib sang Adik nantinya. Akan tetapi cepat atau lambat hari itu akan tiba. Fikirnya.....

_______

       ''Oppa...'' Rengek seorang Yeoja seksi kepada seorang Namja kalem nan lembut akan tetapi tegas dialah sang namja Lee Seung Gi. ''Yak berhentilah menggangguku!'' Marah namja itu. ''Kau itu kenapa heoh?'' Tanya sang Yeoja seksi tersebut. Namja tadi menengok dan melihat wajah sang yeoja yang cemberut.
 
     ''Mianhae Ahra-ah, hari ini aku bisa tidak kau tidak menggangguku?'' Ujar Namja itu melembut. Yeoja sexi itu kembali menunjukkan wajah cerianya. ''Baiklah. Tadinya aku mau mengajakmu makan siang bersama, tapi sepertinya kau benar - benar sibuk Seung Gi-ah.'' Ucap yeoja sexi yang bernama Ahra itu. Ahra meninggalkan Seung Gi yang masih sibuk dengan tugas - tugas kuliahnya.

  Setelah lama bergelut dengan tugas - tugasnya, Seung Gi pun beranjak dari bangku taman menuju kantin. Saat dia akan masuk, *sudah lama aku tidak merasakan aura ini.* Batin Seung Gi. Seung Gi melihat yeoja yang baru berjalan keluar, *apakah dia......?* Tanya Seung Gi dalam hati. Yeoja yang diperhatikan Seung Gi semakin menjauh, Seung Gi pun melanjutkan tujuan awalnya yaitu membeli minuman dikantin.

   Waktu pun berlalu...     Sekarang Seung Gi sudah pulang. Ditengah perjalanan pulangnya, ia melihat seorang gadis remaja sedang menangis. Seung Gi pun turun dari mobilnya.
     ''Ada apa adik manis?'' Tanya Seung Gi sembari berjongkok di depan sang gadis. Gadis itu mengangkat wajahnya.
     ''Oppa, tasku di rampok.'' Ucapnya.
     ''Dimana rumahmu? Biar aku antar!'' Ujar Seung Gi.
    Seung Gi mengantar sang gadis yang ternyata bernama Han Nayeon itu pulang.
Sesampainya dirumah, Nayeon mencegah Seung Gi untuk pulang.

    Didalam rumah, Seung Gi mengerutkan keningnya. ''Oppa, kau tunggulah disini! Aku akan memanggil eonniku dulu,'' ucap Nayeon, Seung Gi mengangguk.
  
Tak lama, turunlah seorang yeoja cantik. *Yeoppeuda, hajiman aura ini, dia bukan manusia!* Ucap Seung Gi dalam hati.
  Yeoja yang turun itu tak lain adalah Han Hyo Joo, eonni dari Han Nayeon, Hyo Joo adalah anak desain grafish.
    ''Ouh dia kan.........''Gumam Hyo Joo


Flashback......

   ''Hyung, berikanlah aku uang,''
   ''Yak Jin-ah, berhentilah meminta uang dariku, atau kau akan kulaporkan ke Kim Ahjuma!'' Ancam orang yang dipanggil -hyung- ''Araseo hyung, tapi pinjamkan lah bukumu.''

   Itulah suara ribut yang di dengar oleh Hyo Joo di saat Hyo Joo sedang jalan - jalan di taman. Hyo Joo memperhatikan namka yang dipanggil hyung tadi, lalu ia terkekeh.
    ''Tampan!'' Ucapnya jujur. Kemudian ia mengeluar kan buku sketsa beserta pensil. Setelah nya ia menggambar wajah sang namja tanpa diketahui oleh sang namja tersebut.

..........Flashback End

    ''Hyo Joo eonni, perkenalkan ini Lee Seung Gi oppa, dia yang menolongku,'' ujar Nayeon  ke Hyo Joo. ''Dan oppa, ini eonniku Han Hyo Joo , Cantikkan? :D .'' ucap Nayeon, Seung Gi mengangguk. Nayeon meninggalkan mereka berdua. Cukup lama terdiam,
   ''Kau, sebenarnya siapa kau?'' Tanya Seung Gi dingin, Hyo Joo menatap Seung Gi dengan tatapan sedikit terkejut namun tetap tenang. ''Kau merasakannya bukan ? :/ '' Tanya balik Hyo Joo sambil tersenyum miris.
    ''Lalu sampai kapan kau mau bertahan? Cepatlah pergi dan jangan ganggu para manusia.'' Ujar Seung Gi masih dengan nada yang sama, dingin. Hyo Joo menatap Seung Gi tak percaya.
    ''Aku akan pergi, tapi tidak sekarang!'' Jawab Hyo Joo tegas, ia berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya, namun ketika ia berada ditengah tangga, ia menghentikan jalannya dan kembali melihat kearah Seung Gi. ''Kau tenang saja, ketika hari itu tiba, aku akan menyerahkan diriku kepadamu. Karna aku ingin kau menjadi angel yang menyegelku!'' Ucapnya. ''Ah satu lagi, ku harap saat hari itu tiba, kau mempunyai pisau itu.'' Lanjutnya sebelum benar - benar menghilang.
Tak lama, bel berbunyi dan masuklah seseorang yang tak lain adalah Seok Jin, teman dekat Nayeon. Bersamaan dengan itu Nayeon muncul dari arah dapur membawa 3 gelas minuman.
      ''Nayeon-ah, gwaenchana?'' Tanya Seok Jin
      ''Ya Jin-ah, berhentilah seperti ini. Aku tidak apa - apa!''
 Seung Gi melihat pertengkaran kecil yang tengah terjadi di depannya saat ini. Seok Jin menengok,
    ''Hyung, kau sedang apa disini?'' Tanya Seok Jin pada Seung Gi.
    ''Kau sendiri sedang apa disini?'' Tanya balik Seung Gi, ''Ah aku mengerti, Nayeon itu pasti pacarnu kan!'' Terka Seung Gi, Nayeon hanya melongo melihat keakraban mereka berdua.
     ''Ah ngomong - ngomong dimana Hyo Joo eonni?'' Tanya Nayeon. ''Ouh eonnimu tadi masuk ke kamarnya, mungkin.'' Jawab Seung Gi.
     ''Yak, hyung kau belum menjawab pertanyaanku!'' kesal Seok Jin.
     ''Jin-ah, Seung Gi oppa itu yang menolongku.'' Ucap Nayeon lembut. ''Jeongmal?'' Nayeon mengangguk.
     ''Ah lebih baik aku pulang, sudah ada Seok Jin disini.'' Nayeon dan Seok Jin mengangguk.
     ''Ne oppa, hati - hatilah di jalan.'' Ucap Nayeon.



_________________


     ''Sejak kapan kau mengenal mereka?'' Tanya Seung Gi ketika Seok Jin baru pulang. Memang mereka adalah saudara sepupu, sudah dua tahun mereka tinggal bersama.
     ''Sudah hampir satu tahun.'' Jawab Seok Jin santai. ''Kenapa kau tidak memberitahu kan nya pada ku?'' Tanya Seung Gi dingin.
     ''Ah, rupanya hyung sudah merasakannya,'' ucap Seok Jin dengan nada santainya. ''Hyung, ku mohon jangan ganggu mereka.'' Lanjutnya.
     ''Apa maksudmu?''
     ''Nayeon adalah manusia, namun sejak kecil dia sudah dirawat oleh sang eonni yang notaben nya adalah jelmaan seorang Evil. Hyo Joo noona adalah orang yang baik hyung.'' Jelas Seok Jin lirih. Hening terjadi diantara mereka sebelum,
     ''Kau benar Jin-ah, dia memang yeoja yang baik, bahkan aku pun menyukainya.'' Jujur Seung Gi lirih, Seok Jin mengerutkan keningnya.

   Flashback.........

-Brugh- suara buku - buku berjatuhan akibat tabrakan dua manusia berbeda jenis. Sang yeoja membereskan buku - buku nya yang jatuh.
    ''Mianhanata.'' Ucap nya menunduk, setelahnya sang yeoja berlalu, tapi tunggu, sang namja yang tak lain adalah Seung Gi menemukan salah satu dari buku sang yeoja tertinggal dijalan itu. Seung Gi mengambilnya, sebuah buku bersampul dengan ukiran Han Hyo Joo terdapat dipojok kanan bawah sampul. Seung Gi mencoba mengejar , hingga ia melihat objek yang sedang ia cari, berbicara dengan seorang anak kecil yang menangis. Gadis itu tampak tersenyum dan membujuk sang anak, karna terlihat dia menyodorkan sebuah lollipop. Sang anak mengambilnya dan anak itu berhenti menangis setelahnya.
     *Gadis yang baik hati.* itulah kesan pertama Seung Gi pada sang gadis yang bernama Han Hyo Joo itu.

........ Flashback End


     ''Lalu apa yang akan lakukan hyung?'' Tanya Seok Jin. ''Entahlah, aku juga bingung.......''
     ''Hyung.............''

-drrt drrrt drrrt-
Satu pesan masuk di ponsel Seung Gi

From : 010-4051-1xx

    Lee Seung Gi-ssi, ini aku Han Hyo Joo, meaaf mengganggu mu, tapi ada hal yang ingin ku bicarakan denganmu. Temui aku besok di sungai Han, pukul 14.00.

 Isi pesan itu yang ternyata berasal dari Hyo Joo. Seung Gi tak membalasnya.
    ''Ku harap kau melakukan hal yang terbaik hyung!'' Ucap Seok Jin menyadarkan Seung Gi dari lamunannya. Perkataan itu adalah ucapan terakhir, setelahnya tak ada percakapan lagi diantara mereka dimalam yang dingin diakhir tahun.



----------

     ''Maaf aku terlambat ne Seung Gi-ssi?'' Ucap sebuah suara, Seung Gi yang menunduk, melihat seseorang yang baru datang, ialah Han Hyo Joo, yeoja itu terlihat dengan dressnya yang dilapisi oleh coat hangatnya. Lalu Seung Gi melihat jam yang berada di tangan kirinya, 14.10,
     ''Hanya sepuluh menit.'' Tanggapan Seung Gi, Hyo Joo duduk disamping Seung Gi dan memberikan segelas kopi hangat yang tadi dibeli nya sebelum pergi.
     ''Ada apa?'' Tanya Seung Gi memulai percakapan. Hyo Joo menghela nafas.
     ''Tanggal 10 bulan januari.''
     ''Ne?'' Tanya Seung Gi bingung,
      ''Segel aku ditanggal itu, ditempat ini dan di jam yang sama saat ini!'' Jelas Hyo Joo, Seung Gi membelalakkan matanya.
     ''Apa yang kau bicarakan heoh?'' Tanya Seung Gi kesal, ia tak tau kenapa. ''Sudah jelas bukan? Aku tidak akan lari, dan kuharap di saat itu, kau sudah memiliki pisau untuk menyegel Evil seperti ku!'' Ujar Hyo Joo tanpa menghiraukan raut wajah tak percaya Seung Gi.
     ''Kurasa kau sudah jelas bukan?'' Tanya Hyo Joo sebelum pergi meninggalkan Seung Gi seorang diri.
    ''Sayang sekali, padahal ku kira, aku bisa bersamamu, dan kita bisa berjalan bersama.'' Gumam Hyo Joo menatap sebuah sketsa wajah Seung Gi yang pernah ia gambar.



    Waktu pun terus berjalan, malam ini adalah malam tahun baru, Hyo Joo dan Nayeon merayakannya di halaman belakang rumah mereka, Seok Jin juga ikut bergabung bersama mereka, sedangkan Seung Gi, ia merayakannya dengan Go Ahra. Temannya yang menyimpan rasa untuknya.
 Malam ini dengan keberaniannya, Ahra menyatakan cintanya pada Seung Gi yang sudah ia pendam selama hampir tiga tahun. Namun,
     ''Mianhae Ahra-ah, aku tidak bisa.'' Tolak Seung Gi halus.
    ''Tapi wae Seung Gi-ah?'' Tanya Ahra yang sudah berkaca - kaca.
     ''Aku hanya menganggapmu sebagai adikku.'' Ucap Seung Gi lembut. ''Araseo.'' Ucap Ahra sebelum ia meninggalkan Seung Gi begitu saja. Ia tak sanggup jika harus berlama - lama di samping pria itu.
     ''Mianhae Ahra-ah, aku sudah menyukai wanita lain.'' Gumam Seung Gi saat Ahra sudah tak terlihat.


     2 Januari

Seung Gi Pov.

   Hari ini ku melihat Hyo Joo sedang di perpustakaan umum. Ku lihat ia memilih sebuah buku, rasanya ingin sekali ku mendekat tapi,,,,,
    ''Ya Tuhan, kenapa pada saat itu ku harus merasakan perasaan ini. Kenapa waktu itu ku tidak menyadari auranya?'' Ucap batinku lirih. Aku memegang dada sebelah kiriku yang sekarang merasa sakit. ''Kenapa aku harus memilih diantara dua pilihan yang tidak bisa ku pilih?'' Gumamku.
 Setelah cukup lama memilih akhirnya, ku melihat dia keluar dari perpustakaan ini. Saat diluar ku lihat seorang nenek menabraknya.
    ''Maafkan aku nona.....''Ucap sang nenek lirih.
    ''Ne halmeoni, gwaenchana.'' Ujar Hyo Joo. Itu lah percakapan singkat yang ku dengar dari mereka.
 setelah sang nenek pergi, ku lihat dia melihat kearahku, akan tetapi kenapa pandangannya menyiratkan kesedihan? Tak lama kemudian ku lihat kristal bening jatuh di pipinya, lalu ia pergi meninggalkan tempat itu. Sebenarnya ada apa dengannya?.

........Seung Gi Pov End


   Hari - hari terus berjalan, Seung Gi tak pernah melihat Hyo Joo lagi selepas dari perpustakaan itu. Dan kini genap empat hari setelah hari itu.
   Hari ini tak sengaja Seung Gi melihat Hyo Jooo baru saja keluar dari toko boneka.
   ''Nayeon-ah, Nayeon-ah, hei Nayeon-ah bangun! Jangan tidur terus. Cepatlah, kekasihmu sudah menunggu!'' Ucap Hyo Joo sambil berjalan. Seung Gi memperhatikan Hyo Joo yang terus berbicara pada boneka berukuran sedikit besar yang sekarang sedang dipegang oleh Hyo Joo.
    Seung Gi berjalan mengikuti Hyo Joo, rasanya sangat damai bagi keduanya. Tidak ada aura yang memisahkan mereka selama ini. Lalu Hyo Joo memutuskan berhenti di sebuah bangku yang terdapat di taman yang ia lewati. Ia duduk di bangku itu, setelahnya ada angin lembut menerpa wajah dan rambutnya, yang membuat Seung Gi terpana melihatnya. Wajah Hyo Joo sangat senang.

> 7 Januari <

       24.00 KST

    ''Nayeon-ah, Saengil chukkaeyo!'' Ucap Hyo Joo membangunkan Nayeon dari tidurnya. Nayeon membuka matanya, lalu ia melihat,
     ''Ah Hyo Joo eonni, Jin-ah.......''
     ''Saengil chukkaeyo.'' Ucap Seok Jin.
Nayeon, Hyo Joo, dan Seok Jin merayakan Ulang tahun Nayeon secara sederhana.
   Waktupun berjalan dengan sangat cepat, tak terasa sekarang sudah tanggal dimana perjanjian itu akan di laksanakan. Yah hari ini adalah tanggal sepuluh januari.
    Hyo Joo sudah menunggu Seung Gi di tempat yang sudah dijanjika. Akan tetapi Hyo Joo datang sepuluh menit lebih awal. Sekarang suasana disana sangat sepi.
    Seung Gi datang sepuluh menit setelah jam yang sudah di janjikan. Ia datang dengan hati yang dilema, ingin sekali rasa nya ia tak datang, namun ia sudah terlanjur datang dengan sebuah pisau yang tersembunyi di balik tangan kanannya.
     ''Hei, kau terlambat sepuluh menit,'' ucap Hyo Joo lembut, ia juga tersenyum ketika Seung Gi sudah berada di dekatnya, lalu Hyo Joo memeluk Seung Gi. Seung Gi tertegun dengan perlakuan Hyo Joo. Ia juga seakan terbius, sampai ia tidak menyadari pisau itu, pisau penyegel itu sudah menancap dengan indah disisi perut bagian kiri Hyo Joo. Kemudian Hyo Joo menjauhkan dirinya dari diri Seung Gi, pisau itu pun terjatuh.
       ''Seung Gi-ah, kau tau, aku selalu berharap bisa terlahir kembali menjadi manusia biasa, dan selalu bersamamu. Kita berjalan bersama dan bergandengan tangan, tapi itu tidak mungkin bukan?'' ucap Hyo Joo terkekeh, ''Seung Gi-ah, cintailah nona Go itu. Tadi ia berada disini, tapi aku membuatnya menangis dengan memelukmu. Maafkan aku, karna itu adalah jalan terbaik agar ia tidak tau siapa aku. Ah sebelum ku pergi, aku memiliki hadiah untukmu di tas ku, ambilah! Dan Seung Gi-ah tolong jaga Nayeonku,'' lanjutnya dengan senyum yang masihh mengembang di bibir manisnya.
      ''Hyo Joo-ah, aku, aku juga berharap seperti itu, dan kita, kita bisa hidup bersama selamanya. Karna aku, Saranghae,'' ucap Seung Gi sambil mencoba memegang tangan Hyo Joo, namun, terlambat! Hyo Joo sudah berubah menjadi kupu - kupu kecil yang berpencar.
       ''Gomaweo!'' ucap Hyo Joo sebelum ia benar - benar menghilang.

     Seung Gi melihat hadiah yang diberikan Hyo Joo untuknya, yaitu sebuah bingkai yang terdapat sketsa wajahnya, sketsa yang sudah berwarna.
    Di pinggir bingkai terdapat pahatan HHJ.




            --End--


Review please..
Sesungguhnya ini cerita adalah ff requestan my bestfriend :) yaitu dengan inisial SI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar