Evil And Angel
Cast : Lee Seung Gi, Han Hyo Joo
Other cast : Go Ahra, Han Nayeon, Kim
Seok Jin dll
Genre : Fantasy Romance and hurt
Author : Upi Hwang
Cr : Blue Design
''I Want always with you, we walk
together.''
''Nayeon-ah cepatlah, Namjachingu mu sudah menunggu sejak tadi.'' teriak
seseorang dibawah tangga. ''Ne eonni, aku turun. Dan berhentilah bilang kalau
laki - laki itu adalah Namjachinguku!'' Ucap Wanita yang dipanggil Nayeon
kesal. Ia berjalan menuju wanita yang sudah sedari tadi berada dibawah anak
tangga..
''Aigo Yeodongsaeng eonni ngambek.. '' Canda sang eonni. ''Sudahlah Hyo
Joo eonni aku pergi dulu ne :).'' Eonni yang dipanggil Hyo Joo pun mengangguk.
Nayeon pun pergi meninggalkan rumah bersama teman laki - lakinya.
Waktu menunjukkan pukul 13.57.
Sekarang sedang duduk seorang yeoja cantik
berambut hitam panjang dan lurus dengan mata yang memancarkan kedamaian. Dia
yang tak lain adalah Han Hyo Joo, kakak dari Han Nayeon. Nayeon memang bukan
adik kandungnya, karna Hyo Joo menemukan Nayeon kecil yang terlantar begitu
saja di sungai. Akan tetapi Hyo Joo sangat tulus mencintai dan menyayangi
Nayeon. Hyo Joo memang tinggal sendiri, didunia ini dia memang sendirian,
keluarga yang ia punya hanyalah sang adik. Ada suatu rahasia besar dihidupnya
yang tidak diketahui oleh orang lain, jangankan orang lain, Nayeon saja yang
notabennya adalah sang adik tidak mengetahui akan rahasia itu.
''Sudah lama sekali aku hidup didunia ini...'' gumamnya sambil menatap
keluar dari jendelanya. Kadang dia sering berfikir untuk mengakhiri hidupnya
sebagai manusia dibumi, akan tetapi ia tak jadi, karna ia sering mengingat
Nayeon. Jika dia pergi, bagaimana nasib sang Adik nantinya. Akan tetapi cepat
atau lambat hari itu akan tiba. Fikirnya.....
_______
''Oppa...'' Rengek seorang Yeoja seksi kepada seorang Namja kalem nan
lembut akan tetapi tegas dialah sang namja Lee Seung Gi. ''Yak berhentilah
menggangguku!'' Marah namja itu. ''Kau itu kenapa heoh?'' Tanya sang Yeoja
seksi tersebut. Namja tadi menengok dan melihat wajah sang yeoja yang cemberut.
''Mianhae Ahra-ah, hari ini aku bisa tidak kau tidak menggangguku?''
Ujar Namja itu melembut. Yeoja sexi itu kembali menunjukkan wajah cerianya.
''Baiklah. Tadinya aku mau mengajakmu makan siang bersama, tapi sepertinya kau
benar - benar sibuk Seung Gi-ah.'' Ucap yeoja sexi yang bernama Ahra itu. Ahra
meninggalkan Seung Gi yang masih sibuk dengan tugas - tugas kuliahnya.
Setelah lama bergelut dengan tugas - tugasnya, Seung Gi pun beranjak
dari bangku taman menuju kantin. Saat dia akan masuk, *sudah lama aku tidak
merasakan aura ini.* Batin Seung Gi. Seung Gi melihat yeoja yang baru berjalan
keluar, *apakah dia......?* Tanya Seung Gi dalam hati. Yeoja yang diperhatikan
Seung Gi semakin menjauh, Seung Gi pun melanjutkan tujuan awalnya yaitu membeli
minuman dikantin.
Waktu pun berlalu... Sekarang
Seung Gi sudah pulang. Ditengah perjalanan pulangnya, ia melihat seorang gadis
remaja sedang menangis. Seung Gi pun turun dari mobilnya.
''Ada apa adik manis?'' Tanya Seung Gi sembari berjongkok di depan sang
gadis. Gadis itu mengangkat wajahnya.
''Oppa, tasku di rampok.'' Ucapnya.
''Dimana rumahmu? Biar aku antar!'' Ujar Seung Gi.
Seung Gi mengantar sang gadis yang ternyata bernama Han Nayeon itu
pulang.
Sesampainya dirumah, Nayeon mencegah
Seung Gi untuk pulang.
Didalam rumah, Seung Gi mengerutkan keningnya. ''Oppa, kau tunggulah
disini! Aku akan memanggil eonniku dulu,'' ucap Nayeon, Seung Gi mengangguk.
Tak lama, turunlah seorang yeoja
cantik. *Yeoppeuda, hajiman aura ini, dia bukan manusia!* Ucap Seung Gi dalam
hati.
Yeoja yang turun itu tak lain adalah Han Hyo Joo, eonni dari Han Nayeon,
Hyo Joo adalah anak desain grafish.
''Ouh dia kan.........''Gumam Hyo Joo
Flashback......
''Hyung, berikanlah aku uang,''
''Yak Jin-ah, berhentilah meminta uang dariku, atau kau akan kulaporkan
ke Kim Ahjuma!'' Ancam orang yang dipanggil -hyung- ''Araseo hyung, tapi
pinjamkan lah bukumu.''
Itulah suara ribut yang di dengar oleh Hyo Joo di saat Hyo Joo sedang
jalan - jalan di taman. Hyo Joo memperhatikan namka yang dipanggil hyung tadi,
lalu ia terkekeh.
''Tampan!'' Ucapnya jujur. Kemudian ia mengeluar kan buku sketsa beserta
pensil. Setelah nya ia menggambar wajah sang namja tanpa diketahui oleh sang
namja tersebut.
..........Flashback End
''Hyo Joo eonni, perkenalkan ini Lee Seung Gi oppa, dia yang
menolongku,'' ujar Nayeon ke Hyo Joo. ''Dan
oppa, ini eonniku Han Hyo Joo , Cantikkan? :D .'' ucap Nayeon, Seung Gi
mengangguk. Nayeon meninggalkan mereka berdua. Cukup lama terdiam,
''Kau, sebenarnya siapa kau?'' Tanya Seung Gi dingin, Hyo Joo menatap
Seung Gi dengan tatapan sedikit terkejut namun tetap tenang. ''Kau merasakannya
bukan ? :/ '' Tanya balik Hyo Joo sambil tersenyum miris.
''Lalu sampai kapan kau mau bertahan? Cepatlah pergi dan jangan ganggu
para manusia.'' Ujar Seung Gi masih dengan nada yang sama, dingin. Hyo Joo
menatap Seung Gi tak percaya.
''Aku akan pergi, tapi tidak sekarang!'' Jawab Hyo Joo tegas, ia berdiri
dan berjalan menuju ke kamarnya, namun ketika ia berada ditengah tangga, ia
menghentikan jalannya dan kembali melihat kearah Seung Gi. ''Kau tenang saja,
ketika hari itu tiba, aku akan menyerahkan diriku kepadamu. Karna aku ingin kau
menjadi angel yang menyegelku!'' Ucapnya. ''Ah satu lagi, ku harap saat hari
itu tiba, kau mempunyai pisau itu.'' Lanjutnya sebelum benar - benar
menghilang.
Tak lama, bel berbunyi dan masuklah
seseorang yang tak lain adalah Seok Jin, teman dekat Nayeon. Bersamaan dengan
itu Nayeon muncul dari arah dapur membawa 3 gelas minuman.
''Nayeon-ah, gwaenchana?'' Tanya Seok Jin
''Ya Jin-ah, berhentilah seperti ini. Aku tidak apa - apa!''
Seung Gi melihat pertengkaran kecil yang
tengah terjadi di depannya saat ini. Seok Jin menengok,
''Hyung, kau sedang apa disini?'' Tanya Seok Jin pada Seung Gi.
''Kau sendiri sedang apa disini?'' Tanya balik Seung Gi, ''Ah aku
mengerti, Nayeon itu pasti pacarnu kan!'' Terka Seung Gi, Nayeon hanya melongo
melihat keakraban mereka berdua.
''Ah ngomong - ngomong dimana Hyo Joo eonni?'' Tanya Nayeon. ''Ouh
eonnimu tadi masuk ke kamarnya, mungkin.'' Jawab Seung Gi.
''Yak, hyung kau belum menjawab pertanyaanku!'' kesal Seok Jin.
''Jin-ah, Seung Gi oppa itu yang menolongku.'' Ucap Nayeon lembut.
''Jeongmal?'' Nayeon mengangguk.
''Ah lebih baik aku pulang, sudah ada Seok Jin disini.'' Nayeon dan Seok
Jin mengangguk.
''Ne oppa, hati - hatilah di jalan.'' Ucap Nayeon.
_________________
''Sejak kapan kau mengenal mereka?'' Tanya Seung Gi ketika Seok Jin baru
pulang. Memang mereka adalah saudara sepupu, sudah dua tahun mereka tinggal
bersama.
''Sudah hampir satu tahun.'' Jawab Seok Jin santai. ''Kenapa kau tidak
memberitahu kan nya pada ku?'' Tanya Seung Gi dingin.
''Ah, rupanya hyung sudah merasakannya,'' ucap Seok Jin dengan nada
santainya. ''Hyung, ku mohon jangan ganggu mereka.'' Lanjutnya.
''Apa maksudmu?''
''Nayeon adalah manusia, namun sejak kecil dia sudah dirawat oleh sang
eonni yang notaben nya adalah jelmaan seorang Evil. Hyo Joo noona adalah orang
yang baik hyung.'' Jelas Seok Jin lirih. Hening terjadi diantara mereka
sebelum,
''Kau benar Jin-ah, dia memang yeoja yang baik, bahkan aku pun
menyukainya.'' Jujur Seung Gi lirih, Seok Jin mengerutkan keningnya.
Flashback.........
-Brugh- suara buku - buku berjatuhan
akibat tabrakan dua manusia berbeda jenis. Sang yeoja membereskan buku - buku
nya yang jatuh.
''Mianhanata.'' Ucap nya menunduk, setelahnya sang yeoja berlalu, tapi
tunggu, sang namja yang tak lain adalah Seung Gi menemukan salah satu dari buku
sang yeoja tertinggal dijalan itu. Seung Gi mengambilnya, sebuah buku bersampul
dengan ukiran Han Hyo Joo terdapat dipojok kanan bawah sampul. Seung Gi mencoba
mengejar , hingga ia melihat objek yang sedang ia cari, berbicara dengan
seorang anak kecil yang menangis. Gadis itu tampak tersenyum dan membujuk sang
anak, karna terlihat dia menyodorkan sebuah lollipop. Sang anak mengambilnya
dan anak itu berhenti menangis setelahnya.
*Gadis yang baik hati.* itulah kesan pertama Seung Gi pada sang gadis
yang bernama Han Hyo Joo itu.
........ Flashback End
''Lalu apa yang akan lakukan hyung?'' Tanya Seok Jin. ''Entahlah, aku
juga bingung.......''
''Hyung.............''
-drrt drrrt drrrt-
Satu pesan masuk di ponsel Seung Gi
From : 010-4051-1xx
Lee Seung Gi-ssi, ini aku Han Hyo Joo, meaaf mengganggu mu, tapi ada hal
yang ingin ku bicarakan denganmu. Temui aku besok di sungai Han, pukul 14.00.
Isi pesan itu yang ternyata berasal dari Hyo
Joo. Seung Gi tak membalasnya.
''Ku harap kau melakukan hal yang terbaik hyung!'' Ucap Seok Jin
menyadarkan Seung Gi dari lamunannya. Perkataan itu adalah ucapan terakhir,
setelahnya tak ada percakapan lagi diantara mereka dimalam yang dingin diakhir
tahun.
----------
''Maaf aku terlambat ne Seung Gi-ssi?'' Ucap sebuah suara, Seung Gi yang
menunduk, melihat seseorang yang baru datang, ialah Han Hyo Joo, yeoja itu
terlihat dengan dressnya yang dilapisi oleh coat hangatnya. Lalu Seung Gi
melihat jam yang berada di tangan kirinya, 14.10,
''Hanya sepuluh menit.'' Tanggapan Seung Gi, Hyo Joo duduk disamping
Seung Gi dan memberikan segelas kopi hangat yang tadi dibeli nya sebelum pergi.
''Ada apa?'' Tanya Seung Gi memulai percakapan. Hyo Joo menghela nafas.
''Tanggal 10 bulan januari.''
''Ne?'' Tanya Seung Gi bingung,
''Segel aku ditanggal itu, ditempat ini dan di jam yang sama saat ini!''
Jelas Hyo Joo, Seung Gi membelalakkan matanya.
''Apa yang kau bicarakan heoh?'' Tanya Seung Gi kesal, ia tak tau
kenapa. ''Sudah jelas bukan? Aku tidak akan lari, dan kuharap di saat itu, kau
sudah memiliki pisau untuk menyegel Evil seperti ku!'' Ujar Hyo Joo tanpa
menghiraukan raut wajah tak percaya Seung Gi.
''Kurasa kau sudah jelas bukan?'' Tanya Hyo Joo sebelum pergi
meninggalkan Seung Gi seorang diri.
''Sayang sekali, padahal ku kira, aku bisa bersamamu, dan kita bisa
berjalan bersama.'' Gumam Hyo Joo menatap sebuah sketsa wajah Seung Gi yang
pernah ia gambar.
Waktu pun terus berjalan, malam ini adalah malam tahun baru, Hyo Joo dan
Nayeon merayakannya di halaman belakang rumah mereka, Seok Jin juga ikut
bergabung bersama mereka, sedangkan Seung Gi, ia merayakannya dengan Go Ahra.
Temannya yang menyimpan rasa untuknya.
Malam ini dengan keberaniannya, Ahra
menyatakan cintanya pada Seung Gi yang sudah ia pendam selama hampir tiga
tahun. Namun,
''Mianhae Ahra-ah, aku tidak
bisa.'' Tolak Seung Gi halus.
''Tapi wae Seung Gi-ah?'' Tanya Ahra yang sudah berkaca - kaca.
''Aku hanya menganggapmu sebagai adikku.'' Ucap Seung Gi lembut.
''Araseo.'' Ucap Ahra sebelum ia meninggalkan Seung Gi begitu saja. Ia tak
sanggup jika harus berlama - lama di samping pria itu.
''Mianhae Ahra-ah, aku sudah menyukai wanita lain.'' Gumam Seung Gi saat
Ahra sudah tak terlihat.
2 Januari
Seung Gi Pov.
Hari ini ku melihat Hyo Joo sedang di perpustakaan umum. Ku lihat ia
memilih sebuah buku, rasanya ingin sekali ku mendekat tapi,,,,,
''Ya Tuhan, kenapa pada saat itu ku harus merasakan perasaan ini. Kenapa
waktu itu ku tidak menyadari auranya?'' Ucap batinku lirih. Aku memegang dada
sebelah kiriku yang sekarang merasa sakit. ''Kenapa aku harus memilih diantara
dua pilihan yang tidak bisa ku pilih?'' Gumamku.
Setelah cukup lama memilih akhirnya, ku
melihat dia keluar dari perpustakaan ini. Saat diluar ku lihat seorang nenek
menabraknya.
''Maafkan aku nona.....''Ucap sang nenek lirih.
''Ne halmeoni, gwaenchana.'' Ujar Hyo Joo. Itu lah percakapan singkat
yang ku dengar dari mereka.
setelah sang nenek pergi, ku lihat dia melihat
kearahku, akan tetapi kenapa pandangannya menyiratkan kesedihan? Tak lama
kemudian ku lihat kristal bening jatuh di pipinya, lalu ia pergi meninggalkan
tempat itu. Sebenarnya ada apa dengannya?.
........Seung Gi Pov End
Hari - hari terus berjalan, Seung Gi tak pernah melihat Hyo Joo lagi
selepas dari perpustakaan itu. Dan kini genap empat hari setelah hari itu.
Hari ini tak sengaja Seung Gi melihat Hyo Jooo baru saja keluar dari
toko boneka.
''Nayeon-ah, Nayeon-ah, hei Nayeon-ah bangun! Jangan tidur terus.
Cepatlah, kekasihmu sudah menunggu!'' Ucap Hyo Joo sambil berjalan. Seung Gi
memperhatikan Hyo Joo yang terus berbicara pada boneka berukuran sedikit besar
yang sekarang sedang dipegang oleh Hyo Joo.
Seung Gi berjalan mengikuti Hyo Joo, rasanya sangat damai bagi keduanya.
Tidak ada aura yang memisahkan mereka selama ini. Lalu Hyo Joo memutuskan
berhenti di sebuah bangku yang terdapat di taman yang ia lewati. Ia duduk di
bangku itu, setelahnya ada angin lembut menerpa wajah dan rambutnya, yang
membuat Seung Gi terpana melihatnya. Wajah Hyo Joo sangat senang.
> 7 Januari <
24.00 KST
''Nayeon-ah, Saengil chukkaeyo!'' Ucap Hyo Joo membangunkan Nayeon dari
tidurnya. Nayeon membuka matanya, lalu ia melihat,
''Ah Hyo Joo eonni, Jin-ah.......''
''Saengil chukkaeyo.'' Ucap Seok Jin.
Nayeon, Hyo Joo, dan Seok Jin merayakan
Ulang tahun Nayeon secara sederhana.
Waktupun berjalan dengan sangat cepat, tak terasa sekarang sudah tanggal
dimana perjanjian itu akan di laksanakan. Yah hari ini adalah tanggal sepuluh
januari.
Hyo Joo sudah menunggu Seung Gi di tempat yang sudah dijanjika. Akan
tetapi Hyo Joo datang sepuluh menit lebih awal. Sekarang suasana disana sangat
sepi.
Seung Gi datang sepuluh menit setelah jam yang sudah di janjikan. Ia
datang dengan hati yang dilema, ingin sekali rasa nya ia tak datang, namun ia
sudah terlanjur datang dengan sebuah pisau yang tersembunyi di balik tangan
kanannya.
''Hei, kau terlambat sepuluh menit,'' ucap Hyo Joo lembut, ia juga
tersenyum ketika Seung Gi sudah berada di dekatnya, lalu Hyo Joo memeluk Seung
Gi. Seung Gi tertegun dengan perlakuan Hyo Joo. Ia juga seakan terbius, sampai
ia tidak menyadari pisau itu, pisau penyegel itu sudah menancap dengan indah
disisi perut bagian kiri Hyo Joo. Kemudian Hyo Joo menjauhkan dirinya dari diri
Seung Gi, pisau itu pun terjatuh.
''Seung Gi-ah, kau tau, aku selalu berharap bisa terlahir kembali
menjadi manusia biasa, dan selalu bersamamu. Kita berjalan bersama dan
bergandengan tangan, tapi itu tidak mungkin bukan?'' ucap Hyo Joo terkekeh,
''Seung Gi-ah, cintailah nona Go itu. Tadi ia berada disini, tapi aku
membuatnya menangis dengan memelukmu. Maafkan aku, karna itu adalah jalan
terbaik agar ia tidak tau siapa aku. Ah sebelum ku pergi, aku memiliki hadiah
untukmu di tas ku, ambilah! Dan Seung Gi-ah tolong jaga Nayeonku,'' lanjutnya
dengan senyum yang masihh mengembang di bibir manisnya.
''Hyo Joo-ah, aku, aku juga berharap seperti itu, dan kita, kita bisa
hidup bersama selamanya. Karna aku, Saranghae,'' ucap Seung Gi sambil mencoba
memegang tangan Hyo Joo, namun, terlambat! Hyo Joo sudah berubah menjadi kupu -
kupu kecil yang berpencar.
''Gomaweo!'' ucap Hyo Joo sebelum ia benar - benar menghilang.
Seung Gi melihat hadiah yang diberikan Hyo Joo untuknya, yaitu sebuah
bingkai yang terdapat sketsa wajahnya, sketsa yang sudah berwarna.
Di pinggir bingkai terdapat pahatan HHJ.
--End--
Review please..
Sesungguhnya ini cerita adalah ff
requestan my bestfriend :) yaitu dengan inisial SI.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar