Summer
Rain
Cast :
Jang Wooyoung, Park Hyomin
Other Cast : Kim Taeyeon, Park Jiyeon, Kim Myungsoo,
Tiffany Hwang.
Genre :
Romance, Friendship, School-life
Author : Upi
Hwang
Cover by :
Hanissi @ CF & NamstarArt
Cerita ini hanya
sebuah ide yang muncul secara tiba - tiba, so banyak alur yang tidak nyambung.
Untuk artis Park Hyomin, Jang Wooyoung dan artis lainnya, mereka bukan milik
author. Mereka milik Tuhan, Orang tua, keluarga dan agensi masing - masing.
Author hanya memakai mereka untuk keperluan cerita. Dan author meminta maaf
yang sebesar-besarnya kepada artwoker yang udah bersusah payah,,, disini ada
kesalahan tekhnis yang tidak disengaja oleh author. Oleh karna itu sebagai
permintaan maaf author akan memakai kedua karya dari Artwoker yang udah mau
membuatkan cover untuk author...
Happy Reading!
''Eonni kau
duluan saja! Aku akan pulang bersama Myungsoo.'' Ucap Jiyeon. Seseorang yang
diajak bicara hanya mengangguk. ''Kau tidak marahkan eonni?'' Orang tadi
kembali mengangguk. Namun Jiyeon yang merasa terabaikan terus saja berbicara.
''Yak Park
Jiyeon berhentilah bicara!'' Teriak orang itu kesal. Jiyeon dan seluruh
pandangan mata tertuju padanya ''Awwww....'' Ucapnya memegangi kepalanya saat
sebuah kapur melintas dikepalanya. Orang itu menengok kearah kapur berasal, dan
raut wajahnya berubah menjadi takut.
''Apa yang kau
lakukan Park Hyomin?'' Tegurnya pada orang yang berteriak tadi, yang ternyata
bernama Park Hyomin. ''Jeosonghamnida Kim Sonsaengnim.'' Ucap Hyomin menyesal.
''Baiklah, hajiman kau harus dihukum nanti! Karna kau sudah mengganggu di jam
pelajaranku!'' Ucap Kim Sonsaengnim. ''Ne....'' Jawab Hyomin dengan berat hati.
Saat jam pelajaran selesai, Jiyeon tak henti - hentinya meminta maaf.
''Sudahlah kau
hanya mengganggu pekerjaanku!'' Marah Hyomin. Walaupun mereka sering
bertengkar, akan tetapi mereka selalu mendukung dan selalu ada untuk satu sama
lain. Sekarang jam sudah menunjukkan jam 5.10 menit waktu setempat. Hyominpun
sudah selesai dengan hukumannya. Disekolah masih cukup ramai karna banyak kelas
senior yang belum pulang. Mereka belum pulang karna sekarang mereka sedang
sibuk mempersiapkan ujian masuk Universitas.... Sekarang Hyomin sedang berdiri
dikoridor, karna cuaca sedang hujan.
''Uggh kenapa
dimusim panas ini, hujan sudah turun.'' Keluh Hyomin yang masih menunggu hujan
yang tak kunjung reda. Sekolahpun sudah mulai kosong, hanya tinggal beberapa
anak saja yang masih disekolah.... Karna kesal menunggu, Hyomin pun beranjak
dari tempatnya duduk. Dia memberanikan diri untuk hujan-hujanan, namun belum
jauh dia melangkah, hujan berhenti turun. *Ani, hujannya belum reda, namun apa
ini?* Batin Hyomin. Lalu Hyomin menengok keatas kepalanya *Ouh payung.*
Batinnya.
''Kau bisa
sakit jika hujan-hujanan terlalu lama nona Park!'' Ucap suara disamping Hyomin.
Hyomin menengok *Eoh siapa dia, dan dari mana dia tau margaku?* Batin Hyomin.
Pria yang berada disamping Hyomin mulai berjalan. Akan tetapi Hyomin masih diam
terpaku.
''Wae
Hyomin-ssi?'' Tanyanya. Hyomin tambah terpaku ketika namja itu menyebut
namanya. Setelah cukup lama akhirnya Hyomin memberanikan diri untuk bertanya.
''Siapa kau? Dan dari mana kau tau namaku?'' Tanya Hyomin waspada. Yang ditanya
hanya mengerutkan keningnya, lalu memanyunkan bibirnya. ''wwwwaae...??'' Tanya
Hyomin gugup ketika melihat ekspresi sang namja.
''Namaku Jang
Wooyoung! Dan darimana aku tau namamu? Itu dari....'' Wooyoung menunjuk kearah
dada Hyomin, Hyominpun mengikuti gerakan tangan Wooyoung. ''Dari pin namamu!''
Lanjutnya. Dan seketika itu juga Hyomin sangat malu. ''Sudahlah Kha... Bukankah
kau ingin kehalte bis?'' Hyomin mengangguk. Dan dengan perasaan malu, Hyomin
mengikuti Wooyoung sampai dihalte bis.
''Wooyoung-ssi Khamsamnida.'' Ucap Hyomin sambil membungkukkan badannya.
''Kau tidak naik?'' Wooyoung menggeleng. ''Kalau begitu Annyeong Higyeseyo.''
Hyomin pergi. Sesampainya dirumah, Hyomin terus saja merutuki kebodohan
dirinya...
@Wooyoung
''Gadis
aneh.'' Gumam Wooyoung saat berada dikamarnya. Ia juga tersenyum jika mengingat
kejadian tadi. Saat Wooyong sedang sibuk dengan dunianya, ponselnya berdering,
dia melihat layar ponselnya, namun tak ada niat untuk mengangkat/menolak. Ia
hanya membiarkannya begitu saja.
1 kali
2 kali
3 kali
Sampai kesekian
kalinya, Wooyoung akhirnya mengangkat panggilan diponselnya, tanpa melihat
siapa yang menelpon.
''Yak Kim
Taeyeon berhentilah menggangguku!'' Teriak Wooyoung marah.
''Hyung apa
yang kau lakukan heoh? Kau membuat telingaku sakit!'' Ucap manusia disebrang
sambungan telpon. Wooyoung tertegun, lalu melihat layar ponselnya dan
terlihatlah nama KIM MYUNGSOO.
''Ouh
Myungsoo, mianhae kukira kau.....''
''Ne, ne
araseo! Tapi hyung, lain kali kau jangan berteriak!''
''Ne. O yak
ada apa?''
Percakapan mereka terus berlanjut sampai tengah malam.
~Keesokkan paginya~
''Eonni
kemarin kau pulang jam berapa?'' Tanya Jiyeon ketika mereka selesai berganti
kaos olahraga. Yak sekarang adalah jam olahraga bagi kelas mereka. ''Jam 6
samapai rumah!'' Jawab Hyomin sambil berjalan kearah lapangan.
''Mwo? Apakah
eonni menunggu hujan reda?'' Tanya Jiyeon lagu sambil berlari-lari kecil
mengejar Hyomin, Hyomin hanya mengangguk. Olahraga mereka kali ini adalah
basket.
''Ugh aku
tidak suka pelajaran ini.'' Ucap salah satu siswi yang akan masuk kebarisan.
''Ada apa dengannya? Kenapa semua pelajaran selalu dia bilang tidak suka?''
Tanya Jiyeon pada Hyomin, namun lebih tepatnya pada dirinya sendiri, karna
Hyomin tak menanggapi pertanyaan Jiyeon.
~~~~~~~~~
''Berikan
padaku Jiyi-ah.'' Teriak Hyomin. Sekarang mereka sedang bermain basket, Jiyeon
& Hyomin satu tim. Dan lagi Hyomin berhasi memasukkan bola. Sekarang timnya
memimpin 50-20.
''Sepertinya
dia akan menjadi sainganmu saat pemilihan kapten tim basket sekolah,
Taengie..'' Ucap seseorang yang sedang memperhatikan Hyomin dari kejauhan.
''Diamlah Tiffany!'' Ucap orang yang berada disampingnya. Tiffany melihat
kearah manusia yang berada disampingnya lalu terlihatlah senyum sinis dibibir wanita
itu.
''Taeyeon-ah..'' Gumam Tiffany. ''Sudahlah kha kita pergi dari sini.''
Ajak Taeyeon, Tiffany mengangguk, saat mereka berbalik,
''Chagia, kha
hwaiting! ^^.'' Teriak seseorang. Jiyeon yang mengenal suara itu, langsung
mencari sumber suara. Lalu ia tersenyum manis kearah namja itu. ''Jiyi
awas.....'' Teriak Hyomin yang melihat bola menuju kearah Jiyeon. Jiyeon
menengok dan terkejut ketika melihat bola ada didepan kepalanya. Bola itu akan
mengenai kepala Jiyeon, jika Hyomin tidak menangkapnya dan gol. Kali ini dia
memasukkan bola dengan lay-up. Semua terkagum-kagum, termasuk sunbaenim mereka
yang kebetulan melihat hal itu.
''Wah hyung,
dia keren bukan?'' Kagum namja yang tadi menyemangati Jiyeon. ''Yak kau benar
Myungsoo.'' Taeyeon & Tiffany juga melihatnya dan tercengang. Mereka tak
percaya Hyomin bisa melakukan hal
sekeren itu.
''Sudahlah
Fany-ah ini sangat membosankan.'' Ucap Taeyeon. Kemudian ia berjalan dan
melihat. ''Ouh Wooyoung oppa.'' Gumam Taeyeon. Lalu ia berlari kearah orang
yang ia maksud, ia meninggalkan Tiffany yang masih terkejut. ''Yak eonni
tunggu!'' Teriak Tiffany saat ia sadar, jika ia sudah ditinggalkan oleh
Taeyeon.
''Oppa...''
Rajuk Taeyeon ketika sudah berada disamping Wooyoung. Wooyoung & Myungsoo
menengok kearah Taeyeon & Tiffany yang
baru datang, seketika itu juga wajah Wooyoung jadi dingin.
''Oppa nanti
kita pulang bersama yak?'' Ajak Taeyeon. ''Shirreo!'' Ucap Wooyoung dingin
''Bagaimana kalau akhir pekan ini saja, kita kencan?'' Ajak Taeyeon lagi tak
menyerah. ''Taeyeon-ssi dengar yak! Aku tidak mau dan tidak bisa!'' Ucap
Wooyoung agak Kejam.
''Wae?''
Tanya Taeyeon lirih. ''Kau bilang kenapa? Kau ingin tau alasannya? Kau yakin?''
Tanya Wooyoung memastika. Taeyeon mengangguk. ''Karna aku akan berkencan
dengan.......'' Wooyoung menghentikan ucapannya. ''Yeoja itu.'' Tunjuk Wooyoung
pada Hyomin. ''Mwo?'' Ucap mereka bertiga. Yak memang bukan hanya Taeyeon yang
terkejut, namun Myungsoo & Tiffany juga terkejut. Lalu Taeyeon tersenyum
menyepelehkan. ''Kau bohong! Aku tau kau sedang bercanda.'' Ucapnya.
''Sudahlah
Taeyeon-ssi. Berhentilah mengejar - ngejar aku!'' Ucap Wooyoung sambil
mengambil minuman yang sedang dipegang Myungsoo dan berjalan meninggalkan
Taeyeon menuju kearah lapangan.
''Yak hyung, minuman itu belum ku minum.
Jika kau ingin, aku akan membelikannya untukmu!'' Teriak Myungsoo.
@Lapangan
Hyomin
terkejut ketika melihat ada seseorang yang memberinya minuman, sekarang Hyomin
sedang istirahat. Hyomin melihat dan mengambil minuman itu. ''Gomaweo.''
Ucapnya, lalu minum. Wooyoung menunduk dan membisikkan sesuatu ditelinga
Hyomin, Hyomin tersedak. Dan Wooyoung membersihkan sisa - sisa minuman disudut
bibir Hyomin. Hyomin tak berkutik.
''Ku tunggu
kau!'' Teriak Hyomin seraya meninggalkan lapangan. Kejadian itu dilihat hampir
semua orang yang berada disekitar lapangan.
Skip Time
''Wooyoung-ssi.'' Ucap Hyomin. Wooyoung menengok dan bangun dari
posisinya dipohon. ''Ada apa?'' tanya Hyomin.
''Sepertinya
aku menyukaimu Hyomin-ah.'' Namun Hyomin hanya tertawa. ''Apa kau sedang
menggodaku?'' Tanya Hyomin. ''Ani!'' Ucap Wooyoung tegas. ''Mari kita
berkencan!'' Ajaknya kemudian. Hyomin memperhatikan raut wajah Wooyong, mencari
kejujuran. ''Baiklah . Ayo kita berkencan!'' Setuju Hyomin.
''Baiklah kalau
begitu, tiga hari lagi kutunggu kau disini!'' Ucap Wooyoung tersenyum
meninggalkan Hyomin.
-'-Malam hari-'-
''Eonni sejak
kapan kau pacaran dengan Wooyoung oppa?'' Tanya Jiyeon yang sedang menginap
dirumah Hyomin. ''Kami tidak berpacaran Jiyi-ah! Berhentilah bertanya!'' Ucap
Hyomin kesal larna sedari tadi Jiyeon terus menanyakan hal itu.
Ditempat Wooyoung & Myungsoo.
''Hyung, benar
kau ingin berpacaran dengan Hyomin Noona?'' Tanya Myungsoo yang selalu
mengikuti arah gerakan Wooyoung. Wooyoung mengangguk. ''Hyung apa kau gila
heoh? Kalian baru kenal!'' Ucap Myungsoo tak percaya. ''Sungguh. Tapi
sebenarnya aku sudah menyukainya sejak dulu.'' Ucap Wooyoung sambil tersenyum.
''Sebenarnya apa maksudmu hyung?''
''Sudahlah
Myungsoo lebih baik kau tidur! Sudah malam.'' Ucap Wooyoung yang sudah
berbaring dikasur. Mereka pun akhirnya terlelap.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
3 hari kemudian.....
''Ugh dimana
dia?'' Gumam Hyomin yang sedang duduk dibangku tempat janjian. Hyomin berkali -
kali melihat jam tangannya, dan tak jarang ia juga melihat langit.
''Kenapa akhir - akhir ini, cuaca jadi
sering tak menentu.'' keluh Hyomin saat melihat langit mendung. ''Arrrrrgh dia
pasti membohongiku!'' Kesal Hyomin sambil berdiri, ia berniat pergi dari sana
setelah 4 jam menunggu. Dan saat itu juga hujan turun dengan derasnya. Hyomin
berlari- lari, namun berhenti ketika ia melihat seorang gadis sedang menangis
diemperan toko. Hyomin akan menolongnya, akan tetapi ada seorang bocah laki -
laki yang sudah menenangkannya.
Sedangkan
Wooyoung dalam perjalanan ketempat pertemuan. ''Ah !@#$%^&*! Aku terlambat!''
Kesalnya ketika melihat Hyomin tak ada disana. Ia mencoba mencari Hyomin, dan
setelah cukup lama mencari akhirnya ia menemukan Hyomin yang sedang menatap
sepasang anak diemperan toko.
''Bukankah
kau merasakannya juga?'' Hyomin menengok, ternyata Wooyoung berada
disampingnya, memayunginya, ia juga memakaikan jaketnya ke Hyomin. ''Dulu, kau
dan aku yang berada diposisi itu.'' Hyomin mengerutkan keningnya. Wooyoung
menatap Hyomin. ''Tak ingatkah kau padaku?'' Tanya Wooyoung sambil menyipitkan
matanya. Seketika kenangan masa lalu lewat di benak Hyomin ''Ouh...'' Ucap
Hyomin
+-FlashBack-+
''Kenapa kau
menangis?'' Tanya bocah laki - laki ''Aku terpisah dari eommaku. Dan saat ini
juga sedang hujan...'' Jawab gadis kecil. ''Ige..'' Bocah laki - laki itu
memberikan sebuah lolipop kepada sang gadis. ''Mianhae, tapi aku tidak bisa.''
''Wae?'' ''Karna aku tidak mengenalmu.'' Ucap sang
gadis dengan polosnya. Bocah laki - laki itu tertawa. ''Wooyoung, itu namaku.
Sekarang ambilah ini.'' Ucap Wooyoung. Gadis kecil itu mengambil lolipop yang
diberikan Wooyoung.
''Siapa
namamu?''Tanya Wooyoung.
''Hyomin,
Park Hyomin.'' Ucapnya sambil tersenyum. *Manis* Batin Wooyoung. Dan semenjak
saat itu, Hyomin adalah cinta pertama Wooyoung.
-+Flashback End+-
''Mianhae
sudah membuatmu menunggu.'' Ucap Wooyoung. ''Ne gwaenchana.'' Ucap Hyomin
sambil memberikan secangkir teh hangat kepada Wooyoung. Sekarang mereka sedang
berada dirumah Hyomin, karna baju Hyomin semuanya basah.
''Ku kira kau
tidak akan datang.'' Ucap Hyomin santai. ''Maaf karna sudah membuatmu menunggu
sangat lama.'' Hyomin hanya tersenyum dan mengangguk. Hyomin akan beranjak,
namun tangannya ditahan, lalu ditarik yang mengakibatkan Hyomin duduk kembali.
Mereka saling bertatapan, kemudian Wooyoung mendekatkan wajahnya kewajah
Hyomin.
10 Cm
5 cm
3 cm
1 cm
Bibir mereka saling bertautan. Hyomin terkejut, namun ia
kemudian memejamkan matanya dan mengalungkan tangannya dileher Wooyoung. Mereka
saling menikmati kehangatan itu ditengah hujan dimusim panas.
---END---


Tidak ada komentar:
Posting Komentar