Senin, 01 Juni 2015

Summer Rain







Summer Rain


Cast          : Jang Wooyoung, Park Hyomin
Other Cast : Kim Taeyeon, Park Jiyeon, Kim Myungsoo, Tiffany Hwang.
Genre       : Romance, Friendship, School-life
Author     : Upi Hwang
Cover by   : Hanissi @ CF & NamstarArt

 Cerita ini hanya sebuah ide yang muncul secara tiba - tiba, so banyak alur yang tidak nyambung. Untuk artis Park Hyomin, Jang Wooyoung dan artis lainnya, mereka bukan milik author. Mereka milik Tuhan, Orang tua, keluarga dan agensi masing - masing. Author hanya memakai mereka untuk keperluan cerita. Dan author meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada artwoker yang udah bersusah payah,,, disini ada kesalahan tekhnis yang tidak disengaja oleh author. Oleh karna itu sebagai permintaan maaf author akan memakai kedua karya dari Artwoker yang udah mau membuatkan cover untuk author...




Happy Reading!







    ''Eonni kau duluan saja! Aku akan pulang bersama Myungsoo.'' Ucap Jiyeon. Seseorang yang diajak bicara hanya mengangguk. ''Kau tidak marahkan eonni?'' Orang tadi kembali mengangguk. Namun Jiyeon yang merasa terabaikan terus saja berbicara.
    ''Yak Park Jiyeon berhentilah bicara!'' Teriak orang itu kesal. Jiyeon dan seluruh pandangan mata tertuju padanya ''Awwww....'' Ucapnya memegangi kepalanya saat sebuah kapur melintas dikepalanya. Orang itu menengok kearah kapur berasal, dan raut wajahnya berubah menjadi takut.
    ''Apa yang kau lakukan Park Hyomin?'' Tegurnya pada orang yang berteriak tadi, yang ternyata bernama Park Hyomin. ''Jeosonghamnida Kim Sonsaengnim.'' Ucap Hyomin menyesal. ''Baiklah, hajiman kau harus dihukum nanti! Karna kau sudah mengganggu di jam pelajaranku!'' Ucap Kim Sonsaengnim. ''Ne....'' Jawab Hyomin dengan berat hati. Saat jam pelajaran selesai, Jiyeon tak henti - hentinya meminta maaf.
   ''Sudahlah kau hanya mengganggu pekerjaanku!'' Marah Hyomin. Walaupun mereka sering bertengkar, akan tetapi mereka selalu mendukung dan selalu ada untuk satu sama lain. Sekarang jam sudah menunjukkan jam 5.10 menit waktu setempat. Hyominpun sudah selesai dengan hukumannya. Disekolah masih cukup ramai karna banyak kelas senior yang belum pulang. Mereka belum pulang karna sekarang mereka sedang sibuk mempersiapkan ujian masuk Universitas.... Sekarang Hyomin sedang berdiri dikoridor, karna cuaca sedang hujan.
    ''Uggh kenapa dimusim panas ini, hujan sudah turun.'' Keluh Hyomin yang masih menunggu hujan yang tak kunjung reda. Sekolahpun sudah mulai kosong, hanya tinggal beberapa anak saja yang masih disekolah.... Karna kesal menunggu, Hyomin pun beranjak dari tempatnya duduk. Dia memberanikan diri untuk hujan-hujanan, namun belum jauh dia melangkah, hujan berhenti turun. *Ani, hujannya belum reda, namun apa ini?* Batin Hyomin. Lalu Hyomin menengok keatas kepalanya *Ouh payung.* Batinnya.
    ''Kau bisa sakit jika hujan-hujanan terlalu lama nona Park!'' Ucap suara disamping Hyomin. Hyomin menengok *Eoh siapa dia, dan dari mana dia tau margaku?* Batin Hyomin. Pria yang berada disamping Hyomin mulai berjalan. Akan tetapi Hyomin masih diam terpaku.
     ''Wae Hyomin-ssi?'' Tanyanya. Hyomin tambah terpaku ketika namja itu menyebut namanya. Setelah cukup lama akhirnya Hyomin memberanikan diri untuk bertanya. ''Siapa kau? Dan dari mana kau tau namaku?'' Tanya Hyomin waspada. Yang ditanya hanya mengerutkan keningnya, lalu memanyunkan bibirnya. ''wwwwaae...??'' Tanya Hyomin gugup ketika melihat ekspresi sang namja.
     ''Namaku Jang Wooyoung! Dan darimana aku tau namamu? Itu dari....'' Wooyoung menunjuk kearah dada Hyomin, Hyominpun mengikuti gerakan tangan Wooyoung. ''Dari pin namamu!'' Lanjutnya. Dan seketika itu juga Hyomin sangat malu. ''Sudahlah Kha... Bukankah kau ingin kehalte bis?'' Hyomin mengangguk. Dan dengan perasaan malu, Hyomin mengikuti Wooyoung sampai dihalte bis.
        ''Wooyoung-ssi Khamsamnida.'' Ucap Hyomin sambil membungkukkan badannya. ''Kau tidak naik?'' Wooyoung menggeleng. ''Kalau begitu Annyeong Higyeseyo.'' Hyomin pergi. Sesampainya dirumah, Hyomin terus saja merutuki kebodohan dirinya...

@Wooyoung
        ''Gadis aneh.'' Gumam Wooyoung saat berada dikamarnya. Ia juga tersenyum jika mengingat kejadian tadi. Saat Wooyong sedang sibuk dengan dunianya, ponselnya berdering, dia melihat layar ponselnya, namun tak ada niat untuk mengangkat/menolak. Ia hanya membiarkannya begitu saja.
1 kali
2 kali
3 kali
   Sampai kesekian kalinya, Wooyoung akhirnya mengangkat panggilan diponselnya, tanpa melihat siapa yang menelpon.
    ''Yak Kim Taeyeon berhentilah menggangguku!'' Teriak Wooyoung marah.
    ''Hyung apa yang kau lakukan heoh? Kau membuat telingaku sakit!'' Ucap manusia disebrang sambungan telpon. Wooyoung tertegun, lalu melihat layar ponselnya dan terlihatlah nama KIM MYUNGSOO.
    ''Ouh Myungsoo, mianhae kukira kau.....''
    ''Ne, ne araseo! Tapi hyung, lain kali kau jangan berteriak!''
     ''Ne. O yak ada apa?''
Percakapan mereka terus berlanjut sampai tengah malam.




~Keesokkan paginya~
    ''Eonni kemarin kau pulang jam berapa?'' Tanya Jiyeon ketika mereka selesai berganti kaos olahraga. Yak sekarang adalah jam olahraga bagi kelas mereka. ''Jam 6 samapai rumah!'' Jawab Hyomin sambil berjalan kearah lapangan.
    ''Mwo? Apakah eonni menunggu hujan reda?'' Tanya Jiyeon lagu sambil berlari-lari kecil mengejar Hyomin, Hyomin hanya mengangguk. Olahraga mereka kali ini adalah basket.
     ''Ugh aku tidak suka pelajaran ini.'' Ucap salah satu siswi yang akan masuk kebarisan. ''Ada apa dengannya? Kenapa semua pelajaran selalu dia bilang tidak suka?'' Tanya Jiyeon pada Hyomin, namun lebih tepatnya pada dirinya sendiri, karna Hyomin tak menanggapi pertanyaan Jiyeon.

~~~~~~~~~
    ''Berikan padaku Jiyi-ah.'' Teriak Hyomin. Sekarang mereka sedang bermain basket, Jiyeon & Hyomin satu tim. Dan lagi Hyomin berhasi memasukkan bola. Sekarang timnya memimpin 50-20.
     ''Sepertinya dia akan menjadi sainganmu saat pemilihan kapten tim basket sekolah, Taengie..'' Ucap seseorang yang sedang memperhatikan Hyomin dari kejauhan. ''Diamlah Tiffany!'' Ucap orang yang berada disampingnya. Tiffany melihat kearah manusia yang berada disampingnya lalu terlihatlah senyum sinis dibibir wanita itu.
    ''Taeyeon-ah..'' Gumam Tiffany. ''Sudahlah kha kita pergi dari sini.'' Ajak Taeyeon, Tiffany mengangguk, saat mereka berbalik,
    ''Chagia, kha hwaiting! ^^.'' Teriak seseorang. Jiyeon yang mengenal suara itu, langsung mencari sumber suara. Lalu ia tersenyum manis kearah namja itu. ''Jiyi awas.....'' Teriak Hyomin yang melihat bola menuju kearah Jiyeon. Jiyeon menengok dan terkejut ketika melihat bola ada didepan kepalanya. Bola itu akan mengenai kepala Jiyeon, jika Hyomin tidak menangkapnya dan gol. Kali ini dia memasukkan bola dengan lay-up. Semua terkagum-kagum, termasuk sunbaenim mereka yang kebetulan melihat hal itu.
      ''Wah hyung, dia keren bukan?'' Kagum namja yang tadi menyemangati Jiyeon. ''Yak kau benar Myungsoo.'' Taeyeon & Tiffany juga melihatnya dan tercengang. Mereka tak percaya  Hyomin bisa melakukan hal sekeren itu.
     ''Sudahlah Fany-ah ini sangat membosankan.'' Ucap Taeyeon. Kemudian ia berjalan dan melihat. ''Ouh Wooyoung oppa.'' Gumam Taeyeon. Lalu ia berlari kearah orang yang ia maksud, ia meninggalkan Tiffany yang masih terkejut. ''Yak eonni tunggu!'' Teriak Tiffany saat ia sadar, jika ia sudah ditinggalkan oleh Taeyeon.
      ''Oppa...'' Rajuk Taeyeon ketika sudah berada disamping Wooyoung. Wooyoung & Myungsoo menengok kearah Taeyeon & Tiffany yang  baru datang, seketika itu juga wajah Wooyoung jadi dingin.
     ''Oppa nanti kita pulang bersama yak?'' Ajak Taeyeon. ''Shirreo!'' Ucap Wooyoung dingin ''Bagaimana kalau akhir pekan ini saja, kita kencan?'' Ajak Taeyeon lagi tak menyerah. ''Taeyeon-ssi dengar yak! Aku tidak mau dan tidak bisa!'' Ucap Wooyoung agak Kejam.
      ''Wae?'' Tanya Taeyeon lirih. ''Kau bilang kenapa? Kau ingin tau alasannya? Kau yakin?'' Tanya Wooyoung memastika. Taeyeon mengangguk. ''Karna aku akan berkencan dengan.......'' Wooyoung menghentikan ucapannya. ''Yeoja itu.'' Tunjuk Wooyoung pada Hyomin. ''Mwo?'' Ucap mereka bertiga. Yak memang bukan hanya Taeyeon yang terkejut, namun Myungsoo & Tiffany juga terkejut. Lalu Taeyeon tersenyum menyepelehkan. ''Kau bohong! Aku tau kau sedang bercanda.'' Ucapnya.
       ''Sudahlah Taeyeon-ssi. Berhentilah mengejar - ngejar aku!'' Ucap Wooyoung sambil mengambil minuman yang sedang dipegang Myungsoo dan berjalan meninggalkan Taeyeon menuju kearah lapangan.
       ''Yak hyung, minuman itu belum ku minum. Jika kau ingin, aku akan membelikannya untukmu!'' Teriak Myungsoo.
@Lapangan
     Hyomin terkejut ketika melihat ada seseorang yang memberinya minuman, sekarang Hyomin sedang istirahat. Hyomin melihat dan mengambil minuman itu. ''Gomaweo.'' Ucapnya, lalu minum. Wooyoung menunduk dan membisikkan sesuatu ditelinga Hyomin, Hyomin tersedak. Dan Wooyoung membersihkan sisa - sisa minuman disudut bibir Hyomin. Hyomin tak berkutik.
    ''Ku tunggu kau!'' Teriak Hyomin seraya meninggalkan lapangan. Kejadian itu dilihat hampir semua orang yang berada disekitar lapangan.

Skip Time

   ''Wooyoung-ssi.'' Ucap Hyomin. Wooyoung menengok dan bangun dari posisinya dipohon. ''Ada apa?'' tanya Hyomin.
   ''Sepertinya aku menyukaimu Hyomin-ah.'' Namun Hyomin hanya tertawa. ''Apa kau sedang menggodaku?'' Tanya Hyomin. ''Ani!'' Ucap Wooyoung tegas. ''Mari kita berkencan!'' Ajaknya kemudian. Hyomin memperhatikan raut wajah Wooyong, mencari kejujuran. ''Baiklah . Ayo kita berkencan!'' Setuju Hyomin.
   ''Baiklah kalau begitu, tiga hari lagi kutunggu kau disini!'' Ucap Wooyoung tersenyum meninggalkan Hyomin.

-'-Malam hari-'-

   ''Eonni sejak kapan kau pacaran dengan Wooyoung oppa?'' Tanya Jiyeon yang sedang menginap dirumah Hyomin. ''Kami tidak berpacaran Jiyi-ah! Berhentilah bertanya!'' Ucap Hyomin kesal larna sedari tadi Jiyeon terus menanyakan hal itu.
Ditempat Wooyoung & Myungsoo.
   ''Hyung, benar kau ingin berpacaran dengan Hyomin Noona?'' Tanya Myungsoo yang selalu mengikuti arah gerakan Wooyoung. Wooyoung mengangguk. ''Hyung apa kau gila heoh? Kalian baru kenal!'' Ucap Myungsoo tak percaya. ''Sungguh. Tapi sebenarnya aku sudah menyukainya sejak dulu.'' Ucap Wooyoung sambil tersenyum. ''Sebenarnya apa maksudmu hyung?''
     ''Sudahlah Myungsoo lebih baik kau tidur! Sudah malam.'' Ucap Wooyoung yang sudah berbaring dikasur. Mereka pun akhirnya terlelap.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

3 hari kemudian.....
      ''Ugh dimana dia?'' Gumam Hyomin yang sedang duduk dibangku tempat janjian. Hyomin berkali - kali melihat jam tangannya, dan tak jarang ia juga melihat langit. ''Kenapa  akhir - akhir ini, cuaca jadi sering tak menentu.'' keluh Hyomin saat melihat langit mendung. ''Arrrrrgh dia pasti membohongiku!'' Kesal Hyomin sambil berdiri, ia berniat pergi dari sana setelah 4 jam menunggu. Dan saat itu juga hujan turun dengan derasnya. Hyomin berlari- lari, namun berhenti ketika ia melihat seorang gadis sedang menangis diemperan toko. Hyomin akan menolongnya, akan tetapi ada seorang bocah laki - laki yang sudah menenangkannya.
    Sedangkan Wooyoung dalam perjalanan ketempat pertemuan. ''Ah !@#$%^&*! Aku terlambat!'' Kesalnya ketika melihat Hyomin tak ada disana. Ia mencoba mencari Hyomin, dan setelah cukup lama mencari akhirnya ia menemukan Hyomin yang sedang menatap sepasang anak diemperan toko.
     ''Bukankah kau merasakannya juga?'' Hyomin menengok, ternyata Wooyoung berada disampingnya, memayunginya, ia juga memakaikan jaketnya ke Hyomin. ''Dulu, kau dan aku yang berada diposisi itu.'' Hyomin mengerutkan keningnya. Wooyoung menatap Hyomin. ''Tak ingatkah kau padaku?'' Tanya Wooyoung sambil menyipitkan matanya. Seketika kenangan masa lalu lewat di benak Hyomin ''Ouh...'' Ucap Hyomin

+-FlashBack-+

   ''Kenapa kau menangis?'' Tanya bocah laki - laki ''Aku terpisah dari eommaku. Dan saat ini juga sedang hujan...'' Jawab gadis kecil. ''Ige..'' Bocah laki - laki itu memberikan sebuah lolipop kepada sang gadis. ''Mianhae, tapi aku tidak bisa.''
    ''Wae?''    ''Karna aku tidak mengenalmu.'' Ucap sang gadis dengan polosnya. Bocah laki - laki itu tertawa. ''Wooyoung, itu namaku. Sekarang ambilah ini.'' Ucap Wooyoung. Gadis kecil itu mengambil lolipop yang diberikan Wooyoung.
     ''Siapa namamu?''Tanya Wooyoung.
     ''Hyomin, Park Hyomin.'' Ucapnya sambil tersenyum. *Manis* Batin Wooyoung. Dan semenjak saat itu, Hyomin adalah cinta pertama Wooyoung.
           -+Flashback End+-


     ''Mianhae sudah membuatmu menunggu.'' Ucap Wooyoung. ''Ne gwaenchana.'' Ucap Hyomin sambil memberikan secangkir teh hangat kepada Wooyoung. Sekarang mereka sedang berada dirumah Hyomin, karna baju Hyomin semuanya basah.
     ''Ku kira kau tidak akan datang.'' Ucap Hyomin santai. ''Maaf karna sudah membuatmu menunggu sangat lama.'' Hyomin hanya tersenyum dan mengangguk. Hyomin akan beranjak, namun tangannya ditahan, lalu ditarik yang mengakibatkan Hyomin duduk kembali. Mereka saling bertatapan, kemudian Wooyoung mendekatkan wajahnya kewajah Hyomin.

10 Cm
  5 cm
  3 cm
  1 cm
 
Bibir mereka saling bertautan. Hyomin terkejut, namun ia kemudian memejamkan matanya dan mengalungkan tangannya dileher Wooyoung. Mereka saling menikmati kehangatan itu ditengah hujan dimusim panas.



       ---END---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar